30, 2026
Nasional

Jenazah Kru Kapal Hilang Kontak Bersama Jurnalis Ditemukan, Begini Kronologi yang Lengkap dan Benar Menurut Polda Banten

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/21/6ab105c464af7-bingkai-foto-dan-bunga-mawar-berada-di-atas-meja-saat-doa-bersama-untuk-jurnalis-dan-awak-kapal-yang-hilang-kontak_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Galih Pratama
Galih Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kepolisian Daerah Banten mengungkap kronologi lengkap penemuan jenazah seorang kru kapal yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak bersama seorang jurnalis. Penemuan jenazah tersebut menjadi titik terang dalam rangkaian pencarian yang berlangsung selama beberapa hari di perairan wilayah Banten.

Kronologi Kejadian Menurut Polda Banten

Kabid Humas Polda Banten menyatakan bahwa peristiwa bermula ketika kapal yang membawa sejumlah awak dan seorang jurnalis berlayar dari dermaga pada waktu yang telah tercatat dalam laporan resmi. Kapal tersebut dilaporkan mengalami hilang kontak setelah tidak memberikan kabar sesuai jadwal yang diperkirakan. Pihak keluarga dan rekan kerja yang tidak menerima informasi kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang.

Menurut keterangan kepolisian, laporan masuk ke posko pengaduan dan langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas instansi. Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, Basarnas, serta unsur terkait lainnya dikerahkan untuk melakukan pencarian di titik-titik yang diduga menjadi lokasi terakhir kapal berada. Proses pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan arus laut di wilayah perairan tersebut.

Dalam perkembangan pencarian, tim menemukan jenazah salah satu kru kapal. Penemuan itu kemudian dibawa ke daratan untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut oleh tim forensik. Kepolisian menegaskan bahwa proses identifikasi dilakukan sesuai prosedur agar tidak terjadi kekeliruan dalam menentukan identitas korban.

Proses Identifikasi dan Penanganan Lanjutan

Polda Banten menjelaskan bahwa jenazah yang ditemukan telah melalui tahap pemeriksaan awal. Tim medis dan forensik bekerja untuk memastikan identitas korban melalui pencocokan data antemortem dan postmortem. Kepolisian juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk rekan awak kapal dan pihak yang mengetahui jalur pelayaran yang dilalui.

Selain itu, penyidik memeriksa dokumen keberangkatan kapal, manifes awak, serta peralatan komunikasi yang digunakan. Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui apakah hilang kontak disebabkan oleh faktor teknis, cuaca ekstrem, atau sebab lain. Kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut karena proses penyelidikan masih berjalan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya keluarga korban, untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan resmi. Kepolisian berjanji memberikan informasi secara berkala sepanjang tidak mengganggu jalannya proses hukum dan identifikasi.

Pencarian Jurnalis yang Masih Hilang

Hingga pengumuman terakhir, pencarian terhadap jurnalis yang turut dilaporkan hilang kontak bersama kru kapal masih dilanjutkan. Tim gabungan memperluas area pencarian dengan mempertimbangkan pola arus dan kondisi perairan. Operasi pencarian dilakukan pada pagi hingga sore hari, sementara pada malam hari tim melakukan evaluasi dan penyusunan strategi untuk hari berikutnya.

Kepolisian menyatakan bahwa operasi pencarian melibatkan personel dari berbagai unsur, termasuk kapal patroli, tim penyelam, dan pengawasan udara bila kondisi memungkinkan. Koordinasi dilakukan dengan instansi terkait untuk memastikan pencarian berjalan efektif dan aman bagi seluruh petugas di lapangan.

Keluarga korban dan rekan jurnalis menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan moral. Mereka berharap proses pencarian membuahkan hasil dan seluruh korban dapat ditemukan. Kepolisian mengapresiasi partisipasi masyarakat yang membantu memberikan informasi terkait keberadaan kapal maupun awak yang hilang.

Imbauan dan Langkah Preventif

Polda Banten mengingatkan para operator kapal dan awak agar memperhatikan standar keselamatan pelayaran, termasuk kelengkapan alat komunikasi, pelampung, dan pemantauan cuaca sebelum berlayar. Kepolisian juga mendorong pelaporan cepat apabila terjadi hilang kontak agar upaya pencarian dapat dilakukan lebih awal.

Masyarakat yang menemukan tanda-tanda keberadaan korban atau serpihan kapal diminta segera melapor ke posko terdekat. Informasi sekecil apa pun dinilai penting untuk mempercepat proses pencarian dan penyelidikan.

Kepolisian menegaskan bahwa seluruh rangkaian penanganan dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur. Perkembangan terbaru akan disampaikan melalui jalur resmi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berada di lapangan untuk melanjutkan operasi pencarian dan pendalaman penyelidikan atas insiden tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Pratama

Menulis tentang kesehatan lingkungan, polusi, dan gaya hidup hijau.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter