30, 2026
Nasional

Kembali Dibuka, 8 Bandara Dipastikan Aman dari Abu Anak Krakatau

Budi Santoso
Budi Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Kembali Dibuka, 8 Bandara Dipastikan Aman dari Abu Anak Krakatau

Delapan bandara di wilayah Indonesia yang sempat ditutup akibat aktivitas vulkanis Anak Krakatau kembali dibuka setelah dinyatakan aman dari bahaya abu vulkanis. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, mengungkapkan bahwa delapan bandara tersebut telah melalui serangkaian pengamatan dan verifikasi untuk memastikan kondisi udara memenuhi standar keselamatan penerbangan.

Bandara-bandara yang kembali beroperasi mencakup Bandara Internasional Soekarno-Hatta (BISA) di Tangerang, Bandara Internasional Juanda (SUB) di Surabaya, Bandara Internasional Ngurah Rai (DPS) di Bali, Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (BPN) di Balikpapan, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UDU) di Makassar, Bandara Internasional Sam Ratulangi (MDC) di Manado, Bandara Internasional Hang Nadim (BTH) di Batam, dan Bandara Internasional Minangkabau (PDG) di Padang.

Proses Pengawasan Ketat

Sebelum dibuka kembali, tim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama dengan petugas dari unit penerbangan Kementerian Perhubungan melakukan pengawasan ketat terhadap kondisi atmosfer di sekitar wilayah bandara. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen canggih yang mampu mendeteksi partikel abu vulkanis dengan ukuran mikroskopis yang berpotensi mengganggu operasional pesawat terbang.

"Tim kami telah melakukan monitoring 24 jam sejak aktivitas Anak Krakatau menunjukkan penurunan. Hasil pengukuran menunjukkan konsentrasi partikel abu vulkanis telah turun drastis dan berada di bawah ambang batas yang diizinkan," ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta.

Dampak Aktivitas Anak Krakatau

Sebelumnya, aktivitas Anak Krakatau mengalami peningkatan signifikan pada akhir pekan lalu, mengakibatkan hujan abu vulkanis yang menutupi wilayah sekitara Selat Sunda. Aktivitas vulkanis ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi bahaya bagi operasional penerbangan, mengingkat abu vulkanis dapat merusak mesin pesawat terbang dan mengurangi visibiliti pilot.

Menanggapi situasi ini, Kementerian Perhubungan segera mengambil langkah preventif dengan menutup sementara delapan bandara yang berada dalam radius tertentu. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatannya para penumpang dan awak pesawat, sebagaimana direkomendasikan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO).

Respons Maskapai dan Penumpang

Dengan dibukanya kembali delapan bandara tersebut, sejumlah maskapai telah segera merencanakan kembali jadwal penerbangannya yang sempat terganggu. PT Garuda Indonesia Indonesia, misalnya, telah mengumumkan akan segera memulai operasional penuh di semua rute yang terdampak, sambil tetap memantau perkembangan cuaca.

"Kami bersyukur kondisi telah kembali normal dan dapat melanjutkan layanan kepada penumpang. Kami meminta maaf atas gangguan yang terjadi dan berterima kasih atas pemahaman para penumpang," ujar Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsorul Fajri.

Sementara itu, para penumpang yang terdampak penundaan penerbangan menunjukkan pemahaman terhadap situasi yang tak terduga. "Memang ada sedikit kepanikan, tapi saya mengerti bahwa ini demi keselamatan bersama," ujar Rina, salah satu penumpang yang terdampak penundaan penerbangan dari Jakarta ke Bali.

Pemantauan Berkelanjutan

Meskipun delapan bandara telah kembali dibuka, pihak terkait tetap melakukan pemantauan ketat terhadap aktivitas Anak Krakatau. BMKG terus mengamati gempa vulkanis, deformasi tanah, dan kondisi atmosfer di sekitar gunung berapi yang lahir dari letusan Krakatau tahun 1883 tersebut.

"Kami tetap waspada meskipun aktivitas sudah menurun. Anak Krakatau dikenal memiliki pola aktivitas yang tidak selalu dapat diprediksi dengan pasti," tambah Dwikorita.

Kementerian Perhubungan juga telah meminta seluruh maskapai untuk tetap waspada dan siap mengantisipasi kemungkinan penutupan bandara kembali jika aktivitas vulkanis kembali meningkat. Pengumuman terkait status operasional bandara akan terus disampaikan melalui berbagai kanal resmi termasuk laman resmi Kementerian Perhubungan dan media sosial.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Santoso

Penulis kesehatan pria dan pencegahan penyakit degeneratif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter