01, 2026
Ekonomi

Harga Emas Antam Turun di Awal Oktober 2026, 1 Gram Kini Dibanderol Rp2,58 Juta

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/02/25/699e80c0ed43f-emas-antam_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Reza Setiawan
Reza Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan awal Oktober 2026. Emas dengan berat 1 gram kini dibanderol Rp2,58 juta, turun dibandingkan posisi akhir September 2026. Penurunan ini mencerminkan pergerakan harga logam mulia yang dipengaruhi oleh dinamika pasar global, terutama fluktuasi harga emas dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Rincian Harga Emas Antam per 1 Oktober 2026

Berdasarkan informasi yang dihimpun, harga emas Antam untuk ukuran 1 gram berada di level Rp2.580.000. Angka ini berlaku untuk pembelian tunai di kantor pusat Antam maupun melalui sejumlah mitra penjualan resmi. Harga tersebut belum termasuk pajak dan biaya administrasi yang biasanya dikenakan pada transaksi tertentu.

Selain ukuran 1 gram, Antam juga menetapkan harga untuk berbagai ukuran lain. Emas dengan berat 0,5 gram dibanderol sekitar Rp1.340.000, sementara ukuran 2 gram berada di kisaran Rp5.100.000. Untuk ukuran yang lebih besar, seperti 5 gram, harga berada di sekitar Rp12.650.000. Adapun ukuran 10 gram dilepas dengan harga sekitar Rp25.200.000, dan ukuran 100 gram dibanderol sekitar Rp251.000.000.

Harga buyback atau harga jual kembali juga mengalami penyesuaian. Pada awal Oktober 2026, Antam menetapkan harga buyback di level Rp2.360.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga buyback ini menjadi perhatian bagi investor yang ingin melakukan aksi ambil untung atau realisasi keuntungan.

Faktor Pendorong Penurunan Harga

Penurunan harga emas Antam pada awal Oktober 2026 tidak terlepas dari pergerakan harga emas di pasar internasional. Harga emas dunia yang diperdagangkan di pasar spot mengalami koreksi setelah sebelumnya mencapai level tertinggi. Koreksi ini dipicu oleh sejumlah faktor, termasuk penguatan indeks dolar AS dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve.

Ketika dolar AS menguat, harga emas yang dihargai dalam dolar cenderung tertekan. Hal ini terjadi karena emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan global berpotensi menurun. Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS yang meningkat juga membuat aset safe haven seperti emas kurang menarik dibandingkan instrumen pendapatan tetap.

Dari sisi domestik, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memengaruhi harga emas Antam. Jika rupiah melemah, harga emas dalam negeri cenderung naik. Sebaliknya, ketika rupiah menguat atau stabil, tekanan terhadap harga emas domestik bisa berkurang. Pada awal Oktober 2026, pergerakan rupiah relatif terjaga sehingga penyesuaian harga emas Antam mengikuti tren global.

Respons Pasar dan Minat Investor

Penurunan harga emas biasanya menjadi momen yang ditunggu oleh sebagian investor ritel. Mereka memanfaatkan koreksi harga untuk melakukan akumulasi atau pembelian emas sebagai instrumen lindung nilai. Emas masih dianggap sebagai aset yang relatif aman di tengah ketidakpastian ekonomi global, termasuk gejolak geopolitik dan tekanan inflasi.

Namun, tidak semua investor serta-merta menambah porsi emas. Sebagian memilih menunggu arah pasar lebih jelas, terutama menjelang rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan Eropa. Data seperti inflasi, tingkat pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi menjadi acuan dalam memperkirakan arah suku bunga global, yang pada gilirannya memengaruhi harga emas.

Di sisi lain, penurunan harga emas Antam juga berdampak pada minat masyarakat terhadap perhiasan emas. Ketika harga bahan baku turun, harga perhiasan di tingkat toko cenderung ikut menyesuaikan, meskipun dengan lag waktu tertentu. Hal ini bisa mendorong peningkatan permintaan menjelang musim pernikahan dan hari besar keagamaan.

Prospek Harga Emas ke Depan

Prospek harga emas ke depan masih dipengaruhi oleh sejumlah variabel. Selain kebijakan moneter AS, perkembangan ekonomi China sebagai salah satu konsumen emas terbesar dunia juga menjadi faktor penting. Permintaan emas dari bank sentral berbagai negara, termasuk bank sentral di Asia, turut memberikan fondasi bagi harga emas dalam jangka panjang.

Analis memperkirakan harga emas masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat dalam jangka menengah, seiring dengan masih adanya ketidakpastian global. Namun, koreksi jangka pendek seperti yang terjadi pada awal Oktober 2026 dinilai wajar dalam siklus pasar komoditas.

Bagi masyarakat yang ingin membeli emas Antam, disarankan untuk memantau harga secara berkala dan menyesuaikan dengan tujuan investasi masing-masing. Pembelian emas sebaiknya dilakukan secara bertahap, terutama jika ditujukan untuk jangka panjang. Dengan demikian, risiko fluktuasi harga dapat diminimalkan.

Secara keseluruhan, penurunan harga emas Antam menjadi Rp2,58 juta per gram pada awal Oktober 2026 mencerminkan dinamika pasar yang terus bergerak. Faktor global dan domestik saling memengaruhi, sehingga investor perlu mencermati perkembangan informasi terkini sebelum mengambil keputusan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Reza Setiawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter