Gelandang Sheffield United, Hamza Choudhury, melontarkan pujian terhadap perkembangan sepak bola Indonesia. Pemain berdarah Bangladesh-Inggris itu menilai Timnas Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk segera menembus putaran final Piala Dunia. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sebuah wawancara yang membahas peta kekuatan sepak bola Asia serta persaingan menuju ajang empat tahunan tersebut.
Menurut Choudhury, kemajuan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir bukanlah hal yang muncul secara tiba-tiba. Ia menyoroti bagaimana federasi, klub, dan para pemain bekerja bersama membangun ekosistem yang lebih kompetitif. Ia menyebut investasi di level pembinaan usia muda serta naturalisasi pemain yang tepat sasaran menjadi dua faktor utama yang membuat Indonesia kini diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara dan Asia secara keseluruhan.
Kekuatan Baru di Asia Tenggara
Choudhury mengaku mengikuti perkembangan Timnas Indonesia sejak beberapa waktu terakhir, terutama ketika Indonesia tampil di ajang Piala Asia. Ia menilai Skuad Garuda menunjukkan peningkatan kualitas permainan yang signifikan, baik dari segi organisasi pertahanan maupun efektivitas serangan. Menurutnya, Indonesia tidak lagi sekadar tim yang mengandalkan semangat dan dukungan suporter, tetapi juga memiliki taktik dan struktur permainan yang matang.
“Yang saya lihat dari Indonesia adalah sebuah tim yang sedang membangun sesuatu. Mereka punya pemain-pemain dengan kualitas bagus, ada yang bermain di Eropa, ada yang bermain di liga domestik yang kompetitif. Kombinasi itu membuat mereka sulit dihadapi,” ujar Choudhury menggambarkan pandangannya.
Ia juga menyebut performa Indonesia di kualifikasi Piala Dunia sebagai bukti bahwa jarak antara tim-tim Asia kini semakin tipis. Jika sebelumnya hanya Jepang, Korea Selatan, Iran, dan Australia yang mendominasi, kini negara-negara seperti Indonesia, Vietnam, dan Thailand mulai mampu memberikan perlawanan sengit. Choudhury menilai hal itu positif bagi perkembangan sepak bola Asia secara keseluruhan.
Peluang Lolos ke Piala Dunia
Dalam pandangan Choudhury, Indonesia memiliki peluang realistis untuk lolos ke Piala Dunia dalam waktu dekat. Ia menilai kualitas skuad saat ini cukup untuk bersaing di putaran kualifikasi, terlebih dengan tambahan kuota peserta dari Asia. Ia menyebut konsistensi sebagai kunci utama agar ambisi tersebut tidak berhenti sebagai wacana.
“Kalau mereka bisa menjaga konsistensi, memperbaiki detail-detail kecil, saya rasa Indonesia seharusnya bisa segera lolos. Mereka punya segalanya: pemain, suporter, dan perhatian dari seluruh negeri,” kata Choudhury.
Ia menambahkan bahwa dukungan suporter Indonesia yang terkenal fanatik bisa menjadi keuntungan besar, terutama saat bermain di kandang. Menurutnya, atmosfer di stadion-stadion Indonesia termasuk yang paling menakutkan bagi tim tamu di Asia. Hal itu, lanjutnya, adalah modal berharga yang tidak dimiliki semua negara.
Tantangan yang Harus Diatasi
Meski optimistis, Choudhury tidak menutup mata terhadap sejumlah tantangan yang masih dihadapi Indonesia. Ia menyebut stabilitas performa menjadi persoalan utama. Menurutnya, tim yang ingin lolos ke Piala Dunia harus mampu meraih hasil positif secara berkelanjutan, bukan hanya sesekali tampil gemilang.
Selain itu, ia menilai pengalaman bertanding di level internasional tetap menjadi faktor pembeda. Pemain-pemain Indonesia perlu lebih sering berhadapan dengan tim-tim kelas atas agar terbiasa dengan intensitas dan tekanan pertandingan level dunia. Choudhury berharap semakin banyak pemain Indonesia yang mendapat kesempatan berkarier di liga-liga Eropa agar kualitas individu terus meningkat.
Ia juga menyoroti pentingnya kesinambungan program pembinaan. Menurutnya, negara yang berhasil lolos ke Piala Dunia biasanya memiliki sistem pembinaan yang berjalan konsisten selama bertahun-tahun, bukan hanya mengandalkan satu generasi emas. Choudhury berpesan agar Indonesia tidak berpuas diri dengan pencapaian saat ini dan terus membangun dari bawah.
Respek untuk Sepak Bola Indonesia
Choudhury menegaskan bahwa pandangannya bukan sekadar basa-basi. Ia mengaku memiliki keterkaitan emosional dengan sepak bola Asia karena latar belakang keluarganya, sehingga ia mengikuti perkembangan kawasan ini dengan cukup serius. Ia menyebut Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi terbesar yang belum sepenuhnya tergarap.
“Saya rasa semua orang di Asia tahu betapa besar potensi Indonesia. Sekarang tinggal bagaimana mereka mengelola potensi itu dengan baik. Kalau itu terjadi, bukan hal yang mengejutkan jika kita melihat Indonesia di Piala Dunia,” tuturnya.
Pernyataan Choudhury menambah deretan pujian yang datang dari pesepak bola internasional terhadap Timnas Indonesia. Sebelumnya, sejumlah pemain dan pelatih dari berbagai negara juga menyoroti kemajuan sepak bola Indonesia, terutama setelah keberhasilan menembus putaran final Piala Asia dan meningkatkan peringkat di kualifikasi Piala Dunia.
Bagi Indonesia, apresiasi semacam ini bisa menjadi bahan bakar tambahan sekaligus pengingat bahwa ekspektasi publik kini semakin tinggi. Perjalanan menuju Piala Dunia masih panjang dan penuh rintangan, tetapi setidaknya dari kacamata pemain yang pernah merasakan kerasnya sepak bola Eropa, Indonesia kini berada di jalur yang benar.
Komentar (0)