30, 2026
Nasional

Jenazah Guruh Soekarnoputra Tiba di Rumah Duka, Elite PDIP Hadir

Hendra Hartono
Hendra Hartono Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jenazah Guruh Soekarnoputra tiba di rumah duka di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Minggu sore, 3 Agustus 2025. Jenazah disambut isak tangis keluarga dan sejumlah elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang telah menunggu sejak siang. Prosesi kedatangan jenazah berlangsung khidmat dengan pengawalan ketat aparat keamanan di sepanjang rute yang dilalui.

Prosesi Kedatangan Jenazah

Jenazah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi PDIP itu tiba sekitar pukul 15.30 WIB menggunakan ambulans yang dikawal beberapa kendaraan. Sejumlah petugas kepolisian terlihat mengatur lalu lintas di sekitar lokasi untuk memperlancar prosesi. Begitu kendaraan jenazah memasuki halaman rumah duka, suasana haru menyelimuti kerabat dan kolega yang hadir.

Prosesi penyambutan jenazah dilakukan secara sederhana namun penuh penghormatan. Sejumlah tokoh partai tampak hadir langsung, di antaranya sejumlah anggota DPR dari Fraksi PDIP, pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, serta perwakilan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DKI Jakarta. Kehadiran mereka menegaskan kedekatan almarhum dengan partai yang telah lama dibesarkan keluarganya.

Kehadiran Elite PDIP

Sejumlah elite PDIP yang hadir antara lain anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, sejumlah menteri kabinet yang berasal dari partai tersebut, serta pengurus harian DPP PDIP. Mereka datang secara bergantian untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Beberapa tokoh terlihat duduk di ruang tamu rumah duka, sementara yang lain mengikuti prosesi doa bersama.

Kehadiran para elite partai tidak hanya sebagai bentuk penghormatan pribadi, tetapi juga sebagai pengakuan atas kontribusi almarhum dalam perjalanan politik PDIP. Selama ini, Guruh dikenal sebagai figur yang aktif menyuarakan gagasan kebudayaan dan pendidikan dalam berbagai forum partai. Kedekatannya dengan sejumlah tokoh senior partai membuat prosesi pemakaman ini menjadi peristiwa penting bagi internal PDIP.

Beberapa tokoh yang hadir menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya almarhum. Mereka menyebut Guruh sebagai sosok yang santun, konsisten memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan, dan memiliki perhatian besar terhadap dunia seni dan budaya. Ucapan belasungkawa juga disampaikan secara langsung maupun melalui pesan tertulis kepada keluarga besar rumah duka.

Karier dan Kontribusi Guruh Soekarnoputra

Guruh Soekarnoputra merupakan putra Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, dari pernikahan dengan Fatmawati. Ia lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953. Guruh menempuh pendidikan di luar negeri, antara lain di Belanda dan Jerman, sebelum kembali ke Indonesia untuk berkarier di dunia seni dan politik.

Di dunia seni, Guruh dikenal sebagai koreografer, pencipta lagu, dan budayawan. Ia mendirikan kelompok seni yang menampilkan pertunjukan tari tradisional Indonesia di berbagai panggung internasional. Beberapa karyanya pernah dipentaskan di mancanegara dan mendapat apresiasi dari kalangan seniman maupun diplomat.

Di dunia politik, Guruh bergabung dengan PDIP dan pernah menjabat sebagai anggota DPR RI sejak periode 2009-2014. Ia kembali dipercaya duduk di Senayan pada periode berikutnya. Selama menjadi anggota dewan, ia lebih banyak menyoroti isu pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan partai, terutama yang berkaitan dengan pelestarian nilai-nilai kebangsaan dan pengembangan seni tradisional.

Rencana Pemakaman

Pihak keluarga melalui perwakilan yang ditemui di rumah duka menyampaikan bahwa jenazah akan disemayamkan di Jalan Sriwijaya hingga Senin pagi. Setelah itu, jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Pemakaman dilakukan dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan atas jasa almarhum kepada negara.

Rencana pemakaman tersebut telah dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk Kementerian Sosial dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Keluarga berharap prosesi pemakaman dapat berjalan lancar dan masyarakat yang ingin melayat dapat tertib mengikuti aturan yang berlaku. Pihak keluarga juga meminta doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Reaksi Publik dan Ucapan Duka

Kabar wafatnya Guruh Soekarnoputra menyebar cepat melalui berbagai platform digital. Ucapan duka mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh politik, seniman, akademisi, hingga masyarakat umum. Sejumlah media massa nasional menurunkan liputan khusus tentang perjalanan hidup dan kontribusi almarhum.

Beberapa tokoh nasional yang tidak dapat hadir secara langsung menyampaikan ucapan duka melalui pernyataan resmi maupun pesan singkat. Mereka mengenang Guruh sebagai pribadi yang hangat dan memiliki komitmen tinggi terhadap pelestarian budaya bangsa. Kalangan seniman juga menyampaikan kehilangan atas sosok yang dianggap sebagai pelindung dunia seni tradisional Indonesia.

Di media sosial, tagar terkait wafatnya Guruh Soekarnoputra sempat menjadi trending topic. Banyak pengguna membagikan kenangan, foto, hingga kutipan pemikiran almarhum tentang pentingnya kebudayaan dalam membangun identitas bangsa. Gelombang simpati ini menunjukkan besarnya pengaruh almarhum di berbagai lapisan masyarakat.

Penghormatan Terakhir

Prosesi penghormatan terakhir di rumah duka berlangsung hingga malam hari. Sejumlah elite PDIP masih terlihat berada di lokasi untuk mengikuti doa bersama dan memberikan dukungan kepada keluarga. Suasana rumah duka dipenuhi karangan bunga dari berbagai institusi, partai politik, dan organisasi masyarakat yang menyampaikan belasungkawa.

Dengan kehadiran para tokoh partai dan berbagai elemen masyarakat, prosesi pemakaman Guruh Soekarnoputra menjadi momen penting yang menegaskan posisinya sebagai figur yang dihormati di dunia politik dan kebudayaan. Keluarga berharap prosesi pemakaman dapat menjadi penghormatan terakhir yang layak bagi almarhum.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Hartono

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter