30, 2026
Olahraga

Harap Bersabar, Italia Kini Tak Punya Pemain seperti Totti dan Del Piero

Roberto Mancini blak-blakan soal kondisi sepakbola Italia saat ini. Kualitas generasi Italia kini dinilainya tidak seperti saat masa kejayaan dua dekade lalu.]]>

Andi Prasetyo
Andi Prasetyo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Harap Bersabar, Italia Kini Tak Punya Pemain seperti Totti dan Del Piero

Tim nasional Italia kembali menghadapi kenyataan pahit soal regenerasi pemain depan. Publik sepak bola Italia diminta bersabar karena generasi baru belum melahirkan sosok yang benar-benar bisa disamakan dengan Francesco Totti atau Alessandro Del Piero. Dua nama itu telah menjadi standar tertinggi bagi seorang penyerang atau gelandang serang di Italia selama lebih dari dua dekade terakhir. Ketika keduanya pensiun, muncul harapan bahwa akan ada penerus yang setara. Namun hingga kini, harapan itu belum terwujud.

Totti menghabiskan seluruh kariernya bersama AS Roma dan menjadi simbol kesetiaan sekaligus kualitas teknis luar biasa. Del Piero identik dengan Juventus dan dikenal karena ketenangan, kreativitas, serta eksekusi bola mati yang mematikan. Keduanya bukan hanya pencetak gol, tetapi juga pemimpin permainan yang mampu mengubah arah pertandingan dalam satu momen. Kombinasi antara visi, sentuhan pertama, dan ketenangan di kotak penalti membuat keduanya nyaris mustahil digantikan.

Krisis Identitas di Lini Serang

Sejak pensiunnya Totti pada 2017 dan Del Piero pada 2012, Italia memang sempat mengandalkan sejumlah nama seperti Ciro Immobile, Lorenzo Insigne, dan Federico Chiesa. Akan tetapi, tak satu pun dari mereka berhasil mencapai level konsistensi dan pengaruh seperti dua legenda tersebut. Immobile produktif di level klub, terutama bersama Lazio, tetapi kerap kesulitan ketika mengenakan seragam Azzurri. Insigne sempat menjadi andalan, namun performanya menurun drastis setelah pindah ke Toronto FC. Chiesa memiliki kecepatan dan determinasi, tetapi rentan cedera dan belum stabil.

Masalah bukan semata soal jumlah gol. Italia kehilangan tipe pemain yang bisa menjadi jembatan antara lini tengah dan lini depan, pemain yang mampu menciptakan peluang sekaligus menyelesaikannya. Totti dan Del Piero adalah "trequartista" modern yang beroperasi di ruang sempit, membaca permainan lebih cepat dari lawan, dan mengeksekusi tendangan bebas dengan presisi tinggi. Karakter seperti itu kini langka, bukan hanya di Italia tetapi juga di sepak bola dunia.

Faktor Struktural dan Filosofi Permainan

Sejumlah pengamat menilai kelangkaan pemain tipe Totti dan Del Piero berkaitan dengan perubahan filosofi pembinaan usia muda di Italia. Klub-klub Serie A cenderung mengutamakan hasil instan sehingga memberi ruang terbatas bagi pemain muda untuk berkembang. Selain itu, banyak akademi sepak bola kini lebih menekankan fisik dan taktik ketimbang kebebasan berekspresi. Akibatnya, pemain muda tumbuh dengan disiplin taktis tinggi, tetapi kurang memiliki kreativitas dan keberanian untuk mengambil risiko.

Sistem permainan modern juga menuntut penyerang untuk menekan lawan dan berlari lebih banyak. Peran gelandang serang klasik yang bebas dari tugas bertahan semakin jarang ditemukan. Totti dan Del Piero hidup di era ketika seorang pemain bisa berperan sebagai pencipta peluang tanpa harus menempuh jarak belasan kilometer setiap pertandingan. Perubahan ini membuat pemain dengan karakteristik serupa sulit menembus tim utama, terutama di klub besar yang tekanan hasilnya tinggi.

Tekanan Publik dan Warisan Legenda

Tekanan publik Italia terhadap pemain muda juga menjadi faktor penghambat. Setiap penyerang muda yang mencetak satu atau dua gol langsung dibandingkan dengan Totti atau Del Piero. Perbandingan semacam itu tidak adil dan sering kali merusak kepercayaan diri. Alih-alih berkembang secara alami, pemain muda dibebani ekspektasi berlebihan. Beberapa di antaranya kemudian gagal memenuhi standar yang tidak realistis dan kehilangan tempat di tim nasional.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) sebenarnya telah berupaya memperbaiki pembinaan melalui program akademi dan kompetisi kelompok umur. Namun hasilnya tidak bisa dirasakan dalam waktu singkat. Negara-negara lain seperti Prancis dan Spanyol lebih dulu membangun sistem yang menghasilkan banyak pemain kreatif secara berkelanjutan. Italia baru mulai menata ulang fondasi pembinaan dalam beberapa tahun terakhir.

Harapan pada Generasi Baru

Meski demikian, bukan berarti Italia tidak memiliki masa depan. Nama-nama seperti Giacomo Raspadori, Nicolò Zaniolo, dan Lorenzo Pellegrini masih memiliki waktu untuk berkembang. Raspadori menunjukkan ketenangan di depan gawang, sementara Zaniolo punya kekuatan fisik dan kemampuan menembus pertahanan. Pellegrini memiliki visi dan tendangan yang baik, meski konsistensinya belum stabil. Mereka belum berada di level Totti atau Del Piero, tetapi bukan mustahil mencapai titik itu jika diberi kesempatan dan lingkungan yang tepat.

Pelatih tim nasional Italia, siapa pun yang menjabat, menghadapi tugas sulit: membangun identitas serangan tanpa bayang-bayang dua legenda. Pendekatan yang terlalu bergantung pada satu pemain terbukti tidak lagi efektif di sepak bola modern. Italia perlu mengembangkan sistem kolektif yang mampu menciptakan peluang dari berbagai posisi, bukan hanya mengandalkan satu sosok kreatif.

Pada akhirnya, permintaan untuk bersabar adalah pesan yang masuk akal. Melahirkan pemain sekaliber Totti atau Del Piero bukan pekerjaan satu atau dua tahun. Dibutuhkan pembinaan jangka panjang, keberanian memberi kesempatan kepada pemain muda, dan budaya sepak bola yang menghargai kreativitas. Italia mungkin belum menemukan penerus sejati mereka, tetapi sejarah menunjukkan bahwa sepak bola Italia selalu mampu melahirkan kejutan. Publik tinggal menunggu, tanpa perlu memaksakan perbandingan yang tidak perlu.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Andi Prasetyo

Kontributor bidang kebugaran dan olahraga. Menulis tips workout dan gaya hidup aktif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter