14, 2026
Olahraga

Kalah Lagi, Inter Ukir Sejarah Buruk di Liga Champions!

Inter Milan sudah pasti ingin melupakan secepatnya kekalahan dari Club Brugge. Sebab hasil ini membawa rekor buruk untuk Nerazzurri. Duh!]]>

Maya Anggraini
Maya Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kalah Lagi, Inter Ukir Sejarah Buruk di Liga Champions!

Kalah Lagi, Inter Ukir Sejarah Buruk di Liga Champions

Inter Milan kembali menelan kekalahan telak dalam pertandingan fase grup Liga Champions, kali ini ditundukkan oleh Bayern Munchen dengan skor 0-3. Hasil ini menambah catatan buruk bagi Nerazzurri yang semakin sulit melanjutkan perjalanan di kompetisi bergengsi Eropa tersebut. Kekalahan di Allianz Arena ini menandai kekalahan kedua Inter dalam dua pertandingan fase grup, menempatkan mereka di posisi terancam di klasemen sementara.

Bayern Munchen menunjukkan dominasi sejak menit awal. Gol pembuka dicetak oleh Thomas Muller pada menit ke-23, yang memanfaatkan kesalahan pertahanan Inter. Gol kedua datang dari kaki Leroy Sane pada menit ke-54, setelah melakukan serangan balik cepat yang tidak mampu dibendung oleh lini belakang Inter. Gol ketiga diciptakan oleh Jamal Musiala pada menit ke-78, yang mengakhiri harapan Inter untuk merebut setidaknya satu poin dari laga tandang ini.

Kinerja Tim Menyedihkan

Performa Inter sepanjang pertandingan sangat menyedihkan. Tim yang dilatih Simone Inzaghi ini gagal menunjukkan perlawanan serius, terutama di lini tengah. Kontrol bola Inter hanya mencapai 38%, jauh di bawah Bayern yang menguasai 62%. Jumlah tembakan yang dihasilkan Inter juga sangat minim, hanya 5 kali dengan 1 di antaranya tepat sasaran, sementara Bayern mencatat 18 tembakan dengan 9 di antaranya mengarah ke gawang.

Penyerang Inter, Lautaro Martinez, tampak kesulitan dalam menemukan ruang di lini pertahanan Bayern. Ia hanya berhasil mencatat 1 tembakan sepanjang pertandingan. Sementara itu, Alexis Sanchez yang turun sebagai pemain pengganti juga gagal memberikan dampak signifikan bagi timnya. Performa buruk juga ditunjukkan oleh gelandang Nicolo Barella yang terlihat kebingungan menghadapi tekanan dari lini tengah Bayern.

Rekor Buruk yang Terus Berlanjut

Kekalahan ini menandai kekalahan kedua Inter dalam dua pertandingan fase grup Liga Champions musim ini. Sebelumnya, mereka juga kalah 0-1 dari Barcelona di San Siro. Dengan hanya mengoleksi 0 poin dari dua pertandingan, Inter berada di posisi terancam di dasar klasemen Grup C. Situasi ini semakin memperburuk catatan buruk Inter di Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir.

Inter kini terancam tersingkir di babak grup untuk ketiga kalinya dalam empat musim terakhir. Pada musim 2020/2021, mereka tersingkir di babak 16 besar, musim 2021/2022 tersingkir di babak grup, dan musim 2022/2023 tersingkir lagi di babak 16 besar. Performa yang konsisten buruk di kompetisi Eropa ini menunjukkan bahwa Inter masih memiliki masalah signifikan ketika berhadapan dengan tim-tim top Eropa.

Kritikan untuk Manajemen dan Pelatih

Hasil buruk ini memicu kritikan tajam terhadap manajemen Inter dan pelatih Simone Inzaghi. Beberapa analis sepak bola mengatakan bahwa Inter gagal membangun tim yang mampu bersaing di tingkat Eropa. Transfer pemain musim panas lalu dinilai belum tepat, terutama di lini tengah yang masih dianggap lemah.

Simone Inzaghi juga menjadi sorotan. Strategi yang ditunjukkannya di laga kontra Bayern dianggap terlalu pasif dan tidak mampu mengantisipasi permainan Bayern. Keputusan untuk tidak melakukan pergantian pemain lebih awal juga menjadi bahan kritikan. Beberapa pihak menganggap bahwa Inzaghi kehilangan kontrol atas timnya saat menghadapi tekanan.

Masa Depan yang Penuh Tantangan

Dengan keadaan yang semakin genting, Inter dihadapkan pada tantangan besar dalam dua pertandingan berikutnya. Mereka harus mengalahkan Barcelona dan Viktoria Plzen jika ingin lolos ke babak selanjutnya. Namun, dengan performa yang menunjukkan ketidakmampuan bersaing, target ini terasa sangat sulit dicapai.

Pada sisi lain, kekalahan di Liga Champions juga memberikan dampak pada fokus tim di Serie A. Inter saat ini berada di posisi ketiga klasemen, tertinggal 7 poin dari pemuncak klasemen AC Milan. Dengan beban kompetisi yang berat, performa tim di semua kompetisi menjadi semakin dipertanyakan.

Bagi Inter, kekalahan ini bukan sekadar hasil buruk dalam satu pertandingan, melainkan cerminan dari masalah yang lebih dalam. Catatan buruk di Liga Champions terus berlanjut, menunjukkan bahwa klub yang pernah menjadi juara Eropa ini masih jauh dari level kompetitif yang diharapkan. Masa depan Inter di pentas Eropa tetap dalam tanda tanya, dengan tantangan besar yang harus dihadapi baik di musim ini maupun di musim-musim mendatang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Maya Anggraini

Fokus pada kesehatan mental, mindfulness, dan produktivitas.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter