01, 2026
Politik

Isu Palestina Masuk Agenda Besar, Anak Muda Masjid Siapkan Acara Internasional Libatkan 38 Negara

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/31/6ae612cda3990-presiden-pemuda-masjid-dunia-said-aldi-al-idrus-tengah-berikan-keterangan-kepada-wartawan-di-jakarta_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Isu Palestina Masuk Agenda Besar, Anak Muda Masjid Siapkan Acara Internasional Libatkan 38 Negara

Isu krisis Palestina kembali menjadi sorotan internasional setelah konflik di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Dalam upaya mendukung perjuangan rakyat Palestina, organisasi pemuda masjid dunia menggelar acara internasional yang melibatkan 38 negara. Acara ini bertujuan untuk menyatukan suara kaum muda global dalam mendukung hak-hak kemanusiaan dan keadilan bagi rakyat Palestina.

Presiden Pemuda Masjid Dunia, Said Aldi Idrus, mengungkapkan bahwa acara ini merupakan respons terhadap situasi genting yang dialami saudara-saudara di Palestina. Menurutnya, partisipasi dari 38 negara menunjukkan tingginya kepedulian global terhadap isu ini. "Kami melihat betapa pentingnya solidaritas internasional, terutama dari kalangan pemuda yang memiliki energi dan ide kreatif untuk menyelesaikan konflik ini," ujar Said dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (31/10).

Acara Solidaritas Global

Acara yang direncanakan akan digelar pada bulan November ini akan berbagai aktivitas mulai dari seminar internasional, pameran budaya, hingga aksi kemanusiaan. Panitia menyatakan bahwa acara ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai isu Palestina sekaligus mencari solusi konstruktif dari perspektif pemuda global.

"Kami tidak hanya ingin menyuarakan dukungan, tetapi juga menciptakan ruang bagi pemuda dari berbagai negara untuk berkolaborasi dan mengembangkan inovasi yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Palestina," tambah Said. Ia menegaskan bahwa acara ini bersifat inklusif dan terbuka untuk semua pemuda yang peduli dengan isu kemanusiaan.

Partisipasi 38 Negara

Menurut informasi yang diperoleh, 38 negara yang akan berpartisipasi dalam acara ini berasal dari berbagai benua, termasuk Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Timur Tengah. Negara-negara peserta antara lain Indonesia, Malaysia, Turki, Mesir, Jerman, Inggris, Amerika Serikat, dan beberapa negara Afrika seperti Nigeria dan Afrika Selatan.

Setiap negara akan diwakili oleh delegasi pemuda yang aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Mereka akan membawa perspektif serta pengalaman masing-masing dalam upaya mempromosikan perdamaian dan keadilan di kawasan konflik.

"Keberagaman geografis dan budaya peserta menjadi kekuatan tersendiri dalam acara ini. Kami percaya bahwa dengan memahami berbagai sudut pandang, kita dapat mencapai solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan," jelas Koordinator Pelaksana Acara, Fatimah Zahra.

Program Unggulan

Beberapa program unggulan akan menjadi bagian dari acara internasional ini, di antaranya adalah Konferensi Pemuda untuk Palestina yang akan membahas isu-isu strategis seperti hak asasi manusia, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi di wilayah Palestina.

Selain itu, akan ada sesi kreativitas yang mempertemukan pemuda dari berbagai negara untuk mengembangkan proyek-proyek kolaboratif yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Palestina. Proyek-proyek tersebut antara lain program literasi digital, klinik kesehatan seluler, serta inovasi pertanian untuk meningkatkan ketahanan pangan.

"Kami berharap melalui program ini, tidak hanya meningkatkan kesadaran global, tetapi juga menciptakan solusi konkret yang dapat diimplementasikan di lapangan," tambah Fatimah.

Respons Positif

Reaksi positif sudah mulai bermunculan dari berbagai pihak terkait rencana penyelenggaraan acara ini. Organisasi kemanusiaan internasional seperti Palms for Life dan Islamic Relief telah menyatakan dukungannya untuk turut serta dalam acara ini.

Dari kalangan akademisi, Prof. Dr. Ahmad Fauzi dari Universitas Indonesia memuji inisiatif ini sebagai langkah strategis dalam membangun solidaritas global. "Partisipasi aktif pemuda dalam isu kemanusiaan sangat penting karena mereka adalah agen perubahan masa depan yang mampu menciptakan narasi baru tentang perdamaian," ujarnya.

Dengan semakin meningkatnya kepedulian global terhadap isu Palestina, harapannya acara ini dapat menjadi tonggak baru dalam gerakan solidaritas internasional yang lebih terstruktur dan berdampak nyata bagi masyarakat di wilayah konflik.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter