30, 2026
Nasional

Jule Ditangkap Terkait Etomidate, Dokter Ungkap Dampak Mengerikan Zat Anestesi dalam Vape

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/19/6aae77281a8f7-julia-prastini-alias-jule_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jule Ditangkap Terkait Etomidate, Dokter Ungkap Dampak Mengerikan Zat Anestesi dalam Vape

Julia Prastini, yang dikenal dengan nama panggung Jule, ditangkap polisi pada Rabu (19/9/2023) dalam operasi yang dilakukan oleh Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Penangkapan terkait kasus penggunaan etomidate, zat anestesi yang ditemukan dalam vape miliknya. Zat ilegal ini menimbulkan kecemasan besar di kalangan medis karena dampaknya yang sangat berbahaya bagi kesehatan pengguna.

Penangkapan Jule dan Penemuan Etomidate

Operasi penangkapan Jule dilakukan di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan. Polisi menemukan vape yang mengandung etomidate, sebuah zat anestesi yang biasanya digunakan dalam prosedur medis dengan pengawasan medis yang ketat. Jule diduga menggunakan vape ini sebagai bagian dari kebiasaan mengonsumsi narkoba. Polisi juga menyita barang bukti lain termasuk beberapa jenis narkoba dan alat hisap.

Kepala Polda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran menjelaskan bahwa etomidate merupakan zat yang sangat berbahaya jika digunakan di laman medis. "Zat ini seharusnya digunakan di bawah pengawasan dokter anestesi dalam kondisi rumah sakit. Penggunaan di luar kontrol medis dapat menyebabkan kematian secara mendadak," ujar Fadil dalam konferensi pers.

Dampak Mengerikan Etomidate bagi Kesehatan

Dokter spesialis anestesi dari RS Medika Permata Hijau, dr. Ahmad Rizki, menjelaskan dampak mengerikan yang bisa ditimbulkan oleh etomidate jika digunakan secara tidak wajar. "Etomidate adalah anestesi intravena yang bekerja dengan sangat cepat. Efek sampingnya bisa sangat fatal terutama pada sistem pernafasan dan sirkulasi darah," jelas dr. Rizki.

Menurutnya, etomidate dapat menyebabkan depresi pernafasan yang parah, henti napas, bahkan gagal jantung secara mendadak. "Zat ini juga dapat menghambat fungsi kortisol di dalam tubuh, yang sangat penting untuk respons terhadap stres. Tanpa kontrol medis, pengguna rentan mengalami krisis adrenalin yang bisa berujung koma," tambahnya.

Risiko Ketergantungan dan Dampak Jangka Panjang

Selain dampak akut, etomidate juga memiliki potensi ketergantungan tinggi. Ahli narkoba dari Universitas Indonesia, dr. Siti Nurhaliza, menjelaskan bahwa penggunaan jangka panjang etomidate dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat. "Pengguna akan merasa sangat tergantung pada zat ini untuk merasa 'normal'. Ketergantungan ini sulit dihentikan bahkan dengan program rehabilitasi standar," ujar dr. Siti.

Ia menambahkan bahwa dampak jangka panjang termasuk gangguan kognitif, kerusakan ingatan, dan gangguan psikosis. "Kasus seperti Jule ini menunjukkan adanya tren baru dalam penggunaan narkoba, yaitu menggunakan zat medis untuk keperluan rekreasi. Ini sangat berbahaya karena pengguna tidak menyadari risiko nyata yang mereka hadapi," paparnya.

Reaksi Publik dan Tindakan Pihak Berwenang

Penangkapan Jule menjadi sorotan luas di media sosial dan berbagai platform online. Banyak netizen yang mengecam tindakan Jule, namun ada pula yang menyatakan kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan mentalnya. Organisisasi masyarakat yang bergerak di bidang narkoba juga menyoroti masalah ini sebagai bagian dari tantangan yang semakin kompleks dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Polisi mengaku akan terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan yang menyuplai etomidate kepada Jule. "Kami menduga ada jaringan internasional yang menyelundupkan zat medis ini untuk diedarkan di kalangan selebriti dan pekerja malam. Ini menjadi prioritas utama kami untuk dibongkar," kata Wakil Kepala Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Kompol Budi Santoso.

Upaya Pencegahan dan Edukasi

Ditengah meningkatnya kasus penyalahgunaan zat medis, pihak berwenang berencana melakukan kampanye edukasi yang lebih intensif. Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan lembaga kesehatan mental untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan obat-obatan resep dan zat medis.

"Kita perlu menyadari bahwa tidak ada zat yang aman untuk digunakan di luar indikasi medis. Setiap obat memiliki efek samping dan risiko khusus yang hanya bisa dikendalikan oleh profesional medis," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Maxi Rein Rondonuwu.

Kasus Jule menjadi pengingat bagi semua kalangan tentang bahaya narkoba dalam berbagai bentuk, termasuk yang disembunyikan dalam penampilan yang biasa seperti vape. Dampaknya tidak hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga dapat merusak karir dan kehidupan sosial pengguna dalam jangka panjang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter