Kronologi BYD Tabrak Beruntun 4 Mobil dan Lindas Ojol di Jaksel
Sebuah insiden lalu lintas mengejutkan terjadi di kawasan Jakarta Selatan, tepatnya di Jalan HR Rasuna Said, pada Selasa (15/8) siang. Sebuah mobil listrik merek BYD dikabarkan menabrak empat mobil secara beruntun sebelum akhirnya menabrak seorang pengendara ojek online (ojol) yang sedang menunggu penumpang. Insiden ini menimbulkan kepanikan di lokasi dan mengakibatkan luka ringan pada korban.
Menurut keterangan saksi mata, kejadian bermula ketika mobil BYD berwarna hitam dikemudikan seorang pria berusira sekitar 30 tahunan. Kendaraan tersebut dikatakan berjalan dengan kecepatan tinggi di jalur utama Jalan HR Rasuna Said. Tanpa pemberitahuan sebelumnya, mobil tiba-tiba mengalami rem blong dan menabrak mobil Toyota Avanza yang sedang berhenti di lampu merah.
Korban Beruntun dan Terseret Beberapa Meter
"Tiba-tiba ada suara benturan keras. Lalu saya lihat mobil BYD sudah menabrak Avanza. Tapi ternyata belum berhenti, mobil itu langsung menabrak dua mobil lainnya di depannya," ujar salah satu saksi mata yang tidak mau disebutkan namanya.
Setelah menabrak tiga mobil, kendaraan listrik tersebut masih melaju dengan kecepatan tinggi hingga menabrak seorang pengendara ojek online yang sedang berhenti di sebelah kanan jalan. Akibatnya, ojek online terseret sejauh sekitar lima meter sebelum akhirnya berhasil dihentikan oleh warga sekitar.
Kepala Polres Jakarta Selatan AKBP Budi Santoso mengkonfirmasi adanya kejadian tersebut. "Kita sudah menerima laporan tentang kecelakaan beruntun melibatkan mobil BYD di Jalan HR Rasuna Said. Saat ini tim我们已经 (sudah) turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP," ujar Budi Santoso.
Pengemudi Dinyatakan Kehilangan Kendali
Dari hasil pemeriksaan sementara, pengemudi mobil BYD diketahui dalam keadaan panik dan mengaku mengalami kehilangan kendali saat mengendarai kendaraannya. "Pengemudi mengaku tidak bermaksud menabrak banyak kendaraan. Dia mengaku sedang belajar mengendarai mobil listrik dan tiba-tiba kendaraannya tidak responsif saat menekan rem," jelas Budi Santoso.
Tim medis dari RS Polri yang tiba di lokasi segera memberikan pertolongan pertama kepada korban ojek online yang mengalami luka lecet di bagian tangan dan kaki. Empu pengendara mobil yang ditabrak juga dinyatakan mengalami luka ringan dan sempat dirawat di tempat sebelum memutuskan pulang setelah diperiksa.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Jakarta Selatan AKBP Eko Prihanto menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. "Kita akan memeriksa kamera CCTV sekitar lokasi dan juga akan mengambil keterangan lebih lanjut dari pengemudi BYD untuk mengetahui apakah ada faktor teknis atau kesalahan manusia di balik kejadian ini," ujarnya.
Kecelakaan Menimbulkan Kemacetan
Insiden ini menyebabkan kemacetan cukup parah di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, terutama di arah Senayan. Petugas lalu lintas dari Dishub DKI Jakarta segera turun untuk mengatur arus lalu lintas dan membantu mengevakuasi kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan.
"Selain mengatur arus lalu lintas, kita juga membantu mengevakuasi kendaraan yang rusak agar tidak menambah parah kemacetan. Saat ini kondisi lalu lintas di lokasi sudah mulai normal kembali," ujar salah satu petugas Dishub yang bertugas di lokasi.
Insiden ini kembali menyoroti isu keamanan kendaraan listrik yang semakin marak di Indonesia. Beberapa pihak meminta pihak terkait untuk lebih mengatur dan memberikan edukasi yang baik bagi pengguna kendaraan listrik, terutama bagi yang baru pertama kali mengendarainya.
Sementara itu, pihak BYD Indonesia belum memberikan keterangan resmi mengenai insiden tersebut. Tim humas perusahaan dikabarkan sedang melakukan investigasi internal untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang melibatkan produknya.
Polres Jakarta Selatan menyatakan akan mengumumkan hasil penyelidikan lebih lanjut dalam waktu dekat ini. "Kita akan terus melakukan olah TKP dan keterangan saksi untuk memastikan penyebab pasti kejadian ini. Semoga hasil investigasi kita bisa segera keluar," pungkas AKBP Budi Santoso.
Komentar (0)