04, 2026
Olahraga

Luciano Leandro Soroti Taktik Pelatih Timnas Indonesia di 3 Laga FIFA ASEAN Cup 2026: Agresif, Fleksibel, tetapi...

Hendra Hartono
Hendra Hartono Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Luciano Leandro Soroti Taktik Pelatih Timnas Indonesia di Tiga Laga FIFA ASEAN Cup 2026

Mantan pelatih asal Brasil, Luciano Leandro, memberikan penilaian terhadap pendekatan taktik yang diterapkan pelatih Timnas Indonesia sepanjang tiga laga di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Menurutnya, pola permainan yang ditampilkan menunjukkan karakter agresif dan fleksibel, meski masih menyisakan sejumlah catatan teknis yang perlu dibenahi jika Indonesia ingin bersaing di level yang lebih tinggi.

Leandro, yang memiliki pengalaman panjang menangani sejumlah klub di Asia Tenggara, mengamati bahwa Timnas Indonesia tampil dengan intensitas pressing yang tinggi sejak menit awal. Ia menilai pendekatan tersebut menjadi salah satu kekuatan utama skuad Garuda dalam menekan lawan dan memaksa terjadinya kesalahan di area pertahanan lawan.

Agresivitas Pressing sebagai Identitas Permainan

Dalam tiga pertandingan yang diamati, Timnas Indonesia tercatat konsisten menerapkan pressing tinggi, terutama melalui lini tengah dan sektor sayap. Leandro menyebut pola ini sebagai bentuk keberanian pelatih dalam mengambil risiko, sebab pressing tinggi menuntut disiplin kolektif serta kebugaran fisik yang prima dari seluruh pemain.

"Ketika sebuah tim memilih untuk menekan tinggi, mereka harus siap dengan konsekuensi ruang kosong di belakang. Yang menarik dari Indonesia adalah kemampuan menjaga jarak antar lini sehingga ruang kosong itu tidak terlalu sering dieksploitasi lawan," ujar Leandro.

Ia menambahkan bahwa agresivitas tersebut tidak hanya terlihat ketika kehilangan bola, tetapi juga saat membangun serangan. Transisi dari bertahan ke menyerang berlangsung cepat, dengan umpan-umpan pendek yang diarahkan ke pemain sayap untuk menciptakan situasi satu lawan satu.

Fleksibilitas Formasi dan Penyesuaian In-Game

Aspek lain yang mendapat perhatian Leandro adalah fleksibilitas formasi. Menurut pengamatannya, pelatih Timnas Indonesia tidak terpaku pada satu skema tunggal. Dalam laga pertama, tim tampil dengan formasi yang lebih konservatif, sementara pada laga kedua dan ketiga terjadi pergeseran menjadi lebih ofensif.

"Perubahan bentuk permainan antar babak menunjukkan pelatih membaca jalannya pertandingan dengan cukup baik. Itu bukan hal mudah, terutama di turnamen dengan jeda pertandingan yang singkat," jelasnya.

Leandro menyoroti bagaimana posisi pemain sayap kerap ditarik ke dalam untuk menciptakan Superioritas di lini tengah, sementara bek sayap didorong naik guna melebarkan permainan. Strategi ini, menurutnya, membuat Indonesia sulit dibaca lawan pada fase-fase tertentu pertandingan.

Kelemahan pada Efisiensi Penyelesaian Akhir

Meski mengapresiasi sisi agresivitas dan fleksibilitas, Leandro tidak menutup mata terhadap kelemahan yang masih tampak jelas. Ia menilai Timnas Indonesia belum efisien dalam memanfaatkan peluang. Sejumlah situasi berbahaya gagal dikonversi menjadi gol karena keputusan akhir yang terburu-buru atau kurang tenang di depan gawang.

"Menciptakan peluang dan mencetak gol adalah dua hal berbeda. Indonesia cukup produktif dalam hal menciptakan ruang, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi persoalan," katanya.

Ia juga menyoroti konsistensi pertahanan saat menghadapi serangan balik cepat. Ketika kedua bek sayap naik ke depan, ruang di sisi pertahanan kerap terbuka dan hanya dijaga oleh dua bek tengah. Terhadap lawan dengan penyerang cepat, pola ini berpotensi menjadi titik lemah.

Manajemen Rotasi dan Kebugaran Pemain

Leandro menambahkan bahwa padatnya jadwal turnamen menuntut pelatih cermat dalam melakukan rotasi. Menurutnya, gaya permainan berintensitas tinggi tidak dapat dipertahankan jika pemain yang sama diturunkan secara terus-menerus tanpa jeda cukup.

Ia menilai rotasi yang dilakukan pada laga ketiga sebagai langkah tepat, meski mengakibatkan penurunan kohesi permainan di awal pertandingan. "Ada harga yang harus dibayar ketika Anda mengubah komposisi. Keseimbangan antara menjaga performa dan mencegah cedera adalah dilema klasik di turnamen pendek," ujarnya.

Catatan untuk Laga Selanjutnya

Ke depan, Leandro menyarankan agar Timnas Indonesia mempertahankan identitas agresifnya, tetapi dengan pengelolaan risiko yang lebih matang. Menurutnya, kemampuan membaca momen kapan harus menekan dan kapan harus bertahan akan menentukan hasil di laga-laga besar.

"Tiga pertandingan ini menunjukkan fondasi yang jelas. Yang dibutuhkan sekarang adalah konsistensi dan ketajaman di area penalti. Jika itu diperbaiki, Indonesia bisa menjadi ancaman serius, bukan hanya di level ASEAN, tetapi juga di kompetisi yang lebih tinggi," pungkasnya.

Dengan hasil dan performa yang ditunjukkan sejauh ini, Timnas Indonesia masih memiliki peluang untuk melaju lebih jauh. Evaluasi terhadap aspek efisiensi serangan dan stabilitas pertahanan akan menjadi kunci apakah pendekatan agresif dan fleksibel yang diterapkan mampu membawa Garuda ke tahap berikutnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Hartono

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter