Kemendikbudristek Ungkap Hasil PISA 2025, Perubahan Skor Indonesia Menarik Perhatian
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) secara resmi mengungkap hasil Program for International Student Assessment (PISA) 2025. Hasil ini menunjukkan perubahan signifikan dalam pencapaian siswa Indonesia berbagai bidang pengetahuan. Data yang dirilis pada konferensi pers di Jakarta ini menjadi acuan penting bagi kebijakan pendidikan ke depan.
Hasil PISA 2025: Peningkatan di Tiga Bidang Utama
Berdasarkan hasil yang dipublikasikan, Indonesia mengalami peningkatan pada ketiga bidang diukur PISA, yaitu Matematika, Membaca, dan Sains. Pada bidang Matematika, rata-rata skor Indonesia meningkat dari 379 pada PISA 2018 menjadi 392 pada PISA 2025. Peningkatan ini menempatkan Indonesia di posisi 72 dari 80 negara peserta.
Pada bidang Membaca, pencapaian Indonesia juga menunjukkan progres yang memuaskan dengan skor rata-rata naik dari 371 menjadi 385. Sementara itu, pada bidang Sains, Indonesia meraih skor 385, meningkat dari 396 pada PISA 2018. Meski masih di bawah rata-rata OECD, tren peningkatan ini menjadi harapan bagi dunia pendidikan Indonesia.
Faktor yang Mendorong Peningkatan Pencapaian
Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, menjelaskan bahwa peningkatan ini bukanlah kebetulan. Berbagai kebijakan strategis yang diterapkan sejak 2019 turut berkontribusi, termasuk kurikulum Merdeka Belajar, peningkatan kompetensi guru, dan digitalisasi pembelajaran.
"Kurikulum Merdeka Belajar memberi ruang bagi sekolah untuk berinovasi sesuai kebutuhan siswa. Ini tercermin dalam peningkatan kemampuan literasi dan numerasi yang kita lihat di hasil PISA 2025," ujar Nadiem saat memberikan sambutan pada konferensi pers tersebut.
Peneliti dari Pusat Pengembangan Kurikulum dan Perbukuan (Puskur) Kemendikbudristek juga menyoroti peran asesmen nasional yang dilaksanakan secara berkala. Asesmen ini memberikan data valid mengenai kemajuan belajar siswa sehingga intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski menunjukkan tren positif, hasil PISA 2025 juga mengungkap beberapa tantangan yang masih dihadapi Indonesia. Jarak antara siswa di perkotaan dan pedesaan masih signifikan, dengan siswa di daerah perkotaan cenderung memiliki skor lebih tinggi. Disparitas ini juga terlihat antar provinsi, dengan provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur menempati posisi teratas.
"Kami masih menghadapi tantangan dalam menyamakan mutu pendidikan di seluruh Indonesia. Program seperti Guru Penggerak dan BOS Plus diharapkan dapat membantu menutup kesenjangan ini," jelas Diratur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Dasar (Dirjen PAUD dan Dikdas) Kemendikbudristek, Iwan Syahril.
Strategi Peningkatan ke Depan
Berdasarkan hasil PISA 2025, pemerintah akan fokus pada beberapa strategi peningkatan ke depan. Pertama, percepatan digitalisasi pembelajaran di seluruh Indonesia melalui program Gerakan Literasi Digital. Kedua, peningkatan kompetensi guru melalui program pengembangan profesionalisme berkelanjutan.
Ketiga, penguatan asesmen nasional untuk memantau kemajuan belajar siswa secara lebih efektif. Keempat, percepatan pembangunan sarana prasarana pendidikan di daerah terpencil dan terisolir.
Hasil PISA 2025 ini juga menjadi bahan evaluasi bagi implementasi kurikulum Merdeka Belajar. Beberapa perubahan akan dilakukan pada kurikulum tahun 2024 untuk memastikan relevansi dengan kebutuhan abad ke-21 dan standar internasional.
Respons dari Pihak Terkait
Hasil PISA 2025 mendapat respons beragam dari berbagai pihak. Koalisi Masyarakat Pendidikan Indonesia mengapresiasi peningkatan yang dicapai, namun tetap menyoroti perlunya komitmen lebih dalam menyelesaikan masalah disparitas pendidikan.
"Meski trennya positif, kita tidak boleh puas sampai di sini. Pendidikan adalah hak setiap anak, dan kita harus memastikan semua siswa di Indonesia mendapatkan pendidikan berkualitas," ujar Ketua Koalisi Masyarakat Pendidikan Indonesia, Ahmad Dahlan.
Sementara itu, para akademikus dan praktisi pendidikan menekankan perlunya pendekatan yang lebih holistik dalam peningkatan kualitas pendidikan. Menurut mereka, fokus tidak hanya pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan keterampilan sosial siswa.
Kesimpulan
Hasil PISA 2025 menunjukkan bahwa Indonesia berada di jalur yang benar dalam peningkatan kualitas pendidikan. Peningkatan skor di ketiga bidang diukur menunjukkan bahwa kebijakan-kebijakan yang diterapkan mulai memberikan hasil. Namun, tantangan besar dalam menyamakan mutu pendidikan di seluruh Indonesia masih memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak.
Dengan data yang akurat dari PISA 2025, pemerintakan diharapkan dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasar dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Pendidikan yang berkualitas adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global.
Komentar (0)