03, 2026
Olahraga

FAM Lapor ke FIFA, Minta Penjelasan Perubahan Injury Time Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Galih Nasution
Galih Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) resmi melayangkan surat keberatan kepada FIFA terkait durasi injury time yang dinilai janggal dalam laga antara Timnas Indonesia dan Bangladesh pada ajang kualifikasi. Langkah ini diambil setelah pihak FAM menilai adanya ketidaksesuaian antara waktu tambahan yang diumumkan wasit dengan durasi aktual di lapangan, yang diduga memengaruhi hasil akhir pertandingan.

Dalam keterangan resminya, FAM menyatakan telah mengirimkan surat resmi ke FIFA pada Senin (14/10/2025) untuk meminta klarifikasi mengenai prosedur penetapan injury time. Mereka menilai keputusan wasit dalam menentukan tambahan waktu harus transparan dan konsisten, terutama pada pertandingan yang berlangsung ketat dan memiliki implikasi besar terhadap klasemen grup.

Kronologi Keberatan FAM

Keberatan ini bermula dari laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, di mana Timnas Indonesia berhadapan dengan Bangladesh. Pertandingan tersebut berjalan dengan tensi tinggi, diwarnai sejumlah pelanggaran dan penghentian permainan akibat cedera pemain serta pergantian pemain.

Menurut catatan FAM, wasit mengumumkan tambahan waktu sebanyak lima menit pada akhir babak kedua. Namun, berdasarkan rekaman pertandingan, waktu tambahan yang benar-benar dimainkan melebihi angka tersebut. Hal ini memicu spekulasi bahwa ada keputusan yang tidak sesuai dengan protokol pertandingan yang ditetapkan FIFA.

FAM juga menyoroti dugaan inkonsistensi dalam penerapan aturan injury time pada pertandingan lain di kualifikasi yang sama. Mereka meminta FIFA untuk meninjau ulang standar operasional wasit, khususnya dalam menghitung waktu tambahan yang disebabkan oleh penghentian permainan, perawatan medis, dan selebrasi gol.

Respons PSSI dan Reaksi Publik

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) merespons keberatan FAM dengan menegaskan bahwa keputusan wasit bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. PSSI menilai protes FAM tidak memiliki dasar kuat karena wasit telah menjalankan tugas sesuai dengan Laws of the Game yang berlaku.

Meski demikian, PSSI menyatakan menghormati langkah FAM yang menempuh jalur resmi ke FIFA. Mereka berharap proses klarifikasi berjalan objektif dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan yang dapat mengganggu persiapan timnas menghadapi laga berikutnya.

Di media sosial, reaksi publik terbelah. Sebagian suporter Indonesia menilai keberatan FAM sebagai bentuk ketidakpuasan yang wajar, sementara sebagian lain menganggapnya sebagai upaya mengalihkan perhatian dari performa tim. Pengamat sepak bola nasional menilai isu injury time memang kerap menjadi titik rawan sengketa, terutama jika tidak ada transparansi dari pihak wasit.

Aturan Injury Time dalam Laws of the Game

Dalam Laws of the Game yang diterbitkan International Football Association Board (IFAB), wasit memiliki kewenangan penuh untuk menentukan durasi injury time. Waktu tambahan dihitung berdasarkan penghentian permainan yang terjadi selama babak berlangsung, termasuk pergantian pemain, perawatan cedera, pembuangan waktu, selebrasi gol, dan pemeriksaan VAR.

Meski demikian, tidak ada formula baku yang mewajibkan wasit mengumumkan secara rinci dasar perhitungan tambahan waktu. Hal inilah yang sering menimbulkan perdebatan, terutama pada pertandingan dengan intensitas tinggi dan hasil akhir yang tipis.

FIFA sendiri dalam beberapa tahun terakhir mendorong penerapan injury time yang lebih akurat, bahkan sejak Piala Dunia 2022, tambahan waktu kerap mencapai dua digit menit. Kebijakan ini bertujuan mengurangi praktik pembuangan waktu dan memastikan durasi permainan efektif benar-benar terpenuhi.

Implikasi bagi Kualifikasi

Laga Indonesia versus Bangladesh memiliki arti penting bagi kedua tim dalam perebutan poin di grup kualifikasi. Hasil pertandingan tersebut memengaruhi posisi kedua tim di klasemen sementara, sehingga setiap keputusan wasit menjadi sorotan.

Jika FIFA menerima keberatan FAM dan menemukan adanya pelanggaran prosedur, ada kemungkinan pertandingan ditinjau ulang. Namun, dalam praktiknya, FIFA sangat jarang mengubah hasil pertandingan kecuali ditemukan bukti pelanggaran berat, seperti pengaturan skor atau kesalahan identitas pemain.

FAM berharap surat keberatan ini setidaknya mendorong FIFA memperjelas regulasi injury time agar tidak menimbulkan multitafsir. Mereka juga meminta agar wasit diberikan pedoman lebih rinci dalam mengumumkan dan mencatat durasi tambahan waktu.

Langkah Selanjutnya

Hingga berita ini diturunkan, FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas surat FAM. Proses klarifikasi biasanya memakan waktu beberapa pekan, tergantung kompleksitas laporan yang diajukan.

Sementara itu, Timnas Indonesia terus bersiap menghadapi jadwal pertandingan berikutnya. Pelatih dan pemain menegaskan fokus mereka tidak terganggu oleh polemik ini dan tetap berkomitmen meraih hasil terbaik di sisa laga kualifikasi.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa transparansi keputusan wasit, khususnya terkait injury time, masih menjadi persoalan yang perlu pembenahan dalam sepak bola modern. Tanpa kejelasan aturan dan komunikasi yang baik, potensi sengketa antarnegara anggota FIFA akan terus muncul di setiap kompetisi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Nasution

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter