Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Pasar Tanjung Tanpa Penggusuran
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Semarang, Gus Fawait, menegaskan revitalisasi Pasar Tanjung akan dilakukan tanpa ada penggusuran pedagang. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran kegiatan ekonomi masyarakat dan menjaga stabilitas sosial di sekitar pasar.
Menurut Gus Fawait, revitalisasi Pasar Tanjung merupakan bagian dari program pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas infrastrukture pasar di seluruh Semarang. Pasar Tanjung yang sebelumnya memiliki kondisi memprihatinkan akan direvitalisasi secara bertahap dengan mempertimbangkan kenyamanan para pedagang dan pembeli.
Program Tanpa Penggusuran
Gus Fawait menjelaskan bahwa program revitalisasi ini akan berbeda dengan program serupa yang pernah dilakukan di tempat lain. "Kami tidak akan melakukan penggusuran. Semua pedagang akan tetap beroperasi di lokasi yang sama meski ada perubahan bentuk fisik pasar," ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (15/3).
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan konsultasi intensif dengan para pedagang dan tokoh masyarakat setempat sebelum merumuskan program ini. "Kami memahami betapa pentingnya pasar bagi kelangsungan hidup masyarakat di sini. Oleh karena itu, kita harus memastikan revitalisasi tidak mengganggu aktivitas ekonomi mereka," jelasnya.
Perencanaan Bertahap
Revitalisasi Pasar Tanjung akan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah perbaikan infrastruktur dasar seperti drainase, listrik, dan jalan akses. Tahap kedua adalah pembangunan bangunan pasar yang lebih baik dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan dan keamanan. Tahap terakhir adalah penataan lingkungan sekitar pasar agar lebih bersih dan menarik.
Gus Fawait mengatakan bahwa pemerintah kota telah menganggarkan dana sebesar Rp15 miliar untuk tahap awal revitalisasi ini. "Anggaran ini akan digunakan untuk perbaikan infrastruktur dasar dan pembangunan beberapa unit kios baru yang akan ditempatkan di area yang tidak mengganggu aktivitas pedagang yang sudah ada," terangnya.
Partisipasi Pedagang
Untuk memastikan keberhasilan program ini, pemerintah kota melibatkan aktif para pedagang dalam perencanaan dan pelaksanaan. "Kami membentuk tim khusus yang terdiri dari perwakilan pedagang, tokoh masyarakat, dan aparat desa untuk memonitor pelaksanaan revitalisasi. Dengan begitu, kebutuhan dan aspirasi pedagang bisa terwujud dalam bentuk fisik pasar yang baru," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Tanjung, Ahmad Yani, menyambut baik rencana revitalisasi ini. "Kami sudah lama menanti-nanti perbaikan pasar ini. Kondisi pasar yang sudah usini membuat kami kesulitan dalam berjualan, terutama saat hujan. Dengan revitalisasi, kami harap dapat meningkatkan kualitas layanan kepada pembeli," ujarnya.
Tantangan yang Dihadapi
Meski demikian, revitalisasi Pasar Tanjung tidak luput dari berbagai tantangan. Salah satunya adalah masalah lahan yang sempit dan adanya beberapa pedagang yang mendirikan kios tanpa izin di area sekitar pasar. "Kami akan mengatasi masalah ini melalui pendekatan persuasif dan memberikan alternatif lokasi bagi para pedagang yang memang membutuhkan ruang lebih luas," kata Gus Fawait.
Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk memastikan desain revitalisasi pasar tidak mengganggu tata ruang kota. "Kita ingin Pasar Tanjung tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga menjadi ikon kebanggaan warga Semarang," tambahnya.
Target Penyelesaian
Dengan dana yang telah tersedia, pemerintah kota menargetkan tahap pertama revitalisasi dapat diselesaikan dalam enam bulan ke depan. "Kami berharap pada akhir tahun ini, Pasar Tanjung sudah dapat beroperasi dengan kondisi yang lebih baik. Untuk tahap selanjutnya, kami akan mencari dana tambahan dari APBD maupun kerjasama dengan pihak swasta," ujar Gus Fawait.
Menurutnya, revitalisasi Pasar Tanjung ini akan menjadi pilot project untuk revitalisasi pasar di kawasan lainnya di Semarang. "Jika program ini berhasil, kami akan menerapkan konsep serupa untuk pasar-pasar lain yang membutuhkan perbaikan," pungkasnya.
Komentar (0)