Inter Milan Tertatih di Eropa, Hanya Meraih Imbangan melawan Club Brugge
Inter Milan harus puas dengan hasil imbangan 0-0 saat menjamu Club Brugge dalam lanjutan babak penyisihan grup Liga Champions di San Siro, Rabu (21/9) dini hari WIB. Hasil ini membuat langkah Nerazzurri di kompetisi elit Eropa kembali tertatih setelah sebelumnya juga hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan Bayern Munich pada matchday pertama.
Dalam laga yang berlangsung sengit ini, Inter Milan mendominasi penguasaan bola dengan persentase 65%. Namun, dominasi tersebut tidak diiringi dengan peluang berbahaya yang signifikan. Tim asuhan Simone Inzaghi ini kesulitan menembus pertahanan yang rapat diatur oleh pelatih Club Brugge, Carl Hoefkens.
Inter mencoba memaksakan serangan melalui sayap kiri yang diisi oleh Robin Gosens dan Federico Dimarco. Namun, serangan-serangan tersebut selalu berhasil dibendung oleh lini pertahanan tamu. Di babak pertama, Inter baru mendapat peluang berbahaya saat sepakan jarak jauh Hakan Calhanoglu berhasil diblok oleh penjaga gawa Club Brugge, Simon Mignolet.
Performa Menurun di Kompetisi Eropa
Performa Inter di Liga Champions musim ini memang menunjukkan penurunan dibandingkan dengan penampilan mereka di Serie A. Di kompetisi domestik, Inter masih memuncaki klasemen dengan catatan sempurna. Akan tetapi, di pentas Eropa, mereka kesulitan menunjukkan performa terbaik.
"Kami mendominasi permainan, tetapi kami tidak cukup tajam di depan gawang. Kami menciptakan peluang, tetapi tidak cukup banyak," ujar Simone Inzaghi usai pertandingan. "Kami harus lebih efektif di laga selanjutnya karena setiap poin di Liga Champions sangat berharga."
Di lini pertahanan, Inter kembali tampil solid dengan hanya kebobolan satu gol dari dua laga yang sudah dijalani. Akan tetapi, masalah di lini serangan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Nerazzurri. Penyerang andalan Romelu Lukaku masih kesulitan menemukan performa terbaiknya sejak pindah kembali ke klub dari Chelsea.
Kritikan terhadap Strategi Inzaghi
Beberapa analis sepak bola memberikan kritikan terhadap strategi yang diterapkan Simone Inzaghi di kompetisi Eropa. Mereka beranggapan bahwa Inter terlalu bergantung pada individu dalam serangan, terutama Lautaro Martinez dan Lukaku, tanpa ada gerakan kolektif yang mematikan.
"Inter memiliki pemain-pemain berkualitas di lini depan, tetapi mereka tampil terpisah. Saya rasa Inzaghi perlu memberikan instruksi yang lebih jelas tentang cara bergerak bersama di lini serangan," ujar mantan pemain Inter, Javier Zanetti, dalam analisisnya.
Sementara itu, pelatih Club Brugge, Carl Hoefkens, menunjukkan kepuasan dengan hasil yang diraih timnya. Ia mengaku sudah memprediksi bahwa Inter akan mencoba mendominasi permainan, dan timnya sudah mempersiapkan strategi khusus untuk menghadapinya.
"Kami tahu Inter akan mendominasi bola, jadi kami memilih untuk bertahan dan mencari peluang melalui serangan balik. Saya pik strategi itu berhasil karena kami tidak kebobolan dan hampir mencetak gol di akhir pertandingan," ujar Hoefkens.
Pertandingan Selanjutnya
Dengan hasil imbang ini, Inter mengumpulkan satu poin dari dua laga dan berada di posisi ketiga di Grup C dengan hanya satu poin di atas peringkat keempat. Barcelona yang menang 3-0 atas Viktoria Plzen berada di posisi pertama dengan enam poin.
Inter akan kembali berlaga di Liga Champions pada matchday keempat, Rabu (5/10) dini hari WIB, saat mereka akan menjalani laga tandang melawan Viktoria Plzen. Di liga domestik, mereka akan menghadapi Sassuolo pada Sabtu (24/9) dini hari WIB.
Kekalahan atau kebobolan gol dalam laga-laga selanjutnya bisa membuat semakin sulit bagi Inter untuk lolos ke babak selanjutnya. Apalagi, mereka harus menghadapi Barcelona yang sedang dalam performa terbaik di kompetisi Eropa.
Bagi Inter Milan, laga melawan Viktoria Plzen menjadi pertandingan yang sangat krusial. Jika ingin lolos ke babak knockout, mereka wajib meraih kemenangan dalam laga tersebut untuk tidak terlalu tertinggal dari pemuncak klasemen.
Komentar (0)