27, 2026
Nasional

Kondisi Terkini Pengemudi Ojol yang Terlindas Mobil Listrik

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/24/6adc977167083-detik-detik-sebelum-mobil-listrik-hantam-pengemudi-ojek-online_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Budi Santoso
Budi Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pengemudi Ojol Tewas Terlindas Mobil Listrik di Jakarta

Seorang pengemudi ojek online (ojol) tewas setelah terlindas mobil listrik di kawasan Jakarta Pusat, Senin (23/10) dini hari. Korban yang diketahui bernama Ahmad (32) warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengalami luka serius bagian tubuh hingga tewas di tempat. Kejadian tragis ini menimbulkan kecemasan di kalangan pengemudi ojol mengenai keselamatan saat beraktivitas di jalanan ibu kota yang semakin padat.

Kronologi Kecelakaan

Menurut keterangan saksi mata, kejadian bermula sekitar pukul 02.00 WIB saat korban sedang menunggu penumpang di sekitar Jalan MH Thamrin. Mobil listrik Tesla warna putih yang dikemudikan oleh Andi (45) warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dikabarkan melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak motor Honda Beat yang sedang diparkir korban.

"Saya sedang berjalan kaki dari ar Bundaran HI ke arah Jalan Thamrin. Tiba-tiba saya lihat mobil listrik itu melaju sangat kencang. Tidak ada indikasi rem atau peringatan sama sekali," ujar Budi (52), saksi mata yang bekerja sebagai satpam di sekitar lokasi kejadian.

Set menabrak motor korban, mobil listrik terus melaju hingga menabrak tiang listrik dan terhenti. Korban yang sedang berada di sekitar motor kemudian terseret sejauh sekitar 10 meter sebelum akhirnya terlindas roda depan mobil.

Tanggapan Kepolisian

Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi (Kompol) Hendra mengatakan bahwa pihaknya telah menangkap pengemudi mobil listrik tersebut. "Pelaku kami amankan di lokasi kejadian. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif di balik kecelakaan ini," ujar Hendra saat dikonfirmasi, Senin siang.

Menurut Hendra, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa pengemudi mobil listrik dalam keadaan mabuk saat kejadian. "Tim medis kami telah mengambil sampel darah pelaku untuk diuji kandungan narkoba dan alkohol. Hasilnya akan keluar dalam 3x24 jam," tambahnya.

Polisi juga menyita mobil listrik yang digunakan dalam kejadian untuk selanjutnya diperiksa lebih lanjut. "Kita akan memeriksa sistem pengereman dan elektronik mobil tersebut untuk mengetahui apakah ada masalah teknis yang menyebabkan kecelakaan," jelas Hendra.

Reaksi Pengemudi Ojol

Kejadian ini menuai reaksi dari berbagai kalangan, terutama pengemudi ojek online. Mereka khawatir akan keselamatan mereka saat beroperasi di jalanan yang semakin padat dan semakin banyak kendaraan listrik.

"Kami sebagai pengemudi ojol sangat rentan kecelakaan. Kendaraan listrik seperti mobil Tesla biasanya lebih senyap dan sering tidak terdengar oleh kita, terutama saat malam hari," kata Slamet (41), ketua asosiasi pengemudi ojol wilayah Jakarta Pusat.

Slamet menambahkan bahwa banyak pengemudi yang mengalami kecelakaan karena pengendara kendaraan listrik tidak memperhatikan keberadaan ojol. "Kami meminta pihak berwenang untuk memberikan edukasi kepada pengemudi kendaraan listrik agar lebih waspada terhadap pengendara motor," ujarnya.

Kendaraan Listrik dan Keselamatan Lalu Lintas

Meningkatnya jumlah kendaraan listrik di Jakarta memang menjadi tantangan tersendiri bagi keselamatan lalu lintas. Mobil listrik yang umumnya dilengkapi dengan teknologi bising rendah (quiet vehicle) sering tidak terdengar oleh pengendara sepeda motor dan pejalan kaki.

"Kendaraan listrik memang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kendaraan konvensional. Kebisingan yang rendah memang menjadi salah satu tantangan, terutama dalam hal kesadaran pengendara lain," ujar Dr. Ir. Budi Santoso, M.T, ahli transportasi dari Universitas Indonesia.

Budi menambahkan bahwa pemerintah perlu memikirkan kebijakan yang lebih komprehensif mengenai penggunaan kendaraan listrik di area padat penduduk. "Mungkin perlu dipertimbangkan kebijakan seperti wajib memberikan suara artifisial saat kecepatan rendah atau membatasi penggunaan kendaraan listrik pada jam-jam tertentu," sarannya.

Upaya Pencegahan

Dalam respons terhadap kejadian ini, Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana untuk melakukan sosialisasi mengenai keselamatan berlalu lintas bagi pengendara kendaraan listrik. "Kami akan bekerja sama dengan pihak kepolisian dan asosiasi pengemudi untuk memberikan edukasi," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syahrul.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Aris, meminta pengemudi ojol untuk lebih waspada saat beroperasi di malam hari. "Kami meminta kepada seluruh pengemudi untuk selalu menggunakan atribut yang jelas dan mematuhi aturan lalu lintas," ujarnya.

Keluarga korban yang masih syok atas kejadian ini meminta keadilan. "Kami hanya ingin kejelasan dan keadilan. Ayah kami adalah tulang punggung keluarga," ujar anak korban, Riski (15), sambil menangis.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Santoso

Penulis kesehatan pria dan pencegahan penyakit degeneratif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter