17, 2026
Nasional

Keliling Lapas Narkotika Jakarta, Ustaz Derry Sulaiman-Willy Salim Sapa Para Napi

Ustaz Derry Sulaiman dan Willy Salim kunjungi Lapas Narkotika Jakarta untuk melihat pembinaan napi. Mereka cicipi roti buatan napi dan berikan tausiah.]]>

Vino Pratama
Vino Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Keliling Lapas Narkotika Jakarta, Ustaz Derry Sulaiman-Willy Salim Sapa Para Napi

Keliling Lapas Narkotika Jakarta, Ustaz Derry Sulaiman-Willy Salim Sapa Para Napi

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Jakarta Pusat menjadi saksi pertemuan antara dua tokoh agama terkemuka, Ustaz Derry Sulaiman dan Willy Salim, dengan para narapidana (napi) kasus narkotika. Kunjungan ini dilaksanakan pada Rabu (15/3/2023) pagi, bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, dalam rangka memberikan motivasi dan bimbingan spiritual kepada para napi.

Kegiatan yang berlangsung di area lapas tersebut dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ustaz Derry Sulaiman, diikuti oleh sambutan singkat dari Kepala Lapas Jakarta Pusat, Agus Suryanto. Dalam sambutannya, Agus menyampaikan bahwa kunjungan para ulama dan tokoh agama sangat penting bagi pembinaan spiritual para napi.

"Kehadiran Ustaz Derry dan Ustadz Willy di tengah-tengah para napi adalah bentuk kepedulian kita semua. Mereka datang bukan untuk menghakimi, tetapi untuk memberikan motivasi agar mereka dapat memulai hidup baru setelah bebas," ujar Agus.

Silaturahmi dan Pembinaan Spiritual

Selama sekitar dua jam, Ustaz Derry Sulaiman dan Willy Salim berinteraksi langsung dengan puluhan napi kasus narkotika yang sedang menjalani hukuman di lapas tersebut. Dalam sesi tanya jawab, Ustaz Derry menekankan pentingnya kesadaran akan kesalahan dan tekad untuk bertaubat.

"Setiap manusia pasti pernah salah. Yang penting adalah kesadaran untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut dan tekad untuk memperbaiki diri. Narkotika adalah musuh umat manusia, bukan hanya bagi para penggunanya, tetapi juga bagi masyarakat luas," ujar Ustaz Derry dengan nada tegas namun penuh kasih.

Willy Salim, yang dikenal sebagai pendiri Yayasan Pondok Karya Anak Sholeh, menambahkan bahwa para napi perlu didukung untuk memiliki keterampilan yang dapat digunakan setelah bebas. Ia menawarkan bantuan program rehabilitasi dan pelatihan keterampilan bagi para napi yang berminat.

"Kami bersama Yayasan PKAS siap membantu para napi yang ingin mengubah hidupnya. Bukan hanya bimbingan agama, tetapi juga pelatihan keterampilan agar mereka dapat mandiri setelah bebas dan tidak kembali ke jalur yang salah," jelas Willy.

Kisah Inspirasi dari Para Napi

Dalam kesempatan itu, beberapa napi juga berbagi pengalaman dan kisah hidup mereka. Seorang napi bernama Ahmad (nama samaran) mengaku sangat terbantu dengan kunjungan para ulama ini.

"Saya merasa sangat bersyukur bisa bertemu langsung dengan Ustaz Derry dan Ustadz Willy. Mereka memberikan saya kekuatan spiritual untuk bisa menjalani sisa masa hukuman dengan baik dan berubah menjadi lebih baik," ujar Ahmad yang menjalani hukuman 10 tahun penjara karena kasus narkotika.

Seorang napi lainnya, Ratna (nama samaran), menyampaikan rasa terima kasih atas program-program yang diselenggarakan oleh pihak lapas dan para pendukungnya.

"Di sini saya belajar banyak hal, bukan hanya soal agama, tetapi juga keterampilan. Saya sudah belajar membuat batik dan berencana membuka usaha setelah bebas. Semoga dengan bekal ini saya bisa memulai hidup baru yang lebih baik," ujar Ratna yang masih menjalani hukuman 5 tahun.

Komitmen Pembinaan Berkelanjutan

Kepala Lapas Jakarta Pusat, Agus Suryanto, menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen memberikan pembinaan holistik bagi para napi, mulai dari spiritual, mental, hingga keterampilan. Kunjungan para tokoh agama seperti Ustaz Derry dan Willy Salim menjadi bagian penting dari komitmen tersebut.

"Kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan pembinaan yang optimal. Tidak hanya dari sisi agama, tetapi juga psikologi, kesehatan, dan keterampilan. Tujuannya adalah agar para napi benar-benar berubah dan dapat kembali ke masyarakat sebagai warga negara yang baik," jelas Agus.

Ustaz Derry Sulaiman dalam kesempatan itu juga mengajak para napi untuk memanfaatkan waktu di lapas dengan sebaik-baiknya, terutama di bulan suci Ramadhan ini. Ia menekankan bahwa bulan suci adalah momen yang sangat tepat untuk introspeksi diri dan memperbaiki diri.

"Gunakan bulan Ramadhan ini untuk berubah. Lakukan ibadah dengan tulus, minta ampun kepada Allah atas segala kesalahan, dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Nanti saat bebas, buka usaha yang halal dan bermanfaat untuk banyak orang," pungkas Ustaz Derry.

Kunjungan ini diakhiri dengan doa bersama dan penyerahan bantuan berupa buku-buku agama dan pakaian untuk para napi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi para napi untuk terus berubah dan membangun masa depan yang lebih baik.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Vino Pratama

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter