11, 2026
Teknologi

Indonesia Dukung Mesir Amankan Hak Air di Sungai Nil

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/11/6acb682c6a265-presiden-prabowo-subianto-kanan-dan-presiden-mesir-abdel-fattah-el-sisi-kiri_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Indonesia Dukung Mesir Amankan Hak Air di Sungai Nil

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegarkan dukungan Indonesia terhadupan Mesir dalam memastikan hak air negara tersebut di Sungai Nil. Pernyataan ini disampaikan Presiden Prabowo saat bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi pada pertemuan bilateral dalam rangka KTT Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Riyadh, Arab Saudi, Rabu (11/10/2023).

Dalam pertemuan yang berlangsung akrab tersebut, Presiden Prabowo menyoroti pentingnya kerjasama regional dalam mengelola sumber daya alam, terutama air yang menjadi kebutuhan pokok bagi negara-negara di kawasan. Presiden menekankan bahwa Indonesia selama ini memahami betapa vitalnya masalah air bagi negara Mesir yang sebagian besar wilayahnya adalah gurun pasir.

"Indonesia mendukung penuh hak Mesir terhadap air Sungai Nil. Air adalah hak asasi manusia dan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi bagi rakyat Mesir," ujar Presiden Prabowo seperti dilansir dari siaran pers Sekretariat Negara.

Kerjasama dalam Pengelolaan Sumber Daya Air

Pertemuan antara dua kepala negara juga membahas potensi kerjasama bilateral dalam pengelolaan sumber daya air. Indonesia, dengan pengalaman dalam mengelola berbagai sungai dan sistem irigasi yang kompleks, menawarkan untuk berbagi pengetahuan dan teknologi kepada Mesir.

Mesir, yang bergantung penuh pada air Sungai Nile untuk kebutuhan pertanian, industri, dan domestik, menghadapi tantangan serius terkait dengan perubahan iklim dan pertumbuhan penduduk. Presiden El-Sisi mengapresiasi dukungan Indonesia dan menyatakan keinginan Mesir untuk mempelajari model pengelolaan air yang berhasil diterapkan di Indonesia.

"Kami sangat menghargai dukungan dari Indonesia. Pengalaman Indonesia dalam mengelola sumber daya air, terutama dalam konteks perubahan iklim, sangat berharga bagi kami," kata Presiden El-Sisi.

Tantangan Pengelolaan Air di Sungai Nil

Sungai Nil, sungai terpanjang di dunia, menjadi sumber utama air bagi 11 negara di Afrika Timur dan Utara. Mesir, sebagai negara yang berada di hilir sungai ini, secara historis menghadapi persaingan sengit dengan negara-negara lain di cekungan Sungai Nile terkait alokasi air.

Pada tahun 2019, Ethiopia memulai konstruksi Bendungan Grand Ethiopian Renaissance (GERD) di Sungai Nil Biru, yang dianggap mengancam pasokan air ke Mesir. Mesir khawatir bendungan ini akan mengurangi volume air yang mengalir ke negara mereka, terutama pada tahun-tahun awal pengisian waduk bendungan.

Presiden Prabowo dalam pertemuannya dengan Presiden El-Sisi menekankan pentingnya dialog dan kerjasama regional dalam mengatasi masalah pengelolaan air di Sungai Nil. Ia menyoroti bahwa konflik sumber daya air hanya akan merugikan semua pihak, sementara kerjasama akan memberikan manfaat bersama.

Komitmen Indonesia untuk Perdamaian dan Pembangunan

Dalam pidato sebelumnya di KTT OKI, Presiden Prabowo juga menyoroti komitmen Indonesia untuk mempromosikan perdamaian dan pembangungan di kawasan Timur Tengah dan Afrika. Ia menekankan bahwa stabilitas regional sangat penting untuk memastikan kelangsungan pembangungan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

"Indonesia percaya bahwa melalui dialog dan kerjasama, kita dapat menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi negara-negara di kawasan ini. Pengelolaan sumber daya air yang adil dan berkelanjutan adalah contoh nyata bagaimana kerjasama dapat membawa keuntungan bagi semua pihak," ujar Presiden.

Kerjasama antara Indonesia dan Mesir dalam bidang pengelolaan air diharapkan menjadi contoh bagi negara-negara lain tentang bagaimana kolaborasi internasional dapat menyelesaikan masalah sumber daya yang kompleks. Dengan dukungan Indonesia, Mesir berharap dapat memperkuat posisinya dalam memastikan hak air bagi rakyatnya sementara terus membangun hubungan baik dengan negara-negara di cekungan Sungai Nil.

Pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden El-Sisi dianggap berhasil dalam memperkuat hubungan bilateral antara dua negara dan membuka peluang baru untuk kerjasama di berbagai bidang, terutama dalam pengelolaan sumber daya air yang menjadi tantangan global bersama.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter