17, 2026
Teknologi

Kondisi Terkini Kabut Asap Palangka Raya Usai Diguyur Hujan

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kondisi Terkini Kabut Asap Palangka Raya Usai Diguyur Hujan

Palangka Raya mengalami penurunan signifikan tingkat polusi udara setelah diguyur hujan beberapa hari terakhir. Kondisi kabut asap yang sebelumnya cukup mengganggu aktivitas warga di sekitar kota ini kini mulai mereda. Menurut informasi dari Stasiun Meteorologi Kelas II Palangka Raya, curahan hujan yang terjadi pada akhir pekan lalu turut membantu mengurangi konsentrasi partikel-partikel halus yang menjadi penyebab utama kabut asap.

Kepala Bidang Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Dr. Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa curahan hujan yang cukup intensif selama tiga hari berturut-turut telah membantu membersihkan udara dari partikel-partikel debu dan asap. "Hasil pengukuran Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) hari ini menunjukkan angka 45, yang termasuk dalam kategori sedang. Sebelum hujan, angka ISPU pernah mencapai 180 yang masuk dalam kategori tidak sehat," ujar Fauzi dalam konferensi pers yang diselenggarakan di ruang kerjanya, Senin (15/5).

Penurunan Drastis Tingkat Polusi

Data yang dikumpulkan DLH menunjukkan bahwa konsentrasi partikel PM10 (partikel dengan diameter kurang dari 10 mikrometer) di udara Palangka Raya telah menurun dari 156 mikrogram per meter kubik menjadi 45 mikrogram per meter kubik dalam waktu kurang dari seminggu. Penurunan ini sejalan dengan curahan hujan yang terjadi di wilayah tersebut.

"Kondisi cuaca yang cerah dan hujan secara bergantian beberapa hari terakhir membantu proses pembersihan alami udara. Partikel-partikel polutan yang sebelumnya melayang di udara turun ke tanah karena diikat oleh tetesan hujan," jelas Kepala BMKG Palangka Raya, Budi Santoso.

Sebelumnya, kota ini diguyu kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di sekitar perbatasan dengan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Api yang berhasil dipadamkan oleh tim penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) turut membantu mengurangi sumber polusi utama.

Dampak Positif bagi Kesehatan Masyarakat

Penurunan tingkat polusi udara ini memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat Palangka Raya. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tumbang Nusa melaporkan penurunan pasien dengan keluhan gangguan pernafasan seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) dan asma.

"Kami melihat penurunan signifikan pasien yang datang dengan keluhan gangguan pernafasan. Jika sebelumnya kami menerima 15-20 pasien per hari dengan gejala tersebut, kini jumlahnya turun menjadi 5-8 pasien per hari," kata Kepala RSUD Tumbang Nusa, dr. Siti Aminah, M.Kes.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah mengantisipasi kemungkinan lonjakan pasien jika kondisi kabut asap kembali terjadi. "Kami tetap siaga dan mempersiapkan obat-obatan serta alat pelindung diri bagi tenaga medis dan pasien jika diperlukan," tambahnya.

Pencegahan dan Pemantauan Tetap Dilakukan

Meskipun kondisi udara telah membaik, pemerintah daerah tidak menganggap remeh bahaya potensi kembali terjadinya kabut asap. DLH bersama instansi terkata terus melakukan pemantauan dan pencegahan secara intensif.

Untuk mempercepat pemulihan ekosistem, pemerintah daerah juga melakukan penanaman kembali pohon di area yang terdampak kebakaran. "Program ini bertujuan untuk memperbaiki ekosistem yang rusak dan mencegah terjadinya erosi tanah," tambahnya.

Warga Palangka Raya sendiri memberikan respons positif terhadap perbaikan kondisi udara. Banyak dari mereka yang mulai melaksanakan aktivitas di luar rumah lagi setelah sebelumnya menghindari karena khawatir terkena dampak buruk kabut asap.

"Saya sangat lega setelah hujan turun. Anak-anak saya bisa bermain di luar rumah lagi tanpa harus khawatir terganggu pernafasannya," ujar warga setempat, Rina, yang tinggal di Kelurahan Menteng.

Dengan kondisi yang membaik ini, pemerintah daerah berharap dapat memaksimalkan momentum untuk membangun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan agar bencana alam seperti kabut asap tidak kembali menghantui kota ini di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter