29, 2026
Nasional

Gempa M 6,4 Guncang Tanimbar, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 6,4 mengguncang Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada kedalaman 160 km. BMKG memastikan tidak ada potensi tsunami. Informasi lebih lanjut menyusul.]]>

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gempa M 6,4 Guncang Tanimbar, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 6,4 Guncang Tanimbar, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,4 mengguncang wilayah Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Sabtu (24/6/2023) pagi. Gempa yang terjadi pada pukul 07.57 WIT tersebut tidak berpotensi tsunami berdasarkan pernyataan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurut keterangan resmi dari BMKG, pusat gempa berada di laut 112 kilometer (km) barat laut dari Saumlaki, Tanimbar, Maluku dengan kedalaman 10 km. Gempa ini disebabkan aktivitas sesar naik (thrust fault) yang terjadi di wilayah tersebut.

Kepala Pusat Data dan Informasi BMKG, Muktisari, menjelaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. "Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi yang terjadi di wilayah Tanimbar, Maluku pada Sabtu (24/6) pagi tidak berpotensi tsunami," ujar Muktisari dalam keterangannya, Sabtu (24/6/2023).

Meskipun tidak berpotensi tsunami, gempa ini dirasakan hingga ke beberapa wilayah sekitarnya. Warga di Saumlaki, Tanimbar, melaporkan merasakan gempa dengan intensitas yang cukup kuat. Beberapa warga sempat panik dan langsung melarikan dira keluar rumah demi keamanan.

"Saya sedang sarapan saat tiba-tiba rumah goyang-goyang. Piring di dapur berbuny keras dan beberapa barang jatuh. Saya langsung memanggil anak-anak untuk keluar rumah," kata seorang warga setempat, Antonius (45), kepada wartawan melalui telepon.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Barat Daya, Habel Malak, mengatakan hingga kini belum ada laporan adanya korban jiwa atau kerusakan signifikan akibat gempa tersebut.

"Kami masih mengumpulkan data dari berbagai kecamatan. Saat ini belum ada laporan adanya korban jiwa atau kerusakan gedung yang berarti. Namun, beberapa warga melaporkan kerusakan ringan pada rumah tinggal," jelas Habel Malak.

BPBD bersama tim SAR sudah diterjunkan ke beberapa lokasi untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan. Tim fokus pada pengecekan fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah, dan puskesmas.

Dalam keterangannya, Habel Malak meminta warga tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak jelas. "Warga diminta tetap tenang dan tidak terpancak isu yang tidak berdasar. Kami akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan," ujarnya.

Kondisi Setelah Gempa

Setelah gempa, beberapa warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih terbata-bata seperti lapangan atau fasilitas umum yang dianggap aman. Namun, seiring waktu, kebanyakan warga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing setelah yakin tidak ada gempa susulan yang kuat.

Rumah sakit umum di Saumlaki sudah siaga penuh untuk menangani kemungkinan korban luka akibat gempa. Tim medis dari puskesmas setempat juga diterjunkan untuk melakukan pengecekan kesehatan di beberapa desa yang terdampak.

Kepala RSUD Saumlaki, dr. Yohana Pattiruhu, mengatakan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan ruang gawat darurat dan tim medis siaga 24 jam. "Kami sudah mempersiapkan ruang gawat darurat dan tim medis siaga 24 jam. Namun hingga saat ini belum ada korban yang dirawat di rumah sakit ini," jelas dr. Yohana.

Upaya Penanggulangan

Pemerintah Daerah Maluku Barat Daya bersama BPBD sedang melakukan koordinasi untuk menanggulangi dampak gempa. Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial juga akan memberikan bantuan untuk warga terdampak.

"Kami akan memberikan bantuan berupa sembako, selimut, dan tenda untuk warga yang rumahnya rusak akibat gempa. Bantuan ini akan disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan," kata Kepala Kanwil Kementerian Sosial Maluku, Bambang Santoso.

Gempa bumi yang terjadi di Tanimbar ini merupakan gempa terkuat yang melanda wilayah Maluku dalam kurun waktu satu tahun terakhir. BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi.

"Meskipun tidak berpotensi tsunami, gempa susulan masih mungkin terjadi. Kami meminta masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran pihak berwenang," tambah Muktisari dari BMKG.

Wilayah Maluku memang rawan gempa bumi karena berada di jalur cincin api (ring of fire) dimana aktivitas tektonik sangat tinggi. Pemerintah daerah diimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam yang sering terjadi di wilayah ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter