Hujan Berpotensi Turun di Wilayah Karhutla, Begini Sebaran Hotspot Hari Ini
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat adanya potensi hujan di beberapa wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada hari ini. Meskipun demikian, sebaran titik panas atau hotspot di seluruh Indonesia masih tercatat cukup signifikan, terutama di provinsi-provinsi yang berada di Pulau Kalimantan dan Sumatera.
Menurut data yang dirilis Pusat Data Informasi dan Humas KLHK, Jumat (17/11/2023), terdapat 387 titik panas yang terdeteksi di seluruh Indonesia. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan dengan hari sebelumnya yang mencapai 451 titik panas. Meskipun mengalami penurunan, potensi kebakaran masih menjadi ancaman serius di beberapa wilayah.
Wilayah Rawan Kebakaran
Dari total 387 titik panas yang terdeteksi, sebanyak 262 titik berada di wilayah Pulau Kalimantan. Provinsi Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak di Pulau Kalimantan dengan 76 titik, diikuti Kalimantan Selatan dengan 45 titik, Kalimantan Timur dengan 42 titik, Kalimantan Barat dengan 38 titik, dan Kalimantan Utara dengan 61 titik.
Di Pulau Sumatera, jumlah hotspot mencapai 100 titik. Provinsi Riau menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak di Sumatera dengan 41 titik, diikuti oleh Sumatera Utara dengan 23 titik, Jambi dengan 12 titik, Bengkulu dengan 8 titik, dan Sumatera Barat dengan 16 titik. Selain itu, Provinsi Lampung juga mencatat adanya 12 titik panas.
Sementara itu, di wilayah Nusa Tenggara, Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat 12 titik panas, dan di Papua terdapat 13 titik panas. Jawa dan Bali masih relatif aman dengan hanya tercatat 1 titik panas di Jawa Timur dan 1 titik di Bali.
Potensi Hujan dan Dampaknya
Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan berpotensi turun di beberapa wilayah yang sebelumnya terdapat banyak hotspot. Di Pulau Kalimantan, wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang pada siang hari.
"Potensi hujan ini diharapkan dapat membantu menekan penyebaran kebakaran hutan dan lahan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas KLHK, Agus Wibowo dalam keterangannya.
Ia menjelaskan bahwa selain adanya potensi hujan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya penanganan kebakaran. "Kita terus melakukan patroli, pemantauan, dan penanggulangan kebakaran di lokasi-lokasi yang terdeteksi memiliki hotspot," ujar Agus.
Upaya Penanganan Kebakaran
KLHK bersama satuan tugas terkait terus melakukan berbagai upaya penanganan kebakaran. Tim penanganan kebakaran terus melakukan patroli di wilayah-wilayah rawan kebakaran untuk mendeteksi adanya potensi kebakaran sejak dini.
Selain itu, pihak juga melakukan penyiraman di titik-titik yang berpotensi terjadi kebakaran. "Kita menggunakan pesawat air bombing untuk melakukan penyiraman di titik-titik sulit dijangkau oleh tim darat," jelas Agus.
Ia menambahkan bahwa masyarakat juga dihimbau untuk tetap waspada dan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. "Hindari membakar lahan, apalagi di musim kemarau seperti saat ini. Mari kita jaga kebersihan lingkungan dan hutan bersama-sama," ujar Agus.
Dampik Kebakaran terhadap Kesehatan
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah berdampak terhadap kualitas udara. Berdasarkan data dari Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU), Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di beberapa wilayah mencapai kategori tidak sehat.
Ia menambahkan bahwa bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit paru-paru, asma, atau gangguan pernafasan lainnya, disarankan untuk tetap berada di ruangan yang bersih dan sejuk. "Jika mengalami gejala seperti sesak napas, batuk-batuk, atau iritasi mata, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat," pesan Agus.
Dengan adanya potensi hujan di beberapa wilayah, diharapkan kebakaran dapat segera dikendalikan. Namun, pihak terkait tetap waspada dan melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran kembali.
Komentar (0)