27, 2026
Nasional

KRL di Stasiun Jakarta Kota Keluarkan Asap, Penumpang Dengar Ledakan

KRL di Stasiun Jakarta Kota mengeluarkan asap dan suara ledakan, menyebabkan kepanikan penumpang.]]>

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

KRL di Stasiun Jakarta Kota Keluarkan Asap, Penumpang Dengar Ledakan

KRL di Stasiun Jakarta Kota Keluarkan Asap Tebal, Penumpang Dengar Suara Ledakan

Stasiun Jakarta Kota menjadi saksi kejadian mengejutkan saat kereta rel listrik (KRL) jurusan Jakarta Kota-Bogor mengeluarkan asap tebal dan diduga mengalami ledakan di dalam kereta. Kejadian yang terjadi pada Selasa (15/11) sekitar pukul 08:30 WIB ini menimbulkan panik di antara penumpang yang sedang menanti kedatangan kereta di stasiun tersebut.

Saksi mata, Ahmad (35), seorang pegawai kantoran yang sedang menanti kereta di peron 3 Stasiun Jakarta Kota mengungkapkan bahwa asap mulai tercium dan terlihat sekitar lima menit sebelum kereta tiba di stasiun.

"Tiba-tiba ada asap yang keluar dari bagian depan KRL yang sedang melaju. Asapnya semakin tebih dan berwarna kehitaman. Kemudian terdengar suara ledakan yang cukup keras dari dalam kereta," kata Ahmad saat diwawancarai di lokasi kejadian.

Ahmad menambahkan bahwa setelah terdengar ledakan, kereta tersebut melaju dengan kecepatan lebih lambat dan akhirnya berhenti di stasiun Jakarta Kota. Beberapa penumpang yang ada di dalam kereta langsung berhamburan kel dengan wajah panik.

"Penumpang langsung berhamburan keluar. Ada yang menjerit, ada yang menangis. Saya juga ikut panik karena takut terjadi kebakaran. Saya melihat ada asap yang keluar dari bagian bawah kereta," ujarnya.

Evakuasi Massal dan Penanganan Awal

Personel Polsek Tambora yang berada di dekat stasiun segera turun tangan untuk membantu evakuasi penumpang. Petugas keamanan stasiun juga segera menutup akses ke peron dan meminta penumpang untuk mundur dari area berbahaya.

"Kami segera melakukan evakuasi dan membantu penumpang keluar dari KRL. Beberapa penumpung mengalami gejala sesak napas karena menghirup asap. Segera kami bawa ke area terbuka dan diberikan pertolongan pertama," kata Kepala Polsek Tambora, Kompol Budi Santoso.

Dari informasi yang dihimpun, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, sekitar 15 penumpang mengalami gejala keracunan asap dan dilarikan ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

PT KAI Commuter Line selaku operator KRL pun segera merespons insiden ini. Kepala Humas PT KAI Commuter Line, Eva Chairunisa, mengatakan bahwa pihaknya segera mengirimkan kereta pengganti dan melakukan evakuasi penumpang yang masih berada di stasiun.

"Kami mohon maaf atas kejadian ini. Tim teknis kami sudah turun ke lokasi untuk menyelidiki penyebab terjadinya asap dan diduga ledakan di dalam KRL. Kami akan memberikan update lebih lanjut setelah investigasi selesai," ujar Eva.

Penyebab Diduga Korsleting Listrik

Berdasarkan hasil sementara dari tim investigasi PT KAI, asap dan diduga ledakan yang terjadi di KRL tersebut disebabkan oleh korsleting listrik di bagian bawah kereta. Menurut Kepala Divisi Operasi PT KAI Commuter Line, Danang Gurning, kereta tersebut mengalami kerusakan pada sistem kelistrikannya.

"Berdasarkan inspeksi visual, ada bagian di bawah kereta yang terlihat terbakar. Diduga karena korsleting listrik yang menyebabkan asap dan bunyi ledakan. Sistem keamanan kereta segera aktif dan menghentikan operasional kereta," jelas Danang.

Ia menambahkan bahwa KRL yang terlibat dalam insiden ini adalah KRL seri 2012 yang beroperasi sejak 2013. Kereta tersebut sudah menjalani perawatan rutin sesuai jadwal, namun kemungkinan ada komponen yang mengalami kerusakan secara tiba-tiba.

Respon Pemerintah dan Langkah Pencegahan

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan penumpang angkutan massal di Jakarta. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi segera memimpin rapat darurat di Kantor Kementerian Perhubungan untuk membahas langkah-langkah penanganan dan pencegahan kejadian serupa.

"Kami meminta PT KAI untuk melakukan investigasi mendalam dan transparan terkait insiden ini. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Kami juga akan memeriksa seluruh armada KRL secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada masalah serupa yang terjadi," kata Budi Karya.

Sebagai langkah pencegahan, PT KAI Commuter Line akan melakukan pengecekan mendadak (surprise check) seluruh armada KRL yang beroperasi di wilayah Jabodetabek. Selain itu, pihaknya juga akan menambah frekuensi perawatan untuk setiap kereta.

Untuk sementara waktu, KRL jurusan Jakarta Kota-Bogor yang biasanya melalui Stasiun Jakarta Kota dialihkan melalui rute lain. PT KAI meminta maaf atas gangguan ini dan berjanji akan segera mengembalikan operasional normal setelah investigasi selesai.

Insiden ini menjadi peringatan serius bagi pihak terkait untuk meningkatkan standar keselamatan dalam operasional angkutan massal di Jakarta. Penumpang diharapkan tetap tenang dan mengikuti petunjuk petugas apabila terjadi kejadian serupa di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter