29, 2026
Teknologi

Mabes Polri: Terima Kasih Massa Aksi, Demo Sumpah Pemuda Tertib dan Damai

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Mabes Polri: Terima Kasih Massa Aksi, Demo Sumpah Pemuda Tertib dan Damai

Demonstrasi peringatan Sumpah Pemuda yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu (28/10) berlangsung tertib dan damai. Massa aksi yang terdiri dari berbagai ormas dan organisasi pemuda menunjukkan sikap disiplin dalam menyampaikan aspirasi tanpa adapun aksi yang dapat mengganggu ketertiban umum. Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Polisi Awi Setiyono, mengapresiasi sikap positif yang ditunjukkan oleh para peserta demonstrasi.

"Kita ucapkan terima kasih kepada seluruh peserta aksi yang telah menunjukkan sikap tertib dan damai. Ini membuktikan bahwa demokrasi di Indonesia berjalan dengan baik, di mana setiap warga negara dapat menyampaikan aspirasinya secara teratur dan tidak melanggar hukum," ujar Awi dalam keterangannya, Sabtu (28/10).

Rute Aksi Terpantau Ketat

Demonstrasi yang digelar untuk memperingati hari Sumpah Pemuda ke-95 ini mengikuti rute yang telah disepakati sebelumnya. Massa aksi berkumpul di area Monas sebelum berjalan menuju Istana Negara dan gedung DPR/MPR RI. Sepanjang rute, petugas kepolisian bersiaga memastikan jalur tetap lancar dan tidak terjadi bentrokan antarpeserta aksi atau dengan pengendara lain.

"Kami telah menyiapkan 2.000 personel untuk mengamankan jalur aksi. Ini termasuk personel dari Polri dan TNI yang bekerja sama untuk menjaga situasi tetap kondusif. Pengamanan dilakukan dengan humanis dan profesional," jelas Awi.

Menurutnya, koordinasi yang baik antarinstansi penegak hukum menjadi kunci utama dalam menjamin berlangsungnya aksi demonstrasi yang aman dan terkendali. Petugas kepolisian ditempatkan di titik-titik strategis sepanjang rute aksi untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat terjadi.

Aspirasi Diterima dengan Terbuka

Selama berlangsungnya demonstrasi, massa aksi menyampaikan berbagai aspirasi terkait isu-isu nasional. Beberapa di antaranya adalah soal persatuan dan kesatuan bangsa, pentingnya mempertahankan semangat Sumpah Pemuda, serta kritik terhadap beberapa kebijakan pemerintah. Namun, semua aspirasi disampaikan secara damai melalui orasi dan papan tulisan yang dibawa para peserta.

Kepala Biro Penerangan Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Ramadhan, menjelaskan bahwa pihaknya menerima semua aspirasi yang disampaikan oleh massa aksi. "Demokrasi memang memungkinkan setiap warga negara untuk menyampaikan pendapatnya. Yang penting adalah dilakukan secara damai dan tidak melanggar hukum," ujar Ramadhan.

Ia menambahkan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Beberapa aspirasi yang dianggap memerlukan penanganan khusus akan disampaikan kepada instansi terkait.

Tidak Ada Tindakan Kekerasan

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah tidak adanya tindakan kekerasan sepanjang berlangsungnya demonstrasi. Massa aksi menunjukkan sikap toleransi dan saling menghormat meskipun terdapat perbedaan pendapat. Petugas kepolisian juga menunjukkan sikap profesional dalam mengawasi situasi tanpa melakukan tindakan yang dapat memancing provokasi.

"Kita bangga bahwa aksi ini berlangsung tanpa ada korban atau kerusahan. Ini menunjukkan tingkat kematangan demokrasi di Indonesia semakin baik," kata Awi Setiyono.

Ia mengimbau agar semua pihak dapat terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sesuai dengan semangat Sumpah Pemuda. "Sumpah Pemuda adalah bukti bahwa bangsa Indonesia mampu bersatu meskipun memiliki berbagai latar belakang dan keanekaragaman. Mari kita terus pertahankan semangat itu untuk kemajuan bersama," pungkasnya.

Dengan berakhirnya demonstrasi secara tertib dan damai, pihak kepolisian berharap bahwa aksi serupa di masa depan juga dapat berlangsung dengan kondusif. Penerapan demokrasi yang sehat dan terstruktur menjadi kunci bagi pembangunan bangsa yang lebih baik.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter