Ketua Komite Wasit PSSI Minta Pemain dan Ofisial Jaga Emosi saat Cek VAR: Bisa Bikin Tempo Pertandingan Rusak
PEKANBARU - Ketua Komite Wasit PSSI, M. Iqbal, menegaskan pentingnya menjaga emosi bagi para pemain dan ofisial saat proses pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR) berlangsung. Menurutnya, reaksi emosional yang tidak terkontrol dapat mengganggu alur pertandingan bahkan berdampak buruk pada keputusan wasit di lapangan.
Iqbal menjelaskan bahwa VAR merupakan teknologi pendukung wasit yang dirancang untuk membantu membuat keputusan yang lebih akurat. Namun, proses pemeriksaan ulang ini membutuhkan waktu dan ketenangan. "Ketika wasit sedang melakukan pemeriksaan VAR, semua pihak harus bersikap sabar. Reaksi emosional yang berlebihan bisa mengganggu fokus wasit bahkan mempengaruhi keputusan yang akan diambil," ujarnya saat ditemui di Pekanbaru, Rabu (15/3).
Dampak Negatif Reaksi Emosional
Iqbal menyoroti bahwa seringkali terjadi pemain atau ofisial tim yang mendekati wasit saat proses VAR berlangsung. Adegan ini menurutnya dapat memicu konflik dan mengganggu konsentrasi wasit dalam menilai ulang akrab lapangan. "Ada beberapa kasus di mana pemain mendekati wasit saat tengah menunggu keputusan VAR. Hal ini jelas tidak diizinkan dan bisa merusak flow permainan," tegasnya.
Menurut Iqbal, keputusan VAR seharusnya dianggap sebagai bagian dari permainan modern. Setiap tim memiliki peluang yang sama untuk mendapat keuntungan dari teknologi ini. "VAR diciptakan untuk keadilan dalam permainan. Jika semua pihak bisa menjaga emosi, maka teknologi ini akan berfungsi dengan baik," tambahnya.
Pelatihan untuk Mengelola Emosi
Untuk mengatasi masalah ini, Komite Wasit PSSI berencana melaksanakan pelatihan khusus bagi wasit, asisten wasit, bahkan perwakilan klub. Pelatihan ini tidak hanya fokus pada teknis penerapan VAR, tetapi juga bagaimana mengelola situasi emosional saat proses pemeriksaan berlangsung.
"Kami akan menyelenggarakan pelatihan khusus tentang komunikasi dan pengendalian emosi. Wasit perlu tahu bagaimana memberikan penjelasan yang jelas kepada pemain tanpa menimbulkan provokasi. Sementara itu, perwakilan klub juga perlu diajarkan cara menerima keputusan wasit dengan sportif," jelas Iqbal.
Ia menambahkan bahwa regulasi terkait penggunaan VAR akan diperjelas dalam pedoman kompetisi musim depan. Setiap pelanggaran terkait perilaku tidak sportif saat proses VAR berlangsung akan dikenakan sanksi sesuai dengan tingkat keparahannya.
Kendala dalam Implementasi VAR
Meskipun VAR telah diterapkan dalam beberapa kompetisi di Indonesia, Iqbal mengakui masih ada kendala dalam implementasinya. Salah satunya adalah keterbatasan infrastruktur dan pemahaman dari para pemain dan ofisial mengenai prosedur yang benar saat VAR digunakan.
"Infrastruktur VAR belum merata di semua stadion. Selain itu, pemahaman para pemain dan ofisial mengenai kapan dan bagaimana VAR digunakan masih perlu ditingkatkan. Itu sebabnya edukasi sangat penting," ujarnya.
Iqbal berharap dengan adanya arahan ini, kompetisi sepak bola di Indonesia bisa berjalan lebih baik dan fair. "VAR adalah alat untuk membantu wasit, bukan untuk menciptakan kontroversi. Jika digunakan dengan benar dan semua pihak bisa menjaga emosi, maka kompetisi kita akan semakin profesional," pungkasnya.
Komentar (0)