04, 2026
Olahraga

Fred Kritik Keras Erik ten Hag Saat di Man United: Bagus secara Taktik, Buruk dalam Mengelola Skuad

Rizky Amelia
Rizky Amelia Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Mantan gelandang Manchester United, Fred, mengungkapkan kritik tajam terhadap mantan pelatihnya, Erik ten Hag, terkait cara penanganan skuad selama periode kebersamaan mereka di Old Trafford. Dalam wawancara terbaru, pemain asal Brasil yang kini memperkuat Fenerbahce tersebut menilai Ten Hag sebagai sosok yang mumpuni secara taktik, tetapi lemah dalam aspek manajemen pemain dan komunikasi interpersonal.

Pujian di Sektor Taktik, Sorotan di Manajemen Skuad

Fred menegaskan bahwa kemampuan taktik Ten Hag tidak perlu diragukan. Pelatih asal Belanda itu dinilai memiliki pemahaman mendalam tentang pola permainan, struktur pressing, serta cara membangun serangan dari lini belakang. Menurut Fred, sesi latihan yang dipimpin Ten Hag kerap berisi instruksi rinci mengenai posisi, pergerakan tanpa bola, dan disiplin formasi yang membuat para pemain memahami peran masing-masing di atas lapangan.

Namun, pujian tersebut berbanding terbalik dengan penilaian Fred terhadap kemampuan Ten Hag dalam mengelola ruang ganti. Ia menyebut komunikasi antara pelatih dan pemain sering kali berjalan satu arah, dengan sedikit ruang bagi pemain untuk menyampaikan pandangan atau keluhan. Akibatnya, ketegangan di dalam skuad tidak selalu terselesaikan secara terbuka dan berujung pada ketidaknyamanan sejumlah pemain yang merasa tidak mendapat kejelasan mengenai peran mereka.

Fred mengaku pernah merasakan langsung dampak dari gaya kepemimpinan tersebut. Meski tetap berusaha profesional dengan bekerja keras di setiap sesi latihan, ia mengakui bahwa hubungan dengan Ten Hag tidak berjalan sehangat yang diharapkan. Situasi itu, menurutnya, juga dialami beberapa rekan setim yang akhirnya lebih memilih mencari peluang di klub lain demi mendapatkan menit bermain yang lebih konsisten.

Dampak pada Dinamika Ruang Ganti

Menurut Fred, masalah utama bukan terletak pada kualitas taktik, melainkan pada cara Ten Hag menangani ego dan kebutuhan individual para pemain bintang. Di klub sebesar Manchester United, kata Fred, seorang pelatih dituntut tidak hanya menyusun strategi, tetapi juga mampu menghubungkan kepentingan tim dengan ambisi pribadi setiap pemain. Ketika aspek itu gagal dikelola, performa kolektif pun ikut terdampak.

Ia menyoroti bagaimana rotasi pemain dan kejelasan peran menjadi persoalan yang terus berulang di era kepemimpinan Ten Hag. Banyak pemain, termasuk dirinya sendiri, merasa kesulitan memahami prioritas pelatih dalam menentukan starting eleven. Ketidakpastian tersebut, menurut Fred, dapat mengikis kepercayaan diri pemain dan memengaruhi konsistensi penampilan dalam jangka panjang.

Kritik yang Menggambarkan Pola Umum di Sepak Bola Modern

Kritik Fred bukanlah hal yang sepenuhnya baru di dunia sepak bola. Sejumlah pengamat menilai persoalan serupa kerap muncul di klub-klub besar, ketika seorang pelatih dengan visi taktik kuat berbenturan dengan kebutuhan manajemen personalia. Kemampuan membaca pertandingan dan merancang strategi memang penting, tetapi keberhasilan jangka panjang biasanya ditentukan oleh kemampuan pelatih menjaga harmoni di dalam skuad.

Fred menyampaikan pula bahwa kepindahannya dari Manchester United bukan semata-mata keputusan teknis. Faktor kenyamanan dan kejelasan peran menjadi pertimbangan penting dalam menentukan langkah kariernya. Bersama Fenerbahce, ia mengaku menemukan lingkungan yang lebih mendukung dan komunikasi yang lebih terbuka dengan jajaran pelatih, sehingga dapat kembali menampilkan permainan terbaiknya.

Warisan Ten Hag di Manchester United

Masa kepemimpinan Ten Hag di Manchester United memang menyisakan catatan beragam. Di satu sisi, ia berhasil mempersembahkan trofi dan membangun fondasi permainan yang lebih terstruktur. Di sisi lain, kritik mengenai manajemen skuad, komunikasi dengan pemain, serta hubungan dengan sejumlah figur senior terus menghiasi pemberitaan selama ia menangani klub berjuluk Setan Merah tersebut.

Pernyataan Fred menambah daftar panjang kesaksian dari pemain yang pernah bekerja sama dengan Ten Hag. Beberapa di antaranya sempat menyoroti gaya kepemimpinan yang dianggap terlalu kaku dan kurang akomodatif terhadap kondisi psikologis pemain. Meski begitu, ada pula pihak yang tetap membela Ten Hag dengan alasan bahwa disiplin ketat diperlukan untuk mengembalikan standar kompetitif di klub sebesar Manchester United.

Relevansi bagi Klub dan Pelatih Masa Kini

Kasus ini menjadi pengingat bagi klub-klub elite bahwa peran pelatih tidak berhenti pada aspek teknis. Kemampuan memimpin manusia, membangun kepercayaan, dan menjaga komunikasi dua arah menjadi faktor penentu keberhasilan jangka panjang. Seorang pelatih dapat memiliki gagasan taktik paling brilian sekalipun, tetapi jika gagal merangkul seluruh elemen skuad, hasil akhirnya sering kali tidak sesuai harapan.

Sampai saat ini, Erik ten Hag belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Fred. Manchester United juga belum mengeluarkan komentar terkait isi wawancara tersebut. Terlepas dari itu, kritik Fred menegaskan bahwa sepak bola modern menuntut keseimbangan antara kecerdasan taktik dan kecakapan manajerial, sebuah pelajaran yang relevan bagi siapa pun yang memimpin tim di level tertinggi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizky Amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter