10, 2026
Olahraga

John Herdman Tegaskan Misi Besar Timnas Indonesia: Bukan Sekadar Juara ASEAN, tetapi Bidik Level Asia pada 2030

Vino Pratama
Vino Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

John Herdman Tegaskan Misi Besar Timnas Indonesia: Bukan Sekadar Juara ASEAN, tetapi Bidik Level Asia pada 2030

John Herdman, pelatih kepala tim nasional sepak bola Indonesia, mengumumkan ambisi besar untuk sepak bola Tanah Air. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Senin (15/5), Herdman menegaskan bahwa misi timnas Indonesia tidak berhenti pada meraih gelar juara ASEAN, melainkan menargetkan untuk menjadi tim kuat di level Asia pada tahun 2030.

"Kami tidak hanya memikirkan bagaimana menjadi juara ASEAN. Itu adalah langkah pertama. Target kami jauh lebih besar: untuk bersaing di level Asia dan menjadi salah satu tim yang dihormati," ujar Herdman dengan tegas.

Visi Jangka Panjang untuk Sepak Bola Indonesia

Herdman mengungkapkan bahwa visi jangka panjang yang dibawanya ke Indonesia melibatkan transformasi komprehensif dari fondasi hingga puncak. Ia menekankan pentingnya membangun sistem yang berkelanjutan untuk pengembalian pemain, pelatih, dan infrastruktur.

"Transformasi membutuhkan waktu. Kami tidak akan melihat hasil secara instan. Ini adalah perjalanan yang membutuhkan komitmen dari semua pihak: federasi, klub, pemain, dan masyarakat," jelas Herdman.

Strategi yang akan diterapkan mencakup pengembangan akademi sepak bola di seluruh Indonesia, peningkatan kualifikasi pelatih lokal, serta modernisasi metode pelatihan yang sesuai dengan standar internasional.

Langkah-Langkah Konkret Menuju 2030

Untuk mewujudkan target tersebut, Herdman menggariskan beberapa langkah konkret yang akan dilakukan. Pertama, fokus pada pengembangan pemain muda berbakat di seluruh Indonesia melalui program identifikasi dan pendataan skala nasional.

"Kami akan melakukan seleksi di setiap provinsi untuk menemukan talenta-talita alam. Indonesia memiliki kekayaan alam manusia yang luar biasa, dan kami percaya banyak pemain berbakat yang menunggu untuk ditemukan," ujarnya.

Kedua, peningkatan kualitas kompetisi domestik menjadi prioritas. Herdman menilai Liga 1 perlu ditingkatkan kualitasnya agar dapat menjadi wadah yang ideal untuk mengasah kemampuan pemain Indonesia.

Ketiga, kolaborasi dengan negara-negara yang memiliki pengalaman dalam pengembangan sepak bola seperti Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Eropa akan intensifkan.

Respons dari Pihak Terkait

Respons terhadap pernyataan Herdman bervariasi. Presiden PSSI, Erick Thohir, menyatakan dukungan penuh terhadap visi yang dibawa Herdman.

"Visi Coach Herdman sejalan dengan cita-cita kami untuk mengangkat sepak bola Indonesia ke level yang lebih tinggi. Kami akan mendukung seluruh rencana yang diausun," kata Erick.

Sementara itu, mantan pemain timnas Indonesia, Bambang Pamungkas, mengapresiasi ambisi yang ditunjukkan Herdman namun menegaskan perlunya kesabaran.

"Ambisi bagus, tapi realistis. Transformasi sepak bola butuh waktu dan proses yang matang. Saya yakin dengan dukungan semua pihak, target ini bisa dicapai," ucap Bambang.

Tantangan yang Hadapi

Meski memiliki target yang ambisius, Herdman tidak menyembunyikan tantangan yang akan dihadapi. Infrastruktur sepak bola yang tidak merata di seluruh Indonesia menjadi salah satu kendala utama.

"Infrastruktur adalah tantangan besar. Kita perlu stadion yang memadai, fasilitas latihan yang standar internasional, dan sistem transportasi yang memadai untuk mendukung pengembangan sepak bola di seluruh Indonesia," jelas Herdman.

Selain itu, persaingan di kancah Asia juga semakin ketat. Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Iran telah memiliki sistem pengembangan pemain yang matang dan berpengalaman di kancah internasional.

Komitmen untuk Perubahan

Dengan semua tantangan tersebut, Herdman menegaskan bahwa komitmen untuk melakukan perubahan adalah kunci kesuksesan. Ia mengajak semua pihak untuk bekerja sama demi kemajuan sepak bola Indonesia.

"Ini bukan tugas saya sendiri, bukan tugas PSSI saja, tapi tanggung jawab kita bersama. Saya datang ke Indonesia karena saya melihat potensi besar di sini. Mari kita wujudkan potensi itu bersama-sama," pungkas Herdman.

Dengan target tahun 2030, sepak bola Indonesia memasuki era baru yang penuh tantangan tapi juga harapan. Visi yang ditawarkan Herdman menjadi peta jalan bagi perjalanan panjang menuju sepak bola Indonesia yang lebih kompeten di panggung Asia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Vino Pratama

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter