20, 2026
Nasional

KMP Batumandi Terbakar, Penumpang Selamatkan Diri ke Anjungan-Geladak Kapal

Kapal feri KMP Batumandi terbakar di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. Terlihat penumpang menaiki anjungan dan geladak kapal untuk menyelamatkan diri.]]>

Citra Anggraini
Citra Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

KMP Batumandi Terbakar, Penumpang Selamatkan Diri ke Anjungan-Geladak Kapal

Kebakaran melanda Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi. Insiden itu memaksa sejumlah penumpang berhamburan keluar dari ruang kabin dan menyelamatkan diri ke bagian anjungan serta geladak kapal untuk menghindari kepulan asap dan kobaran api.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, api pertama kali terlihat di salah satu bagian kapal. Kobaran api dengan cepat membesar dan mengeluarkan asap tebal yang menyebar ke sejumlah ruangan. Kondisi itu memicu kepanikan di antara penumpang dan anak buah kapal yang sedang berada di dalam.

Sejumlah penumpang memilih naik ke anjungan dan geladak atas karena bagian tersebut dinilai lebih aman dan masih memiliki akses udara terbuka. Dari posisi itu, mereka menunggu proses evakuasi dan pemadaman yang dilakukan petugas serta awak kapal.

Kronologi Kejadian

Informasi awal yang dihimpun menyebutkan, kebakaran terjadi saat kapal dalam kondisi beroperasi. Titik api dilaporkan muncul dari salah satu ruangan di bagian dalam kapal sebelum akhirnya menyebar. Asap hitam pekat terlihat membumbung dari badan kapal dan menjadi perhatian warga di sekitar lokasi.

Kepanikan sempat terjadi karena penumpang tidak serta-merta mengetahui sumber api. Sebagian penumpang berusaha keluar dari ruang kabin melalui jalur yang tersedia, sementara sebagian lainnya berlarian ke arah geladak untuk mencari posisi yang lebih aman.

Awak kapal dikabarkan langsung bergerak melakukan penanganan awal. Alat pemadam api ringan disiapkan dan diarahkan ke titik api. Upaya tersebut dilakukan sambil meminta penumpang tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Penumpang Menyelamatkan Diri ke Anjungan dan Geladak

Sejumlah penumpang yang berhasil mencapai anjungan dan geladak tampak berkerumun di area terbuka. Mereka sebagian mengenakan pelampung sebagai langkah antisipasi. Dari posisi tersebut, penumpang dapat memantau langsung proses pemadaman yang berlangsung di bawah mereka.

Beberapa penumpang dilaporkan mengalami kesulitan bernapas akibat menghirup asap. Namun, belum ada laporan resmi mengenai jumlah penumpang yang membutuhkan penanganan medis. Petugas di lapangan menyiapkan pos pertolongan sementara untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut.

Proses evakuasi berlangsung tidak sekaligus. Petugas mendahulukan penumpang lanjut usia, anak-anak, serta penumpang yang kondisinya lemah. Sementara penumpang lain diarahkan menunggu giliran di titik kumpul yang telah ditentukan.

Upaya Pemadaman dan Pengamanan Lokasi

Pemadaman dilakukan dengan mengerahkan personel dan peralatan dari sejumlah instansi. Selain awak kapal, petugas pemadam kebakaran serta aparat keamanan setempat dikerahkan ke lokasi. Kapal-kapal di sekitar juga diminta waspada dan menjauh dari area kebakaran untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

Petugas membatasi akses warga ke area dermaga agar proses penanganan tidak terganggu. Garis pengaman dipasang di sejumlah titik, sementara kendaraan yang berada di area pelabuhan diarahkan untuk sementara menjauh.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pendinginan di sejumlah bagian kapal untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Asap masih terlihat tipis di beberapa bagian kapal, terutama pada ruang yang terdampak paling parah.

Belum Ada Laporan Korban Jiwa

Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Jumlah penumpang dan anak buah kapal yang berada di atas kapal saat kejadian juga belum dipastikan. Otoritas terkait masih melakukan pendataan dan penghitungan berdasarkan manifes perjalanan.

Petugas juga belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Sejumlah kemungkinan masih ditelusuri, termasuk potensi gangguan pada sistem kelistrikan atau permesinan kapal. Penyebab pasti baru dapat diketahui setelah proses penyelidikan dan pemeriksaan menyeluruh dilakukan.

Kerugian materiil akibat kebakaran juga belum dapat dihitung. Petugas masih mendata bagian kapal yang terdampak serta barang bawaan penumpang yang kemungkinan tidak dapat diselamatkan.

Imbauan bagi Penumpang dan Pengguna Jasa Angkutan Laut

Masyarakat diminta tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dari otoritas terkait. Penumpang yang kehilangan dokumen atau barang bawaan diarahkan untuk melapor ke pos pelayanan agar dapat didata dan ditindaklanjuti.

Pengguna jasa angkutan laut juga diimbau memperhatikan prosedur keselamatan selama berada di atas kapal, termasuk mengenali lokasi alat pelampung, jalur evakuasi, dan titik kumpul. Awak kapal diminta memastikan seluruh peralatan keselamatan dalam kondisi layak pakai sebelum kapal berangkat.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dalam setiap perjalanan laut. Pemeriksaan rutin terhadap sistem kelistrikan, permesinan, serta perlengkapan pemadam kebakaran dinilai menjadi kunci untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Citra Anggraini

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter