Eskalator Stasiun Duri Belum Beroperasi, Petugas Ditambah di Jam Ngantor
Eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, hingga kini masih belum dapat difungsikan. Kondisi tersebut memaksa pengelola stasiun mengerahkan petugas tambahan, khususnya pada jam-jam sibuk keberangkatan kerja, guna membantu mobilitas penumpang yang setiap hari melintas di stasiun tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, eskalator yang berada di sisi utara dan selatan peron belum menunjukkan tanda-tanda akan segera dioperasikan. Bagian tangga berjalan itu masih tertutup pembatas dan pita pengaman, sementara sejumlah komponen terlihat dalam kondisi terbuka. Petugas teknis tampak sesekali melakukan pengecekan, namun belum ada keterangan resmi mengenai kapan perbaikan akan tuntas.
Stasiun Duri merupakan salah satu titik transit penting bagi pengguna KRL Commuter Line. Stasiun ini melayani penumpang dari berbagai rute, termasuk perjalanan menuju dan dari kawasan Jakarta Kota, Tanah Abang, serta kawasan penyangga seperti Tangerang. Volume penumpang yang tinggi pada pagi dan sore hari membuat keberadaan eskalator menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi pekerja yang membawa barang bawaan.
Antisipasi Jam Sibuk
Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang, pengelola stasiun menambah personel di sejumlah titik strategis. Petugas tersebut diarahkan untuk mengatur arus penumpang di tangga manual, memberikan imbauan kepada pengguna jasa, serta membantu mereka yang mengalami kesulitan, seperti lansia, ibu hamil, dan penumpang dengan barang bawaan berat.
Penambahan petugas paling terasa pada rentang pukul 06.00 hingga 09.00 WIB dan 16.00 hingga 19.00 WIB. Pada jam-jam tersebut, antrean penumpang yang hendak naik dan turun dari peron terlihat lebih terkendali dibandingkan kondisi tanpa pengaturan. Petugas juga ditempatkan di area dekat tangga agar penumpang tidak berdesakan saat berpindah peron.
Meski begitu, sejumlah penumpang mengaku tetap merasakan ketidaknyamanan. Mereka menilai eskalator yang tidak berfungsi memperlambat waktu perpindahan, terutama bagi penumpang yang harus segera melanjutkan perjalanan ke moda transportasi lain. Beberapa penumpang juga mengeluhkan kondisi tangga manual yang dinilai cukup melelahkan, terutama bagi mereka yang membawa koper atau tas berukuran besar.
Keluhan Pengguna Jasa
Salah satu penumpang, warga yang rutin menggunakan Stasiun Duri setiap hari kerja, menyatakan bahwa eskalator yang mati sudah berlangsung cukup lama. Ia berharap ada kepastian jadwal perbaikan agar pengguna jasa dapat menyesuaikan diri. Menurutnya, penambahan petugas membantu, tetapi solusi utama tetap pada pemulihan fungsi fasilitas tersebut.
Penumpang lain menyoroti aspek keselamatan. Tangga manual yang digunakan bersama-sama oleh banyak orang berpotensi menimbulkan risiko tersandung, terutama saat jam sibuk. Kehadiran petugas dinilai penting untuk mengingatkan penumpang agar tidak berlari dan tetap berpegang pada pegangan tangan.
Pengamat transportasi menilai persoalan eskalator bukan sekadar gangguan teknis biasa. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari standar pelayanan minimum yang seharusnya tersedia di stasiun dengan tingkat kepadatan tinggi. Ketiadaan eskalator yang berfungsi dapat menurunkan kualitas pengalaman pengguna jasa dan berpotensi memicu penumpukan yang berisiko.
Perawatan dan Kesiapan Fasilitas
Dalam konteks yang lebih luas, perawatan fasilitas stasiun menjadi perhatian tersendiri. Eskalator bekerja dengan beban tinggi setiap hari sehingga membutuhkan pemeliharaan berkala. Jika pemeliharaan tertunda, kerusakan dapat berulang dan memakan waktu perbaikan lebih lama. Karena itu, jadwal perawatan preventif dinilai penting untuk menjaga keandalan fasilitas.
Pengelola stasiun diharapkan memberikan informasi yang transparan kepada publik mengenai penyebab kerusakan dan target penyelesaian perbaikan. Keterbukaan tersebut akan membantu penumpang mengantisipasi kondisi di lapangan, misalnya dengan datang lebih awal atau memilih rute alternatif.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti belum beroperasinya eskalator di Stasiun Duri maupun tenggat waktu perbaikannya. Pengelola hanya menyampaikan bahwa petugas tambahan akan tetap ditempatkan selama eskalator belum dapat digunakan, dengan fokus pada jam-jam sibuk untuk menjaga kelancaran dan keselamatan penumpang.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa keandalan fasilitas publik tidak hanya bergantung pada ketersediaan infrastruktur, tetapi juga pada kesiapan pemeliharaan dan respons cepat terhadap keluhan pengguna. Bagi ribuan penumpang yang melintas setiap hari, berfungsinya kembali eskalator Stasiun Duri akan menjadi penanda penting bahwa pelayanan transportasi publik berjalan sesuai harapan.
Komentar (0)