17, 2026
Teknologi

Isi BBM Subsidi di Bali Pakai Skema Ganji-Genap, Berlaku Hari Ini

PT Pertamina Patra Niaga menerapkan skema ganjil-genap untuk pengisian BBM subsidi Pertalite di Bali mulai 17-19 Oktober 2026. Simak!]]>

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Isi BBM Subsidi di Bali Pakai Skema Ganji-Genap, Berlaku Hari Ini

Isi BBM Subsidi di Bali Pakai Skema Ganji-Genap, Berlaku Hari Ini

PEMERINTAH Provinsi Bali mengimplementasikan skema ganjil-genap dalam pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di seluruh wilayahnya. Kebijakan ini resmi berlaku hari ini, Rabu (12/7/2023), bertujuan untuk mengantisipasi kelangkaan dan antrian panjang di SPBU yang terjadi beberapa hari terakhir.

Gubernur Bali I Made Mangku Pastika mengatakan bahwa skema ganjil-genap akan diterapkan secara bertahap untuk semua jenis kendaraan roda dua dan roda empat. "Kami memutuskan untuk menerapkan skema ini guna mengurangi antrian yang terjadi di SPBU sejak akhir pekan lalu. Harapan kami, kebijakan ini dapat memastikan BBM subsidi tersedia dengan merata bagi masyarakat," ujarnya dalam konferensi pers yang diselenggarakan di kantor gubernur.

Mekanisme Pelaksanaan

Berdasarkan surat edaran nomor 550/3973 tertanggal 11 Juli 2023, pengisian BBM subsidi di Bali akan dibatasi berdasarkan plat nomor kendaraan. Kendaraan dengan plat nomor ganjil hanya diperbolehkan mengisi BBM pada hari ganjil (tanggal 1, 3, 5, dst), sementara kendaraan dengan plat nomor genap hanya boleh pada hari genap (tanggal 2, 4, 6, dst).

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Ketut Suardana menjelaskan bahwa mekanisme ini akan diawasi oleh tim gabungan dari Dishub, Polri, dan Satpol PP. "Tim kami akan melakukan patroli di SPBU untuk memastikan skema berjalan sesuai rencana. Kegiatan pengisian BBM akan dibuka mulai pukul 06.00 hingga 20.00 WITA setiap harinya," jelasnya.

Suardana menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 100 tim penegak aturan yang akan ditempatkan di 100 SPBU tersebar di seluruh Bali. "Kami meminta masyarakat untuk mematuhi aturan ini agar proses pengisian BBM berjalan lancar. Bagi yang melanggar, kami akan memberikan teguran secara verbal terlebih dahulu," ujarnya.

Respons Masyarakat

Implementasi skema ganjil-genap ini mendapatkan beragam respons dari masyarakat Bali. Beberapa pemilik kendaraan menyambut positif kebijakan ini dengan harapan dapat mengurangi antrian di SPBU. "Semoga dengan adanya aturan ini, BBM subsidi tidak lagi kelangkaan dan kita bisa mendapatkannya dengan mudah," kata Wayan, seorang pengendara sepeda motor di Denpasar.

Di sisi lain, tidak sedikit masyarakat yang khawatir kebijakan ini akan menyulitkan, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan mendesak. "Kalau kebutuhan mendadak, misalnya mau ke rumah sakit, tapi hari ganjil sementara plat nomornya genap, gimana?" ujar Ketut, warga Gianyar.

Untuk mengatasi kekhawatiran ini, pihak Dishub menyatakan akan memberikan pengecualian bagi kendaraan yang digunakan untuk keperluan darurat seperti ambulans, mobil pemadam kebakaran, dan kendaraan dinas pemerintah. "Kendaraan darurat tetap diperbolehkan mengisi BBM tanpa terbatas oleh skema ganjil-genap asalkan membawa bukti keperluan darurat," jelas Suardana.

Stok dan Distribusi BBM

Menanggapi kelangkaan BBM subsidi yang sempat terjadi, Pertamina menjamin bahwa pasokan BBM di Bali mencukupi. "Kami telah menambah frekuensi pengiriman BBM dari depo ke SPPU. Saat ini stok BBM subsidi di Bali aman dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Kepala Region Operation Area Pertamina Bali-Nusra, I Made Sudarma.

Sudarma menjelaskan bahwa Pertamina telah menyiapkan sekitar 8 juta liter BBM jenis Premium dan 4 juta liter Solar per hari untuk memenuhi kebutuhan di seluruh Bali. "Jika ada SPBU yang stoknya habis, kami akan segera mengirimkan tambahan pasokan. Kami juga akan membuka SPBU tambahan jika diperlukan," tambahnya.

Gubernur Pastika menegaskan bahwa penerapan skema ganjil-genap ini bersifat sementara hingga situasi pasokan BBM kembali normal. "Kami akan terus memantau perkembangannya dan akan mengevaluasi kebijakan ini setiap tiga hari sekali. Jika ternyata tidak efektif, kami akan mencari solusi lain," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter