30, 2026
Olahraga

Lapangan SUGBK Direnovasi Hingga April 2027, Timnas Tak Bisa Pakai

Stadion Gelora Bung Karno masih lakukan konstruksi penguatan struktur lapangan Field of Play sampai akhir April 2027. Timnas tak bisa pakai buat FIFA Matchday!]]>

Budi Gunawan
Budi Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Lapangan SUGBK Direnovasi Hingga April 2027, Timnas Tak Bisa Pakai

Lapangan SUGBK Direnovasi Hingga April 2027, Timnas Tak Bisa Pakai

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) akan direnovasi secara menyeluruh dengan estimasi penyelesaian hingga April 2027. Proyek renovasi ini menyebabkan Tim Nasional Indonesia (Timnas) tidak dapat menggunakan stadion selama periode konstruksi. Kepala Bidang Operasional PT Gelora Bung Karno (Persero), Budi Santoso, mengungkapkan bahwa renovasi ini menjadi bagian dari persiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 pada 2023.

Rencana Renovasi Komprehensif

Renovasi SUGBK akan mencakup berbagai aspek penting dalam infrastruktur stadion. Proyek ini meliputi penggantian seluruh rumput lapangan dengan jenis hybrid turf yang lebih berkualitas, pengembangan sistem drainase yang lebih baik, serta peningkatan fasilitas pencahayaan. Selain itu, tribun penonton juga akan mengalami perubahan signifikan dengan penambahan kursi individual yang akan mengurangi kapasitas stadion dari sebelumnya 88.000 menjadi sekitar 82.000 kursi.

"Renovasi ini tidak hanya fokus pada penampilan fisik, tetapi juga pada peningkatan standar internasional. Kami ingin SUGBK menjadi stadion yang memenuhi kriteria FIFA untuk menyelenggarakan pertandingan internasional," ujar Budi dalam konferensi pers yang diadakan kemarin.

Dampak terhadap Tim Nasional

Dengan renovasi berlangsung hingga April 2027, Tim Nasional Indonesia harus mencari alternatif tempat latihan dan pertandingan selama periode tersebut. Manajer Tim Nasional, Shin Tae-yong, mengakui bahwa situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi timnya. "Kami perlu menyesuaikan jadwal dan persiapan dengan ketersediaan stadion lain. Bebeberapa pertandingan kualifikasi dan persahabatan mungkin harus digelar di stadion lain di Indonesia," papar Shin.

Beberapa stadion yang menjadi kandidat pengganti antara lain Stadion Pakansari di Bogor, Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, dan Stadion Manahan Solo. Namun, setiap stadion memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga tim perlu melakukan adaptasi lebih lanjut.

Proses Pembangunan dan Anggaran

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengalokasikan anggaran sekitar Rp 800 miliar untuk proyek renovasi SUGBK. Anggaran ini mencakup biaya desain, konstruksi, serta pengadaan peralatan pendukung seperti sistem penerangan dan audio yang canggih. Proyek ini akan dikerjakan secara bertahap untuk mengurangi gangguan terhadap aktivitas olahraga lain yang masih berlangsung di kompleks Gelora Bung Karno.

"Kami akan memastikan proses pembangungan berjalan dengan lancar tanpa menimbulkan masalah bagi pengguna fasilitas lain. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap, sehingga beberapa bagian stadion masih dapat digunakan untuk kegiatan non-futbol sementara waktu," jelas Kepala Kemenpora, Zainudin Amali.

Tanggapan Publik dan Para Ahli

Renovasi SUGBK ini menuai berbagai respons dari publik. Beberapa pihak mendukung renovasi sebagai langkah penting untuk meningkatkan kualitas stadion internasional Indonesia. Namun, ada juga kekhawatiran tentang kelayakan waktu penyelesaian yang ditetapkan, mengingat kompleksitas proyek skala besar seperti ini.

Ahli infrastruktur olahraga, Dr. Ahmad Fauzi, memberikan analisis bahwa renovasi stadion sebesar ini memang memerlukan waktu yang cukup panjang. "Standar FIFA sangat ketat, terutama untuk aspek keselamatan dan kenyamanan. Proses renovasi yang direncanakan hingga 2027 sebenarnya wajar jika mempertimbangkan semua aspek yang harus diperhatikan," ujar Fauzi.

Peran SUGBK dalam Masa Depan

Setelah renovasi selesai, SUGBK diharapkan dapat menjadi stadion multi-fungsi yang tidak hanya digunakan untuk pertandingan sepak bola, tetapi juga untuk acara olahraga lainnya dan konser skala besar. Pemerintah berencana untuk mengembangkan SUGBK sebagai ikon olahraga Asia Tenggara yang mampu menarik event-event internasional.

"SUGBK adalah warisan sejarah bagi bangsa Indonesia. Dengan renovasi ini, kami ingin menjaga warisan tersebut sambil mempersiapkannya untuk memenuhi standar global. Ini adalah investasi jangka panjang untuk pengembangan olahraga Indonesia," tutup Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Gunawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter