Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia mengajak para insan pers untuk membangun jurnalisme kebangsaan yang berlandaskan pada nilai-nilai kepahlawanan. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan di bidang media dan komunikasi. Kegiatan bertujuan untuk mendorong jurnalisme yang tidak hanya sekadar menginformasikan, tetapi juga membentuk karakter bangsa dan memperkuat identitas nasional.
Jurnalisme Kebangsaan Sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa
Dalam sambutannya, Kepala Lemhannas RI Marsdya TNI (Purn) H. Budi Santoso menjelaskan bahwa jurnalisme kebangsaan merupakan pilar penting dalam kebangkitan bangsa. Menurutnya, pers memiliki perluhan strategis dalam membentuk persepsi publik dan mengarahkan narasi nasional. "Jurnalisme yang baik tidak hanya melaporkan fakta, tetapi juga menginterpretasikan realitas dalam konteks sejarah dan budaya bangsa," ujar Budi Santoso.
Ia menambahkan bahwa era digital dan informasi yang cepat menyebar saat ini menuntut para jurnalis untuk memiliki integritas dan pemahaman yang mendalam tentang dinamika bangsa. "Kita butuh jurnalis yang tidak hanya mahir dalam teknologi, tetapi juga paham tentang ancaman dan peluang bagi keamanan nasional," katanya.
Peran Penting Pers dalam Menjaga NKRI
Ketua Dewan Pers Niniek Karnawati menyoroti pentingnya peran pers dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, jurnalisme yang berorientasi kebangsaan mampu menjadi pengawal demokrasi dan penyebar nilai-nilai Pancasila. "Pers yang berkebangsaan akan selalu memprioritaskan kepentingan bangsa di atas kepentingan individu atau kelompok tertentu," ujar Niniek.
Ia menjelaskan bahwa tantangan besar bagi pers saat ini adalah menghadapi informasi palsu (hoaks) dan narasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa. "Dengan landasan jurnalisme kebangsaan, kita bisa menghadapi tantangan ini dengan lebih tangguh dan memberikan informasi yang sehat bagi masyarakat," katanya.
Kolaborasi untuk Mewujudkan Jurnalisme Berkualitas
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatrika Johnny G. Plate menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, lembaga media, dan masyarakat dalam membangun ekosistem informasi yang sehat. Menurutnya, pemerintah siap mendukung kegiatan-kegiatan yang mengembangkan jurnalisme berkualitas dan berwawasan kebangsaan.
"Kami mendukung pelatihan jurnalis yang mengedepankan nilai-nilai kebangsaan dan etika jurnalisme. Pemerintah juga terus memperbaiki regulasi terkait media untuk memastikan informasi yang beredar memang bermanfaat bagi masyarakat," jelas Johnny.
Pembentukan Karakter Jurnalis Kebangsaan
Dalam kegiatan tersebut juga diadakan sesi diskusi yang menghadirkan praktisi senior dan akademisi bidang komunikasi. Mereka sepakat bahwa karakter jurnalis kebangsaan harus dibangun melalui pemahaman yang mendalam tentang sejarah, budaya, dan geopolitik Indonesia.
Prof. Dr. Arzyana, seorang akademisi komunikasi dari Universitas Indonesia, mengungkapkan bahwa jurnalis kebangsaan harus memiliki "pemikiran strategis" dalam melaksanakan tugasnya. "Mereka tidak hanya sekadar reporter, tetapi juga kontributor dalam pembangunan bangsa. Setiap tulisan harus diarahkan untuk membangun kebersamaan dan kebanggaan nasional," ujarnya.
Langkah Konkret dari Lemhannas
Lemhannas RI menyatakan akan menggelar serangkaian program pelatihan dan pendidikan bagi insan pers untuk mengembangkan kompetensi jurnalisme kebangsaan. Program ini meliputi pelatihan literasi keamanan nasional, analisis geopolitik, dan penulisan berita dengan perspektif sejarah dan budaya.
"Kita akan bekerja sama dengan berbagai lembaga media untuk menyelenggarakan program ini. Tujuannya adalah membentuk jurnalis yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki dedikasi terhadap bangsa dan negara," kata Budi Santoso.
Di akhir kegiatan, para peserta menandatangani deklarasi komitmen untuk bersama-sama membangun jurnalisme kebangsaan. Deklarasi ini isinya meliputi kesepakatan untuk memprioritaskan kepentingan nasional, menjaga etika jurnalisme, dan memperkuat identitas bangsa melalui tulisan dan liputan.
Komentar (0)