Gelandang Inter Milan, Nicolò Barella, menilai Como 1907 sebagai salah satu pesaing serius dalam perebutan gelar juara Liga Italia (Serie A) musim ini. Pernyataan tersebut muncul setelah kedua tim bertemu dalam laga pekan ke-14 Serie A 2025/2026 di Stadion Giuseppe Meazza, di mana Inter menang dengan skor 4-0 atas Como, Minggu (7/12/2025) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut membawa Inter ke puncak klasemen sementara Liga Italia dengan torehan 33 poin dari 14 pertandingan. Pasukan asuhan Simone Inzaghi itu unggul satu poin atas AC Milan yang berada di peringkat kedua, dan dua poin atas Napoli di posisi ketiga. Sementara Como harus puas tertahan di peringkat kelima dengan 27 poin, meski tampil mengejutkan sepanjang musim ini.
Penampilan Como yang Disegani
Meski kalah telak 0-4, Barella menegaskan bahwa skor akhir tidak menggambarkan kualitas permainan Como. Menurutnya, tim asuhan Cesc Fàbregas tersebut tampil disiplin dan berani mengambil inisiatif menyerang, terutama di babak pertama. Ia menilai Como layak diperhitungkan sebagai kandidat juara karena konsistensi performa mereka di paruh awal musim.
“Mereka adalah tim yang sangat terorganisir. Skor 4-0 tidak mencerminkan bagaimana pertandingan berjalan sebenarnya. Como bermain dengan keberanian dan memiliki pelatih yang tahu cara mengatur tim,” ujar Barella dalam wawancara usai pertandingan.
Menurut catatan statistik, Como menciptakan beberapa peluang berbahaya sebelum Inter membuka keunggulan melalui gol Lautaro Martínez pada menit ke-23. Tim tamu juga tercatat menguasai bola cukup banyak di lini tengah, meski kesulitan menembus pertahanan rapat Inter yang dikawal Alessandro Bastoni dan Francesco Acerbi.
Dominasi Inter di Babak Kedua
Inter baru benar-benar mengendalikan pertandingan setelah turun minum. Marcus Thuram menambah keunggulan pada menit ke-57, disusul gol Hakan Çalhanoğlu dari titik penalti pada menit ke-71, dan ditutup gol Federico Dimarco pada menit ke-85. Kemenangan tersebut menjadi yang ke-10 bagi Inter musim ini dari 14 laga, sekaligus menjaga rekor tak terkalahkan di kandang.
Barella mengakui bahwa Inter masih perlu meningkatkan konsistensi, terutama menghadapi tim-tim papan tengah yang berpotensi menyulitkan. Ia menyebut persaingan gelar juara musim ini lebih ketat dibandingkan musim-musim sebelumnya, dengan munculnya tim seperti Como, Atalanta, dan Fiorentina yang mampu bersaing di papan atas.
Peta Persaingan Liga Italia
Musim ini menghadirkan dinamika baru dalam persaingan gelar Serie A. Selain Inter, Milan, dan Napoli yang menjadi langganan papan atas, kehadiran Como sebagai tim promosi yang langsung bersaing di zona Liga Champions menjadi salah satu cerita paling menarik. Cesc Fàbregas, yang baru menjalani musim penuh keduanya sebagai pelatih kepala, berhasil membangun tim dengan permainan menyerang dan efisien.
Como tercatat sebagai salah satu tim dengan jumlah gol terbanyak di Serie A musim ini, dengan rata-rata lebih dari dua gol per pertandingan. Mereka juga mencatat kemenangan penting atas Juventus dan Fiorentina, serta menahan imbang Napoli di Stadion Diego Armando Maradona. Hasil-hasil tersebut membuat banyak pengamat menilai Como sebagai kuda hitam yang bisa mengganggu dominasi tim-tim besar.
Barella menambahkan, Inter tidak boleh lengah dengan menganggap remeh tim-tim non-unggulan. Menurutnya, setiap pertandingan di Serie A memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, terutama bagi tim yang bermain di kompetisi Eropa seperti Inter yang masih bersaing di Liga Champions.
Jadwal Padat Jadi Tantangan
Inter akan menghadapi jadwal padat dalam beberapa pekan ke depan. Setelah melawan Como, mereka dijadwalkan bertandang ke markas Lazio di ajang Serie A, kemudian melakoni laga krusial Liga Champions melawan Bayer Leverkusen. Barella menyebut rotasi pemain akan menjadi kunci untuk menjaga kebugaran dan performa tim.
“Kami punya skuad yang cukup dalam. Pelatih bisa melakukan rotasi tanpa menurunkan kualitas. Itu penting karena kami bermain setiap tiga hari,” tuturnya.
Di sisi lain, Como akan menghadapi ujian berikutnya melawan Atalanta di kandang sendiri. Fàbregas diyakini tetap mempertahankan pendekatan menyerang, meski menghadapi tim yang dikenal agresif. Jika mampu meraih hasil positif, Como berpeluang kembali menempel ketat kelompok teratas klasemen.
Dengan lebih dari separuh musim masih tersisa, pernyataan Barella menegaskan bahwa persaingan gelar juara Serie A musim ini tidak hanya milik tim-tim tradisional. Como, dengan proyek jangka panjang dan dukungan finansial yang kuat, disebut-sebut sebagai ancaman nyata bagi dominasi Inter, Milan, dan Juventus dalam beberapa tahun ke depan.
Komentar (0)