Mantan Panglima TNI Widodo AS Meninggal Dunia
Widodo AS, mantan Panglima TNI yang pernah mengemban amanat penting dalam sejarah militer Indonesia, telah meninggal dunia pada usia 77 tahun. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agus Subiyanto mengumumkan kabar duka ini dalam sebuah pernyataan resmi. Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan bahwa almarhum meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada Selasa (23/5/2023) pukul 07.30 WIB.
Widodo AS, yang pernah menjabat sebagai Panglima TNI periode 2005-2009, dikenal sebagai salah satu tokoh militer yang berpengaruh dalam transisi demokrasi Indonesia. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1968 yang berasal dari kecabangan Infanteri. Sebelum menjabat sebagai Panglima TNI, ia pernah mengemban berbagai jabatan strategis di tubuh TNI.
Karir Militer yang Cemerlang
Widodo AS meniti karir militernya dengan menjadi perwira di batalyon infanteri. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Seskoad, Sesko TNI, dan Lemhannas. Puncak karirnya diraih ketika ia diangkat sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Endriartono Sutarto pada tahun 2005.
Selama menjabat sebagai Panglima TNI, ia dikenal sebagai pemimpin yang visioner dan berkomitmen untuk memodernisasi institusi militer Indonesia. Ia aktif mendorong reformasi di tubuh TNI, termasuk peningkatan profesionalisme dan netralitas militer dalam kehidupan bernegara.
Setelah pensiun dari dinas militer, Widodo AS tetap aktif memberikan kontribusi bagi bangsa. Ia sering diundang sebagai narasumber dalam berbagai seminar dan diskusi tentang pertahanan keamanan nasional. Ia juga menulis beberapa buku yang membahas tentang pengalaman dan pandangannya terkait TNI dan keamanan Indonesia.
Kehidupan Pribadi dan Duka Cita Keluarga
Widodo AS menikah dengan Ny. Siti Fauziah dan dikaruniai tiga anak. Keluarga almarhum menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian beliau. Dalam kesempatan itu, keluarga meminta agar privasi mereka dihormati selama proses pemakaman berlangsung.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan bahwa seluruh jajaran TNI turut berdua cita atas kepergian almarhum. "Kami kehilangan seorang pemimpin yang besar dan teladan bagi kita semua," ujar KSAL.
Upacara pemakaman militer akan dilaksanakan dengan penuh hormat sesuai protokol militer. Jenazah almarhum akan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta, dengan upacara militer yang dihadiri oleh para pejabat tinggi TNI dan unsur pemerintahan.
Warisan dan Penghargaan
Sebagai jenderal bintang empat, Widodo AS menerima berbagai penghargaan baik dalam negeri maupun luar negeri. Beberapa di antaranya adalah Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Jalasena Nararya, Bintang Swa Bhuwana Paksa, dan Bintang Yudha Dharma Nararya.
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSau) Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim mengenang jasa-jasa almarhum. "Widodo AS adalah seorang pemimpin yang rendah hati tetapi tegas. Ia selalu memberikan contoh yang baik bagi prajurit di bawah komandonya," ujar Chappy Hakim.
Presiden Joko Widodo juga turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya mantan Panglima TNI tersebut. "Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya yang telah banyak berjasa bagi bangsa dan negara," tulis Presiden melalui akun media sosialnya.
Widodo AS dikenal juga sebagai pendukung kuat terhadap program modernisasi TNI. Ia sering menekankan pentingnya kemandirian pertahanan nasional dan peran TNI sebagai kekuatan utama dalam menjaga kedaulatan negara. Berbagai gagasannya tentang reformasi militer masih menjadi referensi hingga kini.
Kepergian Widodo AS meninggalkan kekosongan di tubuh TNI dan bangsa Indonesia. Namun, jasa-jasa dan pengabdiannya akan terus dikenang sebagai bagian dari sejarah militer Indonesia yang membanggakan. Semoga almarhum mendapat tempat yang terbaik di sisi Tuhan.
Komentar (0)