Heboh Malaysia Incar Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu
Asa baru bagi sepak bola Malaysia tengah menunjukkan gejala positif dengan kabar bahwa Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dikabarkan sedang mendekati pelatih timnas Jepang, Hajime Moriyasu. Kabar ini langsung menjadi sorotan di dunia persepakbolaan Asia, mengingat prestige yang dimiliki Moriyasu sebagai arsitek kebangkitan Samurai Blue.
Moriyasu, yang telah memimpin Jepang sejak 2018, berhasil membawa timnya menjadi juara Piala Asia 2022 dan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022. Prestasinya itu membuatnya menjadi salah satu pelatih paling diincar di Asia Tenggara. Meskipun kontraknya dengan Jepang berakhir pada tahun 2026, rumor kepindahannya ke Malaysia sudah mulai bergema sejak beberapa pekan terakhir.
Minat Malaysia yang Tidak Kenal Henti
Sumber dekat FAM mengungkapkan bahwa federasi itu benar-benar serius dalam mendekati Moriyasu. "Kami melihat visi jangka panjang yang bisa dibawa Moriyasu untuk sepak bola Malaysia. Ia bukan hanya pelatih yang sukses, tetapi juga paham sepak bola Asia," ujar sumber yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.
Kepastian ini diperkuat dengan kunjungan beberapa pejabat FAM ke Jepang beberapa waktu lalu. Mereka dilaporkan bertemu dengan perwakilan agen Moriyasu untuk membahas kemungkinan kerja sama. Malaysia sendiri tengah dalam proses mencari pengganti Kim Pan-gon, yang kontraknya sebagai direktur teknis dan pelatih kepala berakhir setelah Piala Asia 2023.
Minat Malaysia pada Moriyasu bukanlah hal baru. Pada 2022, FAM juga dikabarkan mencoba mendekatinya sebelum ia memperpanjang kontrak dengan Jepang. Namun, kali ini tampaknya upaya mereka lebih terstruktur dan serius.
Prestasi Gemilang Moriyasu
Keberhasilan Moriyasu membawa Jepang menjadi juara Piala Asia 2022 di Qatar menjadi pembeda utama. Dibawah asuhannya, Jepang berhasil mengalahkan tim-tim kuat seperti Korea Selatan dan Australia sebelum akhirnya menumbangkan Indonesia di final. Ia juga berhasil membawa Jepang lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Qatar meskipun unggulan terakhir di grup.
Gaya permainan Moriyasu yang menekankan teknis, kecepatan, dan disiplin taktis dianggap cocok untuk mengembangkan sepak bola Malaysia. Ia juga dikenal sebagai pelatih yang tidak segan memberikan kesempatan kepada pemain muda, yang menjadi kebutusan bagi Malaysia yang tengah dalam transisi generasi.
Tantangan di Depan
Meski demikian, mendatangkan Moriyasu bukanlah tugas yang mudah. Selain gaji yang mungkin harus dibayar dengan nominal besar, ada tantangan untuk meyakinkannya pindah ke Malaysia yang sedang dalam proses pembangunan kembali setelah beberapa tahun kelesuan.
Selain itu, ada juga masalah bahasa dan budaya. Meskipun Jepang dan Malaysia memiliki beberapa kesamaan budaya, perbedaan bahasa dan lingkungan sepak bola yang berbeda bisa menjadi hambatan. Moriyasu juga harus siap menghadapi tekanan tinggi dari publik Malaysia yang menantang prestasi sejak awal.
Reaksi dari Pihak Terkait
Sementara itu, reaksi dari kalangan sepak bola Malaysia terhadap rumor ini cukup beragam. Beberapa pihak mendukung penuh rencana ini, menganggap Moriyasu adalah solusi bagi kemunduran performa Tim Harimau Malaya.
"Jika benar FAM mendekati Moriyasu, itu adalah langar yang sangat cerdas. Ia adalah pelatih yang membuktikan kualitasnya di level internasional," ujar mantan pemain internasional Malaysia, Ahmad Fazli Jaffar.
Di sisi lain, ada juga skeptis yang mempertanyakan apakah Moriyasu akan mau meninggalkan Jepang yang sedang di puncak kejayaannya. "Moriyasu sedang dalam masa kejayaan di Jepang. Apakah ia akan meninggalkan semua itu untuk memulai tantangan baru di Malaysia?" tanya seorang analis sepak bola, Tan Sri Anuar Jat.
Sampai saat ini, FAM belum secara resmi mengonfirmasi atau membantah rumor ini. Namun, jika benar terjadi, pengangkatan Moriyasu akan menjadi langkah bersejarah bagi sepak bola Malaysia yang selama ini berjuang untuk bangkit dari keterpurukan.
Komentar (0)