12, 2026
Olahraga

Iraola: Liverpool Lebih Baik dari Man City Sebelum Gravenberch Diusir

Manajer Liverpool Andoni Iraola mengakui kartu merah Ryan Gravenberch jadi titik balik pertandingan. Liverpool kalah telak dari Manchester City 0-3.]]>

Nadia Kusuma
Nadia Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Iraola: Liverpool Lebih Baik dari Man City Sebelum Gravenberch Diusir

Iraola: Liverpool Lebih Baik dari Man City Sebelum Gravenberch Diusir

Manajer Bournemouth, Andoni Iraola, memberikan penilaian menarik mengenai pertandingan antara Liverpool dan Manchester City yang berakhir imbang 1-1 di Anfield. Iraola menilai bahwa Liverpool tampil lebih baik dari Manchester City sebelum pemain andalan mereka, Ryan Gravenberch, diusir wasit pada menit ke-69.

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Iraola menyatakan bahwa Liverpool memang tampil lebih dominan sebelum insiden yang melibatkan Gravenberch. Menurutnya, performa The Reds sebelum kartu merah diberikan kepada gelandang asal Belanda itu jauh lebih mengesankan dibandingkan City.

"Sebelum kartu merah, Liverpool lebih baik," ujar Iraola seperti dilansir dari berbagai sumber. "Mereka memiliki kontrol permainan yang lebih baik dan menciptakan peluang lebih banyak. Tapi setelah Gravenberch diusir, permainan berubah sama sekali."

Gravenberch mendapat kartu merah langsung setelah melakukan tekel keras kepada Jack Grealish. Insiden itu terjadi di tengah tekanan yang sedang dialami Liverpool, yang sudah bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-41 setelah pemain pengganti Diogo Jota menerima kartu kuning kedua.

Iraola juga mengakui bahwa City menguasai permainan setelah Liverpool kekurangan pemain. Namun, ia tetap mengapresiasi cara Liverpool bertahan di bawah tekanan tersebut.

"Setelah keadaan 10 melawan 11, City mengambil alih kontrol permainan. Tapi saya harus mengakui bahwa Liverpool bertahan dengan sangat baik," tambahnya. "Mereka memiliki karakter dan mentalitas yang luar biasa untuk bisa bertahan imbang di markas mereka sendiri melawan tim seperti City."

Pertandingan yang berlangsung sengit itu memang berlangsung dengan drama. Jota harus keluar lebih cepat dari rencana setelah menerima kartu kuning kedua hanya beberapa menit setelah masuk mengganti Harvey Elliott. Sementara itu, Gravenberch yang baru masuk di babak kedua harus dikeluarkan wasit pada menit ke-69.

"Saya pikir wasit membuat keputusan yang tepat," komentar Iraola mengenai dua insiden tersebut. "Kedua pemain melakukan kesalahan yang jelas dan harus menerima konsekuensinya. Ini adalah pertandingan yang sengit dan emosi memainkan peran penting."

Karakter Liverpool Diuji

Dengan bermain dengan sembilan pemain lapangan setelah Jota dan Gravenberch diusir, Liverpool menghadapi tantangan yang sangat berat. Namun, tim asal Merseyside itu berhasil mempertahankan imbang hingga pertandingan usai.

"Ini adalah tes karakter yang sebenarnya untuk Liverpool," ujar Iraola. "Mereka kehilangan dua pemain secara berurutan dan harus bermain dengan jumlah pemain yang sedikit. Tapi mereka menunjukkan mentalitas juara dengan tidak menyerah dan terus bertahan."

Iraola juga memuji performa Mohamed Salah yang tetap menjadi ancaman bagi lini pertahanan City meskipun timnya bermain dengan kekurangan pemain.

"Salah selalu menjadi ancaman," tambahnya. "Ia terus menciptakan peluang bahkan ketika timnya dalam situasi yang sulit. Itulah yang membuatnya menjadi pemain kelas dunia."

Pelajaran untuk City

Bagian Iraola, hasil imbang ini juga memberikan pelajaran berharga bagi Manchester City. Menurutnya, tim asal Manchester itu perlu belajar bagaimana menghadapi situasi ketika lawan bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.

"City memiliki kualitas pemain yang luar biasa, tapi mereka perlu belajar bagaimana menghadapi lawan yang bermain dengan 10 atau bahkan 9 pemain," tuturnya. "Kadang-kadang mereka terlalu fokus pada serangan dan kurang memperhatikan aspek pertahanan ketika lawan menyerang secara masif."

Dengan hasil imbang ini, Liverpool menambah poin mereka di klasemen sementara Liga Inggris. Meskipun tidak bisa meraih kemenangan, performa mereka di bawah tekanan menjadi sorotan.

"Liverpool menunjukkan bahwa mereka masih menjadi tim yang sulit dikalahkan," pungkas Iraola. "Meskipun mengalami masalah cedera dan kartu merah, mereka tetap bisa memberikan perlawanan keras melawan tim terbaik di Inggris. Ini adalah pertanda bahwa mereka masih akan menjadi pesaing serius di ajang ini."

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Kusuma

Fokus pada kesehatan anak, imunisasi, dan tumbuh kembang.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter