08, 2026
Nasional

KPK Diam-diam Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Korupsi Jalan Sumut, Ada Sosok Ini

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/29/6abbb46db2886-juru-bicara-komisi-pemberantasan-korupsi-kpk-budi-prasetyo_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Provinsi Sumatera Utara. Penetapan tersebut dilakukan secara senyap atau tidak dipublikasikan secara resmi kepada publik, meskipun surat perintah penyidikan telah diterbitkan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, delapan tersangka baru itu berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pejabat di lingkungan dinas pekerjaan umum, pihak swasta yang berperan sebagai pelaksana proyek, hingga sejumlah sosok yang disebut memiliki pengaruh politik di daerah. Salah satu nama yang mencuat dalam daftar tersebut disebut-sebut sebagai figur yang selama ini aktif dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah provinsi.

Kronologi Penetapan Tersangka

Kasus ini bermula dari penyelidikan terhadap sejumlah paket pekerjaan jalan di wilayah Sumatera Utara yang diduga mengalami penggelembungan anggaran. KPK telah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi, termasuk kantor dinas terkait dan kediaman sejumlah pihak. Dari penggeledahan tersebut, penyidik mengantongi dokumen proyek, catatan keuangan, serta bukti elektronik yang mengarah pada dugaan pengaturan pemenang lelang.

Menurut sumber yang mengetahui jalannya penyidikan, penetapan delapan tersangka baru dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara tertutup. Dalam gelar perkara itu, penyidik menilai telah menemukan setidaknya dua alat bukti permulaan yang cukup untuk menaikkan status sejumlah pihak dari saksi menjadi tersangka. Namun, KPK belum menerbitkan pengumuman resmi lantaran masih melengkapi berkas dan melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum lain.

“Penetapan tersangka sudah dilakukan, tetapi belum diumumkan karena masih ada tahapan yang harus diselesaikan. Termasuk kemungkinan penambahan tersangka lain,” ujar sumber internal KPK, seperti dikutip dari sejumlah laporan media.

Hingga berita ini diturunkan, juru bicara KPK belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah dan identitas delapan tersangka baru tersebut. Sikap diam lembaga antirasuah itu dinilai sebagian kalangan sebagai bagian dari strategi agar tidak mengganggu proses penyidikan yang masih berjalan.

Aliran Uang dan Modus Dugaan Korupsi

Dari hasil penyelidikan sementara, modus yang digunakan diduga melibatkan pengaturan spesifikasi teknis proyek agar hanya perusahaan tertentu yang memenuhi kualifikasi. Selain itu, penyidik menduga terjadi mark-up harga satuan pekerjaan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara dalam jumlah signifikan. Sejumlah penerima aliran dana juga disebut telah diidentifikasi, termasuk mereka yang tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek.

Penyidik menduga sebagian dana hasil korupsi digunakan untuk kepentingan pribadi dan kelompok, seperti pembelian aset, penyetoran ke rekening pihak lain, serta pembayaran sejumlah kegiatan yang bersifat politis. KPK tengah menelusuri rekening dan transaksi keuangan para pihak yang diduga terlibat untuk memperkuat konstruksi perkara.

Respons Pemerintah Daerah

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kepala daerah meminta seluruh instansi terkait untuk kooperatif apabila dipanggil penyidik. Namun, sejumlah pihak di DPRD Sumatera Utara mendesak agar KPK segera membuka identitas para tersangka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Kami mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi. Tapi keterbukaan informasi penting agar publik tidak menebak-nebak dan proses hukum tetap terjaga kredibilitasnya,” kata seorang anggota dewan.

Pengamat kebijakan publik menilai penetapan tersangka baru ini menjadi ujian bagi komitmen KPK dalam menuntaskan kasus korupsi infrastruktur yang kerap melibatkan jaringan kekuasaan lokal. Menurutnya, penanganan kasus jalan di Sumatera Utara harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya menyasar pelaksana di lapangan, tetapi juga pihak yang memiliki kewenangan dalam penganggaran dan pengadaan.

Dampak pada Proyek Infrastruktur

Kasus ini juga dikhawatirkan berdampak pada kelancaran sejumlah proyek infrastruktur di Sumatera Utara. Sejumlah pelaksana proyek disebut mulai berhati-hati dalam mengikuti proses lelang, sementara beberapa paket pekerjaan berpotensi mengalami penundaan. Pemerintah daerah berjanji akan memastikan layanan publik tetap berjalan dan tidak terganggu oleh proses hukum yang sedang berlangsung.

KPK dijadwalkan memanggil sejumlah saksi dalam waktu dekat, termasuk pejabat yang sebelumnya telah dimintai keterangan. Penyidik juga tidak menutup kemungkinan melakukan penahanan terhadap para tersangka baru apabila dianggap dapat menghambat penyidikan. Publik menantikan pernyataan resmi KPK mengenai jumlah pasti tersangka dan konstruksi perkara yang dibangun.

Sejauh ini, belum ada keterangan resmi mengenai sosok yang disebut dalam daftar tersangka. Nama-nama yang beredar di ruang publik masih bersifat dugaan dan belum dikonfirmasi oleh lembaga antirasuah. KPK diharapkan segera memberikan klarifikasi agar tidak terjadi simpang siur informasi di tengah masyarakat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter