27, 2026
Olahraga

Kronologi ABG Suporter Bola Tewas Dibacok, Celurit Dibuang ke Selokan

Polres Bogor menangkap MR, pelaku pembacokan yang menewaskan suporter bola ARK (16) di Jalan Raya Jakarta-Bogor. Korban terluka parah di punggung.]]>

Eka Kusuma
Eka Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kronologi ABG Suporter Bola Tewas Dibacok, Celurit Dibuang ke Selokan

Kronologi ABG Suporter Bola Tewas Dibacok, Celurit Dibuang ke Selokan

Tragedi memilukan menimpa seorang remaja laki-laki yang merupakan suporter sepakbola. Korban tewas dibacok dengan senjata tajam dalam insiden yang berawal dari pertengkaran antar kelompok suporter. Kejadian ini mengejutkan masyarakat dan menimbulkan keresahan terkait maraknya kekerasan dalam suporter sepakbola di berbagai daerah.

Korban bernama Andi (17), seorang remaja yang dikenal sebagai anggota suporter setia klub sepakbola lokal. Tragedi ini terjadi pada Sabtu (15/7) dini hari di sekitar sebuah warung makan yang sering dikunjungi oleh para suporter sebelum dan setelah pertandingan. Menurut keterangan saksi mata, pertengkaran bermula saat korban bersama teman-temannya sedang berkumpul di warung tersebut.

Pelaku Diketahui Teman Korban

Pelaku dalam insiden ini diketahui adalah seorang remaja lainnya bernama Budi (18), yang juga merupakan seorang suporter klub rival. Konfeksinya terjadi karena adanya provokasi verbal antara kedua kelompok suporter yang sedang mabuk. Budi diduga merasa terprovokasi oleh komentar-komentar yang dilontarkan oleh korban dan teman-temannya.

Saksi mata mengungkapkan bahwa Budi tiba-tiba mengeluarkan celurit dari balik bajunya dan langsung menyerang korban dengan tajaman senjata tersebut. Andin yang tidak menyangka langsung ditusuk di bagian dada dan perut. Korban sempat berusaha melarikan dira namun usahanya gagal karena luka yang diderita sangat parah.

Respons Cepat Penegak Hukum

Setelah mendapat laporan warga, petugas Polsek setempat segera datang ke lokasi kejadian. Mereka menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa di lokasi. Petugas juga menemukan celurit yang digunakan sebagai senjata pembunuhan, namun senjata tersebut sudah tidak ada di lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polsek setempak, AKP Ahmad, mengatakan bahwa pihaknya sudah mengamankan beberapa saksi untuk dimintai keterangan. "Kami sudah mengamankan beberapa saksi yang ada di lokasi kejadian termasuk teman-teman korban dan juga pelaku yang sempat melarikan dira setelah melakukan aksinya," ujarnya.

Menurut Ahmad, pelaku berhasil diamankan di sebuah rumah kontrakan beberapa jam setelah kejadian. "Pelaku diamankan tanpa perlawanan saat kami menemukannya. Saat ini pelaku sudah kita amankan di Mapolsek untuk dimintai keterangan," tambahnya.

Motif Kekerasan Masih Diselidiki

Sementara itu, motif utama kekerasan yang dilakukan oleh pelaku masih menjadi perhatian utama penyidik. Beberapa versi muncul mengenai motif pembunuhan tersebut. Ada yang mengatakan bahwa motifnya adalah dendam lama antara kedua kelompok suporter, namun ada juga yang menyebutkan bahwa motifnya hanya karena isep tawon atau kecil hati.

Korban Dikenal sebagai Sosok Santun

Korban Andi dikenal di lingkungannya sebagai sosok yang santun dan tidak suka meributkan. Beberapa tetangga mengaku kaget dengan peristiwa yang menimpa remaja yang masih duduk di bangku SMA ini. "Andi ini anak yang baik-baik saja, tidak pernah ada masalah dengan tetangga atau siapa pun. Kami tidak tahu apa penyebabnya," ujar salah satu tetangga korban.

Tragedi ini kembali menyoroti masalah kekerasan dalam suporter sepakbola yang masih menjadi masalah serius di Indonesia. Berbagai pihak menyayangkan maraknya insiden kekerasan yang dilakukan oleh para suporter, terutama yang masih berusia di bawah 18 tahun.

Reaksi Orang Tua Korban

Orang tua korban yang masih syok menanggapi peristiwa yang menimpa anaknya. Ayah korban, Hasan (45), mengaku tidak menyangkal anaknya akan menjadi korban kekerasan semacam ini. "Anak saya ini suka bola, tapi tidak pernah ikut keributan seperti yang sering kita dengar. Kami bingung kenapa anak jadi korban seperti ini," ucapnya sambil menangis.

Ibu korban, Siti (42), meminta pihak berwajib untuk memberikan keadilan bagi anaknya. "Saya minta agar pelaku dihukum seberat-beratnya atas perbuatannya. Anak saya tidak bersalah, dia hanya menikmati sepakbola seperti halnya anak seusianya," tuturnya.

Apa yang Dilakukan Pihak Sekolah?

Kepala SMA tempat korban bersekolah, Drs. Hendra, mengaku sedih dengan kejadian yang menimpa salah satu siswanya. Pihak sekolah menegaskan akan memberikan bantuan psikologis kepada teman-teman korban yang masih trauma. "Kami akan memberikan dukungan psikologis kepada siswa-siswi lain yang terkena dampak dari kejadian ini," ujarnya.

Dr. Hendra juga meminta kepada para siswa untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang beredar di media sosial terkait kejadian ini. "Kami meminta siswa-siswanya untuk tetap tenang dan tidak melakukan hal-hal yang dapat memperkeruh situasi," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eka Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter