27, 2026
Nasional

Korban Dugaan Kekerasan Betrand Peto Ancam Akan Surati Kapolda, Minta Kasus Segera Ditangani

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/14/6aa7445628419-anw-diduga-korban-pelecehan-yang-menyeret-nama-betrand-peto_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Korban Dugaan Kekerasan Betrand Peto Ancam Akan Surati Kapolda, Minta Kasus Segera Ditangani

Seorang wanita yang mengaku sebagai korban dugaan kekerasan oleh aktor Betrand Peto mengancam akan mengirim surat resmi kepada Kapolda Metro Jaya. Wanita ini menegaskan bahwa dirinya meminta agar kasus yang menimpa dirinya segera ditangani oleh pihak berwajib. Ancaman ini disampaikan setelah sebelumnya wanita tersebut melaporkan dugaan kekerasan yang dialaminya kepada pihak kepolisian.

Dalam keterangannya, korban yang identitasnya masih dirahasiakan ini menjelaskan bahwa dirinya telah menjadi korban kekerasan fisik dan psikis oleh Betrand Peto dalam waktu yang relatif lama. Korban mengaku bahwa kekerasan tersebut terjadi dalam hubungan personal yang mereka jalani. "Saya tidak tahan lagi dengan perlakuan yang diterima. Saya meminta keadilan," ujar korban melalui kuasa hukumnya.

Kuasa hukum korban, Ahmad Zaki, mengatakan bahwa kliennya telah berkali-kali mencoba untuk menyelesaikan masalah ini secara damai namun tidak membuahkan hasil. "Klien saya sudah sabar menunggu, namun sampai saat ini belum ada kejelasan dari pihak kepolisian mengenai kasus ini. Oleh karena itu, kami akan mengambil langkah lebih tegas dengan mengirim surat resmi kepada Kapolda Metro Jaya," jelas Zaki.

Kronologi Kekerasan yang Dialami Korban

Menurut keterangan korban, kekerasan yang dialaminya bermula sekitar dua tahun lalu ketika mereka pertama kali berpacaran. Korban mengaku bahwa Betrand Peto sering menunjukkan perilaku kontrol yang berlebihan dan cemburu yang tidak wajar. Perilaku tersebut kemudian berkembang menjadi kekerasan fisik dan verbal.

"Awalnya hanya lembut saja, tapi lama-lama menjadi lebih parah. Seringkali dia marah-marah tanpa alasan jelas dan menggunakan kata-kata kasar kepada saya. Beberapa kali juga ada penganiayaan fisik ringan," cerita korban dengan suara getar.

Kasus ini baru menjadi perbincangan publik setelah korban memutuskan untuk melapor kepada polisi beberapa waktu lalu. Korban mengaku putus asa setelah berusaha bertahan dalam hubungan yang toxic tersebut. "Saya pikir dengan melapor, saya bisa mendapatkan keadilan dan berhenti menjadi korban," tambahnya.

Tanggapan Pihak Terkait

Sementara itu, Betrand Peto hingga kini belum memberikan keterangan resmi mengenai tuduhan yang dilayangkan korban. Melalui kuasa hukumnya, Betrand hanya menyatakan bahwa sedang menunggu proses hukum berjalan adil. "Klien kami menghormati proses hukum yang berjalan dan akan bekerja sama dengan pihak kepolisian," uang kuasa hukum Betrand, Robertus Robet.

Pihak kepolisian sendiri mengaku telah menerima laporan korban dan sedang melakukan penyelidikan awal. "Kami masih dalam tahap pengumpulan bukti dan pemeriksaan saksi untuk menentukan langkah selanjutnya dalam kasus ini," kata Kabag Humas Polda Metro Jaya, Yusuf, kepada wartawan.

Organisasi perlindungan perempuan juga menanggapi kasus ini dengan serius. Ketua Lembaga Perlindungan Perempuan, Siti Aminah, mengatakan bahwa kasus ini menunjukkan pentingnya kesadaran akan kekerasan dalam hubungan personal. "Kekerasan tidak hanya terjadi dalam bentuk fisik, tapi juga psikis yang seringkali terabaikan. Harus ada kejelasan hukum dalam kasus ini," tegas Siti.

Minta Perlindungan Hukum

Korban melalui kuasa hukumnya juga meminta agar identitasnya dirahasiakan dan mendapatkan perlindungan hukum yang maksimal. "Klien khawatir dengan reaksi dari publik dan pihak terkait jika identitasnya diketahui. Kami meminta agar privasi dan keselamatan korban dijamin selama proses hukum berjalan," jelas Zaki.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik karena melibatkan seorang publik figur yang dikenal luas. Banyak pihak menyoroti perlunya transparansi dalam penanganan kasus ini agar keadilan bisa dirasakan oleh semua pihak. "Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi masyarakat bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun tidak bisa ditoleransi," ujar aktivis sosial, Budi Santoso.

Sementara itu, para netizen pun bereaksi beragam terhadap kasus ini. Beberapa di antaranya mendukung langkah korban melapor kepada polisi, sementara ada pula yang menunggu bukti lebih lanjut sebelum memberikan komentar. Tagar #JusticeForVictim dan #StopDomesticViolence menjadi trending topic di media sosial terkait kasus ini.

Kasus dugaan kekerasan oleh Betrand Peto terhadap korban masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian. Korban bersikeras akan terus berjuang untuk mendapatkan keadilan dan menghentikan siklus kekerasan yang dialaminya. "Saya berharap kasus ini bisa segera diselesaikan dan tidak ada korban lain di kemudian hari," pungkas korban.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter