31, 2026
Olahraga

Kaka: Mbappe Kurang Trofi dan Lamine Yamal Tak Menentukan

Eks pesepakbola top Kaka menilai Harry Kane memang layak meraih Ballon d'Or 2026. Dua rival Kane; Kylian Mbappe dan Lamine Yamal gagal memenuhi ekspektasi.]]>

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kaka: Mbappe Kurang Trofi dan Lamine Yamal Tak Menentukan

Kaka: Mbappe Kurang Trofi dan Lamine Yamal Tak Menentukan

Legenda sepak bola Brasil, Ricardo Izecson dos Santos Leite atau yang akrab disapa Kaka, memberikan pandangannya mengenai dua pemain muda yang sedang menjadi sorotan dunia sepak bola saat ini. Mantan penyerang AC Milan dan Real Madrid ini menilai Kylian Mbappe masih membutuhkan lebih banyak trofi untuk membuktikan eksistensinya, sementara ia juga menilai Lamine Yamal belum menunjukkan kualitas yang benar-benar menentukan.

Dalam sebuah wawancara eksklusif, Kaka mengungkapkan bahwa meskipun Mbappe telah menunjukkan kemampuan individu yang luar biasa, ia percaya bahwa gelar juara yang lebih banyak adalah kunci untuk mengukur besarnya seorang pemain. "Mbappe adalah talenta luar biasa. Kecepatannya, tekniknya, dan kemampuannya menyelesaikan peluang membuatnya menjadi ancaman bagi setiap pertahanan," ujar Kaka.

"Namun, dalam sepak bola modern, karir seorang pemain seringkali dinilai dari trofi yang ia raih. Mbappe telah memenangkan Piala Dunia dengan Prancis, tetapi untuk mencapai level Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi, ia membutuhkan lebih banyak gelar klub dan individu," tambahnya.

Mbappe, yang kini bermain untuk Real Madrid setelah meninggalkan Paris Saint-Germain, telah memenangkan beberapa trofi sepanjang kariernya termasuk empat gelar Ligue 1 Prancis, tiga Piala Prancis, dan satu Piala Dunia. Namun, Kaka menilai masih ada ruang bagi Mbappe untuk meningkatkan koleksi trofi khususnya di level klub.

Sementara itu, Kaka juga memberikan komentar tentang Lamine Yamal, bintang muda Barcelona yang sedang naik daun. Pemain berusia 16 tahun ini telah menarik perhatian karena performa impresifnya meskipun usianya masih sangat muda.

"Lamine adalah talenta menarik, tidak ada keraguan tentang itu. Kemampuannya mengolah bola dan ketenangannya di atas lapangan adalah sesuatu yang langka untuk usianya," kata Kaka.

"Namun, saya pikia masih terlalu dini untuk menyebutnya sebagai pemain yang menentukan. Ia perlu waktu untuk berkembang dan membuktikan bahwa ia dapat memberikan kontribusi konsisten dalam situasi yang sulit, bukan hanya dalam pertandingan yang Barcelona sudah unggul," tambahnya.

Kaka menekankan bahwa tekanan yang dialami oleh pemain muda di masa kini sangat berbeda dengan ketika ia memulai karirnya. Dengan media sosial dan liputan 24 jam, setiap performa pemain akan dianalisis secara mendalam.

"Tekanan pada pemain muda sekarang sangat besar. Setiap kesalahan mereka akan dibesar-besarkan, setiap performa baik akan dipuji berlebihan. Saya pikia Lamine perlu fokus pada pengembangan permainannya dan tidak terlalu memperhatikan apa yang dikatakan orang," ujar Kaka.

Mengenai perkembangan sepak bola secara umum, Kaka mengungkapkan kecemasannya akan semakin minimnya ruang bagi pemain untuk berkembang. "Saya khawatir bahwa dalam upaya mencari pemain instan, klub seringkali memberi tanggung jawab terlalu cepat pada pemain muda. Mereka perlu waktu untuk belajar dari kesalahan dan membangun kepercayaan diri secara bertahap," kata legenda Brazil ini.

Kaka juga memuji Barcelona karena tetap bersabar dengan pengembangan pemain muda mereka, termasuk Yamal. "Filosofi La Masia masih menjadi kekuatan utama Barcelona. Mereka memahami bahwa pembuatan pemain butuh waktu," tambahnya.

Dalam wawancara tersebut, Kaka juga berbagi pengalamannya sendiri sebagai pemain muda yang diharapkan banyak orang. "Saya juga mengalami tekanan yang sama ketika masih muda. Orang-orang mengharapkan saya menjadi pemain seperti Ronaldo atau Romario. Namun, saya mempelajari bahwa yang terpenting adalah fokus pada permainan dan terus meningkatkan setiap hari," ujarnya.

Menutup wawancara, Kaka menekankan bahwa baik Mbappe maupun Yamal memiliki potensi besar untuk menjadi pemain hebat di masa depan. "Yang terpenting adalah mereka tetap rendah hati, terus belajar, dan tidak lupa bahwa sepak bola adalah tim olahraga. Individu yang hebat adalah bagian dari tim yang hebat," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter