30, 2026
Nasional

Houthi Bikin Konflik Timur Tengah Makin Memanas, Seberapa Kuat dan Benarkah Sulit Dikalahkan?

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2022/04/01/62466eed4aa28-militan-kelompok-hutsi-houthi-saat-berkumpul-di-kota-sanaa-yaman_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Hesti Nasution
Hesti Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Houthi Bikin Konflik Timur Tengah Makin Memanas, Seberapa Kuat dan Benarkah Sulit Dikalahkan?

Kelompok Houthi, secara resmi dikenal sebagai Ansar Allah, terus menjadi salah satu aktor utama yang memperumit situasi keamanan di Timur Tengah. Dengan serangan-serangan terkini yang menargetkan kapal-kapal dagang di Laut Merah, kelompok ini kembali menarik perhatian internasional terkait kekuatan dan kapabilitas militernya yang semakin mengkhawatirkan.

Asal Usul dan Ideologi

Kelompok Houthi berakar dari gerakan Zaidiyah, sebuah cabang Syiisme yang relatif konservatif. Didirikan oleh Hussein Badreddin al-Houthi pada tahun 1990-an, gerakan ini awalnya muncul sebagai gerakan sosial dan agama di provinsi Sa'dah, Yaman utara. Namun, seiring waktu, kelompok ini berkembang menjadi pihak bersenjata yang aktif dalam konflik politik dan militer di Yaman.

Setelah Hussein al-Houthi tewas dalam operasi militer pemerintah pada 2004, saudaranya Abdul-Malik al-Houthi mengambil alih kepemimpinan. Di bawah kepemimpinannya, kelompok ini semakin memperkuat posisinya baik secara militer maupun politik, terutama setelah terjadinya perang saudara di Yaman pada 2014.

Kekuatan Militer

Keberadaan Houthi sebagai aktor militer yang signifikan tidak dapat diremehkan. Kelompok ini telah membangun arsenal yang cukup lengkap, termasuk rudal balistik, drone, dan berbagai jenis senjata ringan. Kapabilitas rudal mereka telah terbukti mampu mencapai wilayah Arab Saudi bahkan hingga ke Uni Emirat Arab.

Salah satu keunggulan militer Houthi adalah kemampuan mereka dalam menggunakan teknologi rudal dan drone yang relatif canggih. Meskipun banyak dari persenjataan ini diyakini berasal dari dukiran Iran, adaptasi dan pengembangan oleh Houthi sendiri telah menunjukkan tingkat keahlian yang tidak biasa.

Struktur organisasi militer Houthi juga terorganisir dengan baik. Kelompok ini memiliki hierarki komando yang jelas dan sistem pelatihan yang terstruktur. Pasukan mereka terdiri dari ribuan anggota yang loyal dan siap dikerahkan ke medan perang.

Strategi Perang

Houthi dikenal dengan strategi perang gerilya yang efektif. Mereka memanfaatkan medaan pegunungan di Yaman utara untuk membangun pertahanan yang sulit ditembus. Selain itu, mereka juga menggunakan teknik perang urban dalam pertempuran di kota-kota besar seperti Sana'a.

Salah satu strategi yang paling efektif adalah penggunaan ranjau darat dan serangan penyergapan. Taktik ini membuat pasukan lawan, terutama koalisi pimpinan Arab Saudi, mengalami banyak korban dan kesulitan dalam memperluas kendali mereka di wilayah yang dikuasai Houthi.

Selain itu, Houthi juga mampu melaksanakan operasi di luar wilayah Yaman. Serangan mereka terhadap kapal-kapal di Laut Merah dan Teluk Aden menunjukkan jangkauan operasional yang semakin luas, yang memungkinkan mereka untuk mengganggu jalur perdagangan internasional.

Faktor Dukungan Internasional

Keberadaan dukiran eksternal, terutama dari Iran, diyakini sebagai salah satu faktor utama kekuatan Houthi. Iran dispekulasikan menyediakan persenjataan, pelatihan, dan dukiran finansial kepada kelompok ini. Namun, Houthi juga telah menunjukkan kemampuan untuk mengembangkan beberapa teknologi militer secara mandiri.

Di dalam negeri, Houthi berhasil membangun basis pendukung yang kuat di kalangan masyarakat Syiata Zaidiyah di Yaman utara. Dukungan ini tidak hanya bersifat militer, tetapi juga meliputi dukungan politik dan sosial yang membuat mereka tetap bertahan meskipun menghadapi tekanan militer yang besar.

Tantangan di Depan

Meskipun memiliki kekuatan yang signifikan, Houthi menghadapi berbagai tantangan. Krisis ekonomi di Yaman yang berdampak pada ketersediaan makanan dan obat-obatan membuat populasi sipil yang berada di bawah kendali mereka semakin menderita. Selain itu, serangan balikoalisi pimpinan Arab Saudi juga telah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan.

Secara internasional, tekanan terus diberikan kepada pihak-pihak yang diduga mendukung Houthi. PBB dan negara-negara barat terus mengimpor sanksi terhadap individu dan entitas yang terkait dengan kelompok ini. Namun, hingga saat ini, upaya untuk menghentikan aktivitas militer Houthi belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Dengan kapabilitas militer yang terus berkembang, dukiran eksternal yang kuat, dan basis pendukung domestik yang solid, Houthi terus menjadi pihak yang sulit dikalahkan dalam konflik Yaman. Keberadaan mereka tidak hanya memperumit situasi di Yaman, tetapi juga berpotensi menyebar ketidakstabilan ke seluruh kawasan Timur Tengah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Nasution

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter