20, 2026
Internasional

Jakarta Makin Diperhitungkan, Peringkat Kota Global Naik ke-140

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jakarta kembali mencatat kemajuan dalam peta persaingan kota-kota dunia. Posisi ibu kota Indonesia itu dalam pemeringkatan kota global naik ke peringkat 140, sebuah peningkatan yang menempatkan Jakarta semakin diperhitungkan sebagai salah satu pusat ekonomi dan aktivitas urban di kawasan Asia Tenggara. Kenaikan peringkat tersebut menjadi indikator bahwa perbaikan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, dan transformasi tata kelola kota mulai memberi dampak pada penilaian internasional terhadap Jakarta.

Pemeringkatan kota global umumnya disusun berdasarkan sejumlah dimensi penilaian, mulai dari kapasitas ekonomi, kualitas sumber daya manusia, konektivitas dan pertukaran informasi, pengalaman budaya, hingga keterlibatan politik. Dalam kerangka penilaian semacam itu, Jakarta dinilai memiliki modal dasar yang kuat sebagai kota terbesar di Indonesia dengan konsentrasi aktivitas bisnis, keuangan, dan jasa yang tinggi.

Posisi Jakarta dalam Peta Kota Global

Peringkat 140 menempatkan Jakarta di antara kota-kota yang terus bergerak naik dalam daftar kota global. Posisi tersebut belum menempatkan Jakarta sejajar dengan kota-kota utama dunia seperti New York, London, atau Tokyo, namun arah pergerakannya menunjukkan tren positif. Bagi sebuah kota dengan jumlah penduduk lebih dari sepuluh juta jiwa di kawasan inti dan wilayah aglomerasi yang jauh lebih besar, kemampuan mempertahankan momentum perbaikan menjadi kunci.

Kenaikan peringkat ini juga dibaca sebagai pengakuan atas upaya pembenahan yang berlangsung bertahun-tahun, terutama pada aspek transportasi publik, penataan ruang, dan penyediaan layanan dasar bagi warga. Pemeringkatan kota global tidak hanya mengukur besaran ekonomi, tetapi juga kualitas hidup dan efisiensi tata kelola yang menentukan daya tarik sebuah kota bagi investor, tenaga kerja terampil, dan wisatawan.

Faktor Pendorong Kenaikan Peringkat

Infrastruktur dan Konektivitas

Pembangunan infrastruktur transportasi menjadi salah satu faktor yang paling terasa. Kehadiran moda angkutan massal berbasis rel, perluasan jaringan jalan tol dalam dan luar kota, serta pengembangan kawasan berorientasi transit telah mengubah pola mobilitas warga. Integrasi antarmoda yang semakin baik mempersingkat waktu perjalanan dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, meskipun kemacetan masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya terurai.

Dari sisi konektivitas global, bandara dan pelabuhan Jakarta berperan sebagai pintu masuk utama arus barang dan penumpang. Peningkatan kapasitas terminal, perluasan rute penerbangan, dan modernisasi layanan kepabeanan memperkuat posisi Jakarta sebagai simpul logistik regional.

Ekonomi dan Daya Tarik Investasi

Sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional, Jakarta menampung kantor pusat perusahaan, lembaga keuangan, dan sektor jasa profesional dalam jumlah besar. Struktur ekonomi yang didominasi jasa memberikan nilai tambah tinggi dan menciptakan lapangan kerja bagi angkatan kerja terdidik. Pertumbuhan sektor digital, ekonomi kreatif, dan layanan berbasis teknologi menambah dimensi baru bagi perekonomian kota.

Iklim investasi turut menjadi sorotan. Penyederhanaan perizinan, digitalisasi layanan publik, dan upaya meningkatkan kepastian usaha menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Jakarta di mata pelaku usaha internasional.

Modal Manusia dan Pertukaran Informasi

Ketersediaan perguruan tinggi, lembaga riset, dan pusat pelatihan menjadikan Jakarta sebagai magnet bagi talenta dari berbagai daerah. Kepadatan institusi pendidikan dan industri kreatif mendorong pertukaran gagasan, inovasi, dan aktivitas budaya yang menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kota global.

Tantangan yang Belum Tuntas

Di balik kenaikan peringkat, sejumlah persoalan mendasar masih membayangi. Kemacetan lalu lintas, polusi udara, pengelolaan sampah, serta ketimpangan antarwilayah menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai. Kualitas udara Jakarta dalam beberapa tahun terakhir kerap masuk kategori tidak sehat, sementara banjir musiman masih mengganggu aktivitas warga dan pelaku usaha.

Persoalan kependudukan juga menjadi perhatian. Urbanisasi yang cepat menuntut penyediaan hunian layak, air bersih, dan sanitasi yang memadai. Tanpa penanganan yang konsisten, perbaikan peringkat berisiko tidak diikuti peningkatan kualitas hidup yang merata bagi seluruh warga.

Selain itu, Jakarta menghadapi masa transisi setelah tidak lagi berstatus ibu kota negara. Perpindahan pusat pemerintahan ke Nusantara menuntut Jakarta mempertegas identitas ekonominya sebagai kota jasa, pusat keuangan, dan simpul perdagangan, sekaligus menjaga kelangsungan pembangunan yang telah berjalan.

Implikasi bagi Daya Saing

Kenaikan peringkat kota global memiliki dampak nyata pada persepsi pasar. Peringkat yang membaik dapat memperkuat kepercayaan investor, mempermudah penempatan tenaga kerja asing, dan meningkatkan posisi Jakarta dalam jaringan kerja sama antarkota. Bagi pemerintah daerah, capaian ini menjadi tolok ukur sekaligus tekanan untuk menjaga konsistensi kebijakan.

Namun, pemeringkatan sebaiknya dipandang sebagai alat ukur, bukan tujuan akhir. Nilai sesungguhnya terletak pada sejauh mana perbaikan yang dinilai lembaga internasional dirasakan langsung oleh warga, mulai dari waktu tempuh perjalanan, akses layanan publik, hingga kualitas lingkungan tempat tinggal.

Langkah Lanjutan

Untuk mempertahankan tren positif, sejumlah agenda perlu diperkuat. Perluasan jaringan transportasi massal hingga ke wilayah aglomerasi, pengendalian polusi udara melalui pembatasan emisi dan penambahan ruang terbuka hijau, serta percepatan pengolahan sampah dan air limbah menjadi prioritas yang saling terkait.

Reformasi layanan publik yang berbasis digital, penguatan transparansi anggaran, dan penyederhanaan regulasi usaha juga diperlukan agar Jakarta tetap kompetitif. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi prasyarat, mengingat persoalan kota bersifat lintas sektor dan lintas wilayah.

Dengan peringkat 140, Jakarta berada pada jalur yang tepat untuk terus meningkatkan posisinya. Konsistensi pelaksanaan kebijakan dalam beberapa tahun ke depan akan menentukan apakah kenaikan ini menjadi lompatan berkelanjutan atau sekadar capaian sesaat dalam persaingan kota-kota global yang semakin ketat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter