08, 2026
Teknologi

LPAI Kak Seto Punya SPARTA, Lindungi Anak dari Kecanduan Internet

Prof Dr Seto Mulyadi Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) atau Kak Seto, menuturkan LPAI telah membentuk SPARTA. Apa itu?]]>

Kirana Utami
Kirana Utami Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

LPAI Kak Seto Punya SPARTA, Lindungi Anak dari Kecanduan Internet

LPAI Kak Seto Luncurkan SPARTA, Upaya Lindungi Anak dari Kecanduan Internet

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) yang dikenal lekat dengan sosok Kak Seto terus memperkuat komitmennya dalam melindungi anak-anak dari berbagai ancaman di era digital. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah menghadirkan program bernama SPARTA, sebuah inisiatif yang dirancang untuk mencegah dan menangani kecanduan internet pada anak-anak. Program ini menjadi jawaban atas meningkatnya kekhawatiran orang tua terhadap dampak penggunaan gawai dan akses internet yang tidak terkendali pada tumbuh kembang anak.

Kecanduan internet pada anak bukan lagi persoalan sepele. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa paparan berlebihan terhadap layar dapat memengaruhi kesehatan mental, kemampuan sosial, prestasi akademik, hingga kualitas tidur anak. LPAI melihat fenomena ini sebagai bagian dari persoalan perlindungan anak yang harus ditangani secara serius, bukan sekadar diabaikan atau diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pengawasan orang tua di rumah.

Latar Belakang Hadirnya Program SPARTA

Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa konsekuensi ganda. Di satu sisi, internet membuka akses luas terhadap informasi, edukasi, dan hiburan yang bermanfaat. Namun di sisi lain, tanpa pendampingan yang tepat, anak-anak rentan terjebak dalam pola penggunaan yang berlebihan dan berdampak negatif. Ketua LPAI, Seto Mulyadi, atau yang akrab disapa Kak Seto, secara konsisten menyuarakan pentingnya pendekatan yang ramah anak dalam menghadapi persoalan ini.

Program SPARTA hadir sebagai bentuk intervensi yang menyeluruh, tidak hanya menyasar anak sebagai pengguna, tetapi juga melibatkan keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar. Pendekatan ini didasari pemahaman bahwa kecanduan internet tidak dapat diselesaikan hanya dengan melarang anak menggunakan gawai, melainkan membutuhkan strategi yang membangun kesadaran, keterampilan, dan dukungan sosial yang berkelanjutan.

Pendekatan yang Ramah Anak

Dalam menjalankan program ini, LPAI menekankan pentingnya komunikasi yang tidak menghakimi. Anak-anak diajak memahami risiko penggunaan internet yang berlebihan tanpa rasa takut atau tekanan. Pendekatan ramah anak dinilai lebih efektif karena mampu membangun kepercayaan dan keterbukaan, sehingga anak merasa didampingi, bukan dikekang.

Selain itu, SPARTA mendorong keterlibatan orang tua untuk menjadi teladan dalam penggunaan gawai. Pola asuh yang konsisten dan penuh perhatian menjadi kunci agar anak tidak mencari pelarian ke dunia maya. LPAI juga menyoroti pentingnya menyediakan alternatif kegiatan positif, seperti aktivitas seni, olahraga, dan interaksi sosial yang sehat, sebagai penyeimbang waktu layar anak.

Peran Berbagai Pihak dalam Pencegahan Kecanduan Internet

Pencegahan kecanduan internet tidak bisa menjadi tanggung jawab satu pihak saja. LPAI mengajak sekolah, komunitas, dan pemerintah untuk bersinergi menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara sehat. Sekolah, misalnya, dapat mengintegrasikan literasi digital dalam pembelajaran agar anak mampu menggunakan internet secara bijak dan bertanggung jawab.

Pemerintah juga diharapkan memperkuat regulasi yang melindungi anak dari konten berbahaya serta mendorong penyedia platform digital untuk menerapkan sistem yang lebih ramah anak. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi fondasi penting agar upaya perlindungan anak dari dampak negatif internet dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Pesan Kak Seto untuk Orang Tua

Melalui program SPARTA, Kak Seto kembali mengingatkan bahwa anak-anak membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan ruang untuk berkembang. Kecanduan internet sering kali menjadi gejala dari kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi. Karena itu, mendengarkan dan memahami anak menjadi langkah awal yang tidak boleh dilewatkan.

LPAI berharap program ini dapat menjadi rujukan bagi keluarga dan institusi pendidikan dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era digital. Dengan pendekatan yang manusiawi dan berbasis hak anak, SPARTA diharapkan mampu membantu anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan mampu memanfaatkan teknologi secara positif tanpa kehilangan keseimbangan hidup.

Kehadiran program ini menegaskan bahwa perlindungan anak dari kecanduan internet adalah persoalan bersama. Kesadaran, edukasi, dan kerja sama menjadi kunci agar generasi penerus dapat menikmati manfaat teknologi tanpa terjebak dalam dampak buruknya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Utami

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter