30, 2026
Olahraga

John Herdman Tegaskan Tak Ada Lagi Pemain Lokal dan Diaspora di Timnas: Kita Adalah Orang Indonesia

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/25/6ab69ec1e02ac-pelatih-timnas-indonesia-john-herdman-di-fifa-asean-cup-2026_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Mira Permata
Mira Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

John Herdman Tegaskan Tak Ada Lagi Pemain Lokal dan Diaspora di Timnas: Kita Adalah Orang Indonesia

Pelatih tim nasional Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa dirinya tidak lagi memandang pemain berdasarkan label "lokal" dan "diaspora" di dalam skuad Garuda. Menurutnya, seluruh pemain yang memperkuat tim nasional Indonesia adalah orang Indonesia, terlepas dari tempat kelahiran, latar belakang kewarganegaraan, maupun pengalaman karier mereka di luar negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Herdman di tengah sorotan publik yang masih membahas komposisi pemain tim nasional Indonesia pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Isu soal dominasi pemain diaspora kerap menjadi perdebatan di ruang publik, terutama ketika performa tim nasional dinilai kurang memuaskan atau ketika muncul kritik terhadap proses naturalisasi.

Herdman menilai dikotomi antara pemain lokal dan pemain diaspora tidak lagi relevan untuk dibahas. Ia menekankan bahwa setiap pemain yang telah memenuhi syarat dan resmi memperkuat Indonesia memiliki identitas yang sama di mata negara, yaitu sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Identitas Tunggal di Ruang Ganti

Dalam berbagai kesempatan, Herdman disebut aktif membangun budaya tim yang tidak membedakan asal-usul pemain. Pendekatan itu diterapkan di ruang ganti, sesi latihan, hingga pertemuan tim. Tujuannya adalah menciptakan kesatuan dan menghilangkan sekat-sekat yang berpotensi memecah konsentrasi pemain.

Menurut Herdman, ikatan emosional terhadap Indonesia tidak diukur dari tempat lahir. Banyak pemain diaspora yang memiliki hubungan keluarga dengan Indonesia, memiliki darah Indonesia, dan tumbuh dengan cerita tentang tanah leluhur mereka. Ketika mereka memilih memperkuat tim nasional Indonesia, pilihan itu merupakan bentuk pengakuan identitas, bukan semata keputusan karier.

Ia juga menyinggung pentingnya peran pemain yang berkarier di dalam negeri. Herdman menilai kompetisi domestik tetap menjadi fondasi pembinaan sepak bola nasional. Pemain lokal yang tampil di Liga Indonesia memiliki peluang sama untuk masuk skuad selama menunjukkan performa dan disiplin yang sesuai standar tim nasional.

Kritik Publik dan Pembelaan Herdman

Wacana soal pemain lokal dan diaspora kembali menguat setelah tim nasional Indonesia tampil di FIFA ASEAN Cup 2026. Sebagian pengamat menilai keberadaan pemain diaspora membuat peluang pemain lokal berkurang. Namun, Herdman memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, persaingan di dalam skuad justru meningkatkan standar kualitas seluruh pemain.

Pelatih asal Inggris itu menegaskan bahwa setiap pemain yang dipanggil masuk tim nasional telah melalui proses seleksi, pemantauan, dan penilaian yang ketat. Tidak ada pemain yang masuk karena nama besar atau asal klub. Semua dipilih berdasarkan kebutuhan taktik dan kontribusi nyata bagi tim.

Herdman juga menyoroti bahwa sepak bola modern telah lama meninggalkan cara pandang sempit soal identitas. Di banyak negara, pemain dengan latar belakang diaspora menjadi bagian penting dari tim nasional. Hal serupa terjadi di Indonesia, dan menurut Herdman, hal itu bukan sebuah kelemahan, melainkan kekayaan yang harus dikelola dengan baik.

Fokus pada Pencapaian Tim

Saat ini, pria yang pernah menangani tim nasional Kanada dan Selandia Baru itu menegaskan fokusnya tertuju pada pembangunan tim yang kompetitif. Ia menyusun program latihan, pemulihan, dan analisis pertandingan untuk memastikan tim nasional Indonesia tampil konsisten di setiap ajang.

Menurut Herdman, perdebatan soal label pemain sebaiknya tidak menjadi distraksi. Ia mengajak semua pihak untuk melihat tim nasional sebagai satu kesatuan. Dukungan publik dinilai lebih bermanfaat ketimbang memperdebatkan asal-usul pemain.

Ia juga menekankan pentingnya stabilitas jangka panjang. Pembinaan usia muda, penguatan kompetisi domestik, serta integrasi pemain lintas generasi menjadi bagian dari rencana besar yang tengah dijalankan. Herdman ingin tim nasional Indonesia tidak hanya bergantung pada satu generasi pemain, tetapi memiliki fondasi yang berkelanjutan.

Kesatuan sebagai Fondasi

Pernyataan Herdman menjadi pesan yang jelas bahwa tim nasional Indonesia adalah rumah bagi semua pemain yang berkomitmen membela Merah Putih. Ia tidak ingin ada lagi pembedaan yang berpotensi melemahkan soliditas tim.

Bagi Herdman, identitas Indonesia tidak ditentukan oleh aksen, tempat lahir, atau klub tempat pemain berkarier. Identitas itu ditentukan oleh komitmen, kerja keras, dan keinginan untuk mengharumkan nama bangsa di pentas internasional.

Dengan pendekatan tersebut, Herdman berharap tim nasional Indonesia dapat melangkah lebih jauh di berbagai kompetisi mendatang. Ia menegaskan bahwa selama pemain mengenakan lambang Garuda di dada, mereka semua adalah orang Indonesia, tanpa terkecuali.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Mira Permata

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter