04, 2026
Nasional

Fred soal Ten Hag: Bagus di Taktik, tapi Sampah dalam Mengelola Tim

Mantan gelandang Manchester United Fred tak menahan diri kala membahas mantan bosnya, Erik ten Hag. Ia sebut Ten Hag payah dalam mengelola tim.]]>

Lestari Purnama
Lestari Purnama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Fred soal Ten Hag: Bagus di Taktik, tapi Sampah dalam Mengelola Tim

Pernyataan tajam datang dari mantan pemain Manchester United, Fred, yang kini memperkuat Fenerbahce. Gelandang asal Brasil itu mengkritik keras mantan pelatihnya, Erik ten Hag, dengan menyebut sang juru taktik memiliki kemampuan mumpuni dalam hal taktik, namun buruk dalam aspek manajemen tim. Kritik tersebut menjadi sorotan karena Fred merupakan salah satu pemain yang tersingkir dari skema permainan United pada masa kepemimpinan ten Hag sebelum akhirnya dijual ke klub Turki pada musim panas 2023.

Pujian Sekaligus Kritik Pedas

Dalam wawancara yang dikutip sejumlah media internasional, Fred mengakui bahwa Ten Hag adalah sosok yang piawai merancang strategi pertandingan. Ia menilai pelatih asal Belanda itu memiliki pemahaman taktis yang baik dan mampu membaca situasi laga dengan cukup jeli. Namun, menurut Fred, kelebihan tersebut tidak diimbangi dengan kemampuan mengelola hubungan antarpemain di dalam skuad.

Fred menyebut manajemen tim sebagai titik lemah terbesar Ten Hag. Ia menilai komunikasi dan pendekatan personal yang dilakukan pelatih berusia 54 tahun itu kepada para pemainnya jauh dari ideal. Hal ini, menurut Fred, berdampak langsung pada suasana ruang ganti dan performa sejumlah pemain yang merasa tidak mendapatkan perlakuan adil.

Konteks Pergerakan Fred di Old Trafford

Fred bergabung dengan Manchester United pada 2018 dari Shakhtar Donetsk. Selama lima musim berseragam Setan Merah, ia mencatatkan lebih dari 200 penampilan di berbagai kompetisi. Namun, kedatangan Ten Hag pada 2022 mengubah posisinya. Meski sempat dipercaya pada musim pertamanya, menit bermain Fred menurun drastis seiring kedatangan pemain-pemain baru seperti Casemiro dan Mason Mount.

Pada Juli 2023, Fred resmi dilepas ke Fenerbahce dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai 15 juta euro. Kepindahan itu disebut-sebut sebagai konsekuensi dari keputusan Ten Hag yang lebih memilih profil pemain lain untuk mengisi lini tengah. Sejak itu, Fred menjadi salah satu mantan pemain yang vokal soal kondisi internal United di bawah kendali Ten Hag.

Masalah Manajemen yang Berulang

Kritik Fred bukan yang pertama kali muncul. Sejumlah pemain yang pernah bekerja sama dengan Ten Hag juga sempat menyoroti gaya kepemimpinannya yang dianggap kaku dan kurang komunikatif. Kasus yang paling menonjol adalah perseteruan terbuka dengan Cristiano Ronaldo pada 2022, yang berujung pada pemutusan kontrak sang bintang Portugal. Selain itu, hubungan Ten Hag dengan Jadon Sancho juga memburuk hingga pemain Inggris tersebut dipinjamkan ke Borussia Dortmund.

Beberapa pengamat menilai masalah utama Ten Hag bukan pada kapasitas taktis, melainkan pada cara ia mengelola ego dan ekspektasi para pemain bintang. Di Ajax Amsterdam, pendekatan tersebut sempat berhasil karena skuad yang ditangani mayoritas berisi pemain muda yang masih dalam tahap berkembang. Namun, di Manchester United, kondisi berbeda karena ia harus menangani sejumlah pemain dengan status dan pengalaman internasional yang mapan.

Dampak pada Performa Manchester United

Pada musim 2023/2024, Manchester United menutup kompetisi Liga Primer Inggris di peringkat kedelapan, capaian terburuk sepanjang sejarah klub dalam era Liga Primer. Meski demikian, Ten Hag berhasil mempersembahkan trofi Piala FA setelah mengalahkan Manchester City di final. Prestasi itu sempat menyelamatkan posisinya, meski tekanan publik tetap besar.

Memasuki musim berikutnya, hasil buruk kembali menghampiri United. Rentetan kekalahan dan performa yang tidak konsisten membuat manajemen klub akhirnya memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Ten Hag pada Oktober 2024. Keputusan itu diambil setelah serangkaian evaluasi yang menilai proyek yang dibangunnya tidak berjalan sesuai harapan.

Reaksi Publik dan Analisis Pengamat

Pernyataan Fred memantik beragam reaksi di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola. Sebagian menilai kritik itu valid dan mencerminkan persoalan mendasar yang selama ini dirasakan di tubuh skuad. Sebagian lain menilai komentar tersebut sekadar ekspresi kekecewaan pribadi pemain yang tidak lagi menjadi bagian dari proyek klub.

Pengamat sepak bola menilai pernyataan Fred memperkuat narasi bahwa kelemahan Ten Hag terletak pada aspek soft skill kepemimpinan. Kemampuan merancang taktik memang penting, tetapi mengelola ruang ganti dan menjaga keharmonisan skuad sama krusialnya dalam sepak bola modern. Ketidakmampuan menyeimbangkan kedua hal itu dinilai menjadi salah satu penyebab gagalnya proyek Ten Hag di Old Trafford.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Purnama

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter