Mantan manajer Manchester United, Erik ten Hag, membuka suara mengenai sejumlah komitmen yang menurutnya tidak dipenuhi klub selama ia menangani tim. Dalam wawancara yang dikutip sejumlah media internasional, pelatih asal Belanda itu merinci lima janji yang ia nilai dilanggar manajemen, termasuk keputusan menjual Scott McTominay ke Napoli pada bursa transfer musim panas 2024.
Ten Hag meninggalkan Old Trafford pada akhir Oktober 2024 setelah serangkaian hasil buruk, termasuk kekalahan dari West Ham United. Ia mengaku telah menerima sejumlah jaminan ketika menandatangani kontrak pada 2022 dan ketika kontraknya diperpanjang pada Juli 2024. Menurutnya, sebagian jaminan itu tidak pernah terwujud.
Latar Belakang Pemecatan
Ten Hag menangani Manchester United selama kurang lebih dua setengah musim. Ia mencatat sekitar 128 pertandingan dengan 72 kemenangan, serta mempersembahkan dua trofi domestik, yakni Piala Liga 2023 dan Piala FA 2024. Namun performa di Liga Primer Inggris tidak konsisten. Pada musim 2023/2024, United finis di peringkat kedelapan, posisi terendah klub di era Liga Primer.
Setelah evaluasi internal pada akhir musim 2023/2024, manajemen yang ketika itu sudah melibatkan kelompok INEOS memutuskan mempertahankan Ten Hag dan memperpanjang kontraknya hingga 2026. Keputusan itu disebut Ten Hag sebagai bagian dari kesepakatan yang mencakup sejumlah komitmen teknis.
Lima Janji yang Diklaim Dilanggar
1. Penyerang Tengah Kelas Atas
Menurut Ten Hag, ia meminta klub mendatangkan penyerang tengah berpengalaman yang sudah terbukti di level tertinggi. Permintaan itu tidak dipenuhi. United lebih memilih merekrut pemain muda, yakni Rasmus Hojlund pada 2023 dan Joshua Zirkzee pada 2024. Ten Hag menilai kedua pemain memiliki potensi, tetapi belum siap memikul beban sebagai ujung tombak utama di klub sebesar Manchester United.
2. Kewenangan atas Kebijakan Transfer
Ten Hag mengklaim mendapat kewenangan luas dalam menentukan profil pemain yang dibutuhkan tim. Namun setelah restrukturisasi sepak bola di klub, kewenangan itu bergeser ke direktur olahraga. Ia menyebut sejumlah target utama yang ia usulkan tidak masuk dalam daftar prioritas klub.
3. Mempertahankan Scott McTominay
Gelandang asal Skotlandia itu dijual ke Napoli pada Agustus 2024 dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai 25 juta poundsterling. Ten Hag menyatakan tidak menginginkan penjualan tersebut. Menurutnya, McTominay adalah pemain yang konsisten berkontribusi, termasuk mencetak gol-gol penting pada musim sebelumnya.
Keputusan penjualan disebut berkaitan dengan kebutuhan klub memenuhi aturan keuntungan dan keberlanjutan atau profit and sustainability rules. Penjualan pemain akademi dianggap menguntungkan karena tercatat sebagai keuntungan bersih dalam pembukuan. Ten Hag menilai logika keuangan itu bertentangan dengan kebutuhan teknis tim di lapangan. Sejak bergabung, McTominay menjadi pilar di lini tengah Napoli.
4. Gelandang Buruan Utama
Ten Hag menyebut dirinya telah menyampaikan nama gelandang yang ia yakini cocok dengan gaya permainan tim. Upaya mendatangkan pemain tersebut gagal pada dua bursa transfer berturut-turut. Klub kemudian mendatangkan pemain alternatif yang dinilai Ten Hag belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan skema permainan.
5. Dukungan Jangka Panjang
Setelah perpanjangan kontrak pada Juli 2024, Ten Hag mengaku mendapat jaminan bahwa proyek yang ia bangun akan diberi waktu. Kenyataannya, ia diberhentikan hanya sekitar tiga bulan kemudian. Menurutnya, jaminan itu tidak bertahan lama setelah hasil buruk dalam beberapa pertandingan awal musim 2024/2025.
Dampak bagi Skuad
Kritik Ten Hag menyoroti persoalan yang lebih luas di Manchester United, yakni tidak sinkronnya perencanaan teknis dan kebijakan keuangan klub. Dalam beberapa musim terakhir, United menghadapi tekanan aturan finansial Liga Primer sehingga harus menjual pemain sebelum membeli. Situasi itu membuat manajer memiliki ruang gerak terbatas di bursa transfer.
Penjualan McTominay menjadi contoh paling banyak dibahas. Pemain yang tumbuh di akademi klub tersebut meninggalkan tim pada usia 27 tahun, saat berada di puncak karier. Bagi sebagian pengamat, langkah itu menunjukkan prioritas pembukuan mengalahkan kebutuhan olahraga.
Tanggapan dan Situasi Terkini
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Manchester United mengenai rincian janji yang disebutkan Ten Hag. Klub juga belum merinci dasar pengambilan keputusan dalam sejumlah transaksi yang dipersoalkan.
Manchester United saat ini dilatih Ruben Amorim, yang ditunjuk pada November 2024 setelah Ruud van Nistelrooy menjalani periode sebagai pelatih sementara. Amorim menghadapi tantangan serupa, termasuk menyeimbangkan tuntutan performa dengan keterbatasan ruang belanja klub. Bagi Ten Hag, wawancara tersebut menjadi kesempatan pertama untuk menjelaskan versinya secara terbuka setelah kepergiannya dari Old Trafford.
Komentar (0)