FAM Malaysia Desak FIFA Klarifikasi Tambahan Waktu Indonesia Vs Bangladesh
Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengajukan permintaan resmi kepada FIFA untuk mengklarifikasi durasi tambahan waktu dalam pertandingan antara Indonesia dan Bangladesh. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya Malaysia menjaga peluang kualifikasi menuju Piala Asia 2027, yang saat ini berada dalam situasi kompetitif di Grup F.
Permintaan klarifikasi tersebut disampaikan setelah laga Indonesia melawan Bangladesh pada Selasa malam, 10 Juni 2025, berakhir dengan kemenangan Indonesia 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Kemenangan itu membawa Indonesia mengoleksi sepuluh poin dari empat pertandingan, sementara Malaysia tertinggal dua poin di posisi kedua dengan delapan poin dari jumlah laga yang sama.
Namun sorotan FAM bukan terletak pada hasil akhir pertandingan, melainkan pada durasi tambahan waktu yang diberikan wasit. Dalam laga yang dipimpin wasit asal Iran, Mohsen Torki, waktu tambahan pada babak kedua ditetapkan selama tujuh menit. Gol kedua Indonesia tercipta pada menit kelima masa tambahan waktu tersebut melalui sundulan bek tengah Rizky Ridho, memanfaatkan skema sepak pojok yang dieksekusi oleh Calvin Verdonk.
Alasan Permintaan Klarifikasi
Sekretaris Jenderal FAM, Noor Azman Bakar, menyatakan bahwa pihaknya menghormati keputusan wasit dan hasil akhir pertandingan. Meski demikian, ia menilai durasi tambahan waktu pada pertandingan tersebut perlu ditinjau kembali karena berdampak signifikan terhadap selisih gol yang menjadi salah satu kriteria penentuan peringkat di fase kualifikasi ini.
Dalam keterangan resminya, Noor Azman menegaskan bahwa FAM tidak berupaya mengubah hasil pertandingan. Fokus permintaan klarifikasi adalah memastikan konsistensi penerapan aturan tambahan waktu pada laga-laga yang tersisa di Grup F, khususnya pertandingan Malaysia berikutnya melawan Vietnam dan Nepal pada September mendatang.
"Kami mengajukan permintaan penjelasan kepada FIFA sebagai bentuk tanggung jawab kami terhadap tim nasional," ujar Noor Azman. "Kami ingin memastikan bahwa setiap keputusan waktu tambahan di pertandingan mendatang diterapkan secara adil dan transparan bagi semua tim yang bersaing di grup ini."
Respons PSSI dan Reaksi Publik
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) merespons santai permintaan FAM. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa kemenangan Indonesia atas Bangladesh telah sah sesuai aturan yang berlaku. Ia menilai klarifikasi yang diminta Malaysia tidak akan mengubah apa pun karena hasil pertandingan adalah keputusan final wasit yang tidak dapat diganggu gugat.
"Kalau pertanyaannya soal tambahan waktu, itu sudah ada mekanisme dan standar yang diikuti wasit," kata Erick Thohir dalam keterangan singkatnya. "Yang jelas tiga poin sudah kami dapat. Fokus kami sekarang adalah pertandingan berikutnya melawan Vietnam."
Di media sosial, permintaan FAM menjadi perdebatan hangat antara pendukung Indonesia dan Malaysia. Sejumlah pengamat menilai langkah FAM wajar sebagai bentuk pengawasan terhadap kompetisi yang ketat. Namun sebagian lain menilai permintaan tersebut berlebihan karena tambahan waktu tujuh menit dinilai masih dalam rentang yang dapat diterima, mengingat adanya sejumlah penghentian akibat pelanggaran dan pergantian pemain sepanjang babak kedua.
FIFA sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait permintaan FAM. Berdasarkan aturan Laws of the Game yang diterbitkan International Football Association Board (IFAB), wasit memiliki kewenangan penuh menentukan durasi tambahan waktu di setiap babak. Waktu tambahan umumnya mengakomodasi penggantian pemain, perawatan cedera, selebrasi gol, serta penundaan lain yang terjadi selama pertandingan.
Dampak terhadap Persaingan Grup F
Kemenangan Indonesia atas Bangladesh membuat posisi Malaysia di grup semakin tertekan. Malaysia memiliki delapan poin hasil dari dua kemenangan dan dua hasil imbang. Pertandingan melawan Vietnam pada September dinilai krusial karena Vietnam saat ini memimpin klasemen dengan sepuluh poin, unggul produktivitas gol atas Indonesia. Dengan selisih yang tipis, setiap gol dan setiap menit pertandingan berpotensi menentukan siapa yang lolos otomatis ke putaran final Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
PSSI berpeluang mengamankan tiket lolos jika mampu meraih hasil positif pada dua laga sisa. Sementara Malaysia harus memaksimalkan laga melawan Vietnam dan Nepal sambil berharap Indonesia kehilangan poin di pertandingan tersisa.
Keputusan FIFA atas permintaan FAM akan menjadi perhatian publik sepak bola Asia Tenggara. Jika FIFA merespons dengan panduan tambahan mengenai penerapan waktu tambahan, hal itu dapat mempengaruhi cara wasit di kawasan Asia menangani pertandingan-pertandingan kualifikasi selanjutnya yang berlangsung ketat dan berimbang.
Yang jelas, persaingan Grup F masih terbuka lebar. Klarifikasi apa pun yang keluar dari markas FIFA di Zurich tidak akan mengubah catatan hasil di lapangan, tetapi bisa memengaruhi cara semua tim mempersiapkan diri menghadapi pertandingan-pertandingan penentuan pada jendela FIFA September mendatang.
Komentar (0)