22, 2026
Olahraga

Fabregas Minta Como Tetap Membumi usai Bungkam MU

Fabregas memuji penampilan Como usai melibas MU 4-1 di Liga Champions. Namun ia meminta timnya untuk tetap rendah hati meski baru meraih kemenangan bersejarah.]]>

Andi Prasetyo
Andi Prasetyo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Fabregas Minta Como Tetap Membumi usai Bungkam MU

Cesc Fabregas meminta para pemain Como 1907 untuk tetap membumi setelah menumbangkan Manchester United. Pelatih berkebangsaan Spanyol itu menegaskan bahwa kemenangan atas klub raksasa Premier League tersebut tidak boleh membuat skuadnya kehilangan fokus, melainkan harus dijadikan pijakan untuk bekerja lebih keras menjelang bergulirnya kompetisi resmi.

Dalam pertemuan yang berlangsung dengan tempo tinggi, Como tampil disiplin dan berani mengambil inisiatif. Anak asuh Fabregas tidak hanya bertahan menunggu serangan, tetapi juga berani menekan sejak lini depan dan memanfaatkan ruang yang ditinggalkan lawan. Pendekatan itu membuahkan hasil dan membuat Manchester United kesulitan mengembangkan permainan sesuai pola yang mereka inginkan.

Meski demikian, Fabregas menolak menjadikan hasil tersebut sebagai tolok ukur akhir. Ia mengingatkan bahwa pertandingan seperti ini memiliki konteks yang berbeda dengan laga kompetitif, terutama karena kedua tim masih berada dalam tahap persiapan dan belum mencapai kondisi fisik puncak.

Pesan agar Tidak Cepat Puas

Fabregas menilai euforia berlebihan justru berpotensi merusak proses pembinaan tim. Menurutnya, para pemain perlu menyadari bahwa satu hasil baik tidak otomatis menyelesaikan berbagai persoalan teknis yang masih harus diperbaiki, mulai dari konsistensi penguasaan bola, efisiensi penyelesaian akhir, hingga ketenangan saat menghadapi tekanan lawan.

Pelatih berusia 38 tahun itu menekankan pentingnya sikap rendah hati sebagai bagian dari budaya tim. Ia ingin para pemain terbiasa memperlakukan setiap pertandingan dengan standar yang sama, baik saat menghadapi klub besar maupun tim yang secara reputasi lebih kecil. Sikap tersebut, menurutnya, menjadi pembeda antara tim yang berkembang pesat dan tim yang berhenti di tengah jalan.

Fabregas juga menyoroti aspek mental. Kemenangan atas tim sekelas Manchester United, katanya, seharusnya menumbuhkan kepercayaan diri, bukan kesombongan. Kepercayaan diri yang tepat akan membuat para pemain berani mengambil keputusan di lapangan, sementara kesombongan cenderung membuat mereka mengabaikan detail-detail kecil yang justru menentukan hasil pertandingan.

Fokus Beralih ke Serie A

Setelah laga tersebut, perhatian Como langsung dialihkan ke kompetisi domestik. Fabregas menegaskan bahwa target utama tim adalah tampil kompetitif di Serie A dan mempertahankan identitas permainan yang telah dibangun sejak ia menangani klub tersebut.

Como sendiri memiliki perjalanan yang cukup menarik dalam beberapa tahun terakhir. Klub yang bermarkas di tepi Danau Como itu sempat lama berkutat di kompetisi bawah sebelum kembali ke Serie A pada 2024 setelah absen lebih dari dua dekade. Kebangkitan tersebut tidak lepas dari dukungan manajemen, termasuk pemilik klub asal Indonesia, serta kebijakan perekrutan pemain muda yang dipadukan dengan sejumlah nama berpengalaman.

Fabregas, yang mengakhiri karier sebagai pemain pada 2023, sebelumnya menangani tim junior Como sebelum dipercaya menangani tim utama. Pengalaman itu membuatnya cukup mengenal karakter para pemain muda di skuadnya, sehingga ia cenderung memberi kesempatan kepada talenta-potensial ketimbang mengandalkan nama besar semata.

Keseimbangan antara Ambisi dan Realisme

Di bawah kendali Fabregas, Como mulai dikenal dengan gaya permainan yang berani. Tim ini tidak segan membangun serangan dari belakang dan berupaya menguasai bola meski menghadapi lawan yang secara kualitas individu lebih unggul. Pendekatan tersebut memang menyisakan risiko, tetapi diyakini sejalan dengan arah pembangunan klub dalam jangka panjang.

Namun, Fabregas menyadari bahwa gaya permainan seperti itu menuntut kedewasaan taktik. Ia menekankan pentingnya membaca situasi pertandingan, termasuk kapan harus menekan dan kapan harus bertahan dengan rapi. Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi kunci bagi tim yang ingin bersaing di liga dengan tingkat kompetisi yang tinggi.

Ia juga menyoroti pentingnya rotasi pemain mengingat padatnya jadwal. Dengan skuad yang relatif muda, manajemen beban latihan dan menit bermain menjadi hal krusial untuk menjaga kebugaran sekaligus meminimalkan risiko cedera.

Sinergi dengan Manajemen dan Suporter

Fabregas menilai dukungan suporter menjadi energi tersendiri bagi Como. Atmosfer di sekitar klub, termasuk antusiasme warga kota, disebutnya memberi dorongan moral bagi para pemain. Karena itu, ia berharap tim dapat membalas dukungan tersebut dengan penampilan yang konsisten, bukan sekadar hasil sesekali atas tim besar.

Manajemen klub disebut sejalan dengan pendekatan tersebut. Alih-alih menargetkan hasil instan, Como lebih menekankan pembangunan fondasi permainan dan pengembangan nilai pemain. Strategi itu terlihat dari sejumlah transfer yang mengarah pada pemain muda dengan potensi penjualan kembali di masa depan.

Ujian Sesungguhnya Masih Menanti

Bagi Fabregas, kemenangan atas Manchester United hanyalah satu bab dalam proses panjang. Ujian sesungguhnya akan datang ketika Como menghadapi rangkaian pertandingan resmi yang menuntut konsistensi selama satu musim penuh. Di Serie A, kata dia, setiap kesalahan kecil bisa berujung mahal.

Ia pun menegaskan bahwa timnya tidak akan mengubah prinsip hanya karena satu hasil besar. Fabregas ingin para pemain terus menjaga etos kerja, disiplin taktik, dan kerendahan hati sebagai fondasi utama. Dengan begitu, menurutnya, Como dapat melangkah lebih stabil tanpa kehilangan arah.

Pesan itu menjadi penegasan bahwa bagi Fabregas, kemajuan sebuah tim tidak diukur dari satu kemenangan atas nama besar, melainkan dari kemampuan mempertahankan standar penampilan dari pertandingan ke pertandingan. Kemenangan atas Manchester United pun ditempatkan sebagai motivasi, bukan tujuan akhir.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Andi Prasetyo

Kontributor bidang kebugaran dan olahraga. Menulis tips workout dan gaya hidup aktif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter