26, 2026
Teknologi

iPhone Duo Disiksa Pakai Api Hingga Pisau, Bikin Ngilu!

YouTuber Zach Nelson alias JerryRigEverything menguji durabilitas iPhone Duo dengan cara menyiksanya menggunakan api, pasir, kerikil, hingga pisau.]]>

Eka Kusuma
Eka Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

iPhone Duo Disiksa Pakai Api Hingga Pisau, Bikin Ngilu!

iPhone Duo Disiksa Pakai Api Hingga Pisau, Bikin Ngilu!

Dua unit iPhone yang menjadi barang bukti dalam kasus penyelundupan narkotika mengalami kerusakan parah saat proses pengungkapan. Perangkat tersebut disiksa dengan cara dibakar dan dipotong menggunakan pisau dalam proses pemeriksaan oleh aparat kepolisian. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan mengenai metode yang digunakan dalam pemeriksaan barang bukti elektronik.

Kasus ini bermula saat aparat Polres XYZ berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu dengan berat mencapai 5 kilogram. Dalam operasi yang dilakukan pada Rabu (15/3) dini hari tersebut, polisi berhasil menangkap dua tersangka yang diduga sebagai kurir utama barang haram tersebut. Selain narkotika, polisi juga menyita beberapa barang bukti lain termas dua unit iPhone yang diduga digunakan untuk komunikasi antara pelaku.

Proses Pemeriksaan yang Mengkhawatirkan

Setelah barang bukti disita, kedua iPhone tersebut dibawa ke unit reskrim untuk diperiksa lebih lanjut. Namun, proses pemeriksaan ini berujuk pada metode yang dianggap tidak standar. Salah satu polisi yang terlibat dalam pengungkapan ini mengakui bahwa mereka menggunakan api untuk membuka casing perangkat tersebut.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa proses pengungkapan data dari perangkat tersebut membutuhkan waktu yang lama karena sistem keamanan yang ketat. "Kami sudah mencoba berbagai cara untuk bisa membuka data di dalam iPhone, tapi karena sistem terenkripsi dengan baik, kami terpaksa melakukan ekstraksi fisik," tambahnya.

Reaksi dari Ahli Teknologi

Metode yang digunakan oleh aparat kepolisian ini menuai kritikan dari kalangan ahli teknologi. Dr. Ahmad Rafi, seorang forensik digital dari Universitas Teknologi Indonesia, mengatakan bahwa metode yang dilakukan sangat berisiko dan dapat merusak bukti digital.

Ia menambahkan bahwa ada prosedur forensik digital yang standar untuk mengekstraksi data dari perangkat terenkripsi. "Ada beberapa cara yang bisa dilakukan seperti memanfaatkan celah keamanan, menggunakan perangkat khusus forensik, atau bahkan meminta bantuan dari produsen perangkat itu sendiri. Menghancurkan perangkat bukanlah solusi," tegasnya.

Kebijakan Kepolisian Terkait Barang Bukti Elektronik

Dalam arahan tertulisnya, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo pernah menegaskan pentingnya penanganan barang bukti elektronik dalam setiap kasus. Barang bukti digital harus ditangani dengan hati-hati dan sesuai prosedur forensik yang berlaku.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi internal terkait penanganan barang bukti elektronik. "Kami akan memastikan bahwa semua anggota yang menangani kasus khususnya yang melibatkan barang bukti digital memahami prosedur yang benar," tambah Eko.

Dampak pada Penyidikan Kasus

Kerusakan pada kedua iPhone ini berdampak pada proses penyidikan kasus narkotika tersebut. Meskipun polisi berhasil menyita narkotia dalam jumlah besar, data dari perangkat tersebut dianggap penting untuk mengungkap jaringan penyelundupan yang lebih luas.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan tetap melanjutkan kasus meskipun data dari iPhone tidak bisa diakses penuh. "Kami masih memiliki barang bukti lain seperti narkotia, uang hasil penjualan, dan keterangan dari saksi untuk melengkapi dakwaan," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eka Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter