19, 2026
Olahraga

Marcos Reina Ungkap Alasan Persik Kecolongan Gol Julio Cesar di Markas Persib

Nadia Santoso
Nadia Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, buka suara soal gol yang bersarang ke gawang timnya melalui kaki penyerang Persib Bandung, Julio Cesar, pada laga di markas Persib. Reina menilai gol tersebut bukan semata-mata akibat kualitas individu lawan, melainkan berawal dari hilangnya konsentrasi anak asuhnya pada momen yang seharusnya bisa dikendalikan.

Dalam keterangannya seusai pertandingan, Reina menjelaskan bahwa timnya sebenarnya telah menyiapkan rencana untuk membatasi ruang gerak Julio Cesar. Namun, sebuah situasi peralihan yang berlangsung cepat membuat barisan pertahanan Persik terlambat mengantisipasi pergerakan sang pemain. Menurut Reina, kesalahan kecil dalam pengambilan posisi berujung fatal di level kompetisi seperti Liga 1.

Kehilangan Fokus pada Momen Krusial

Reina menyebut gol tersebut lahir dari rangkaian peristiwa yang tidak berjalan sesuai rencana. Ia menyoroti bagaimana lini belakang Persik kehilangan kerapatan pada detik-detik krusial, sehingga Julio Cesar memperoleh ruang untuk masuk ke area berbahaya. Jarak antarlini yang melebar dinilai menjadi penyebab utama celah itu terbuka.

"Kami sudah tahu kualitas pemain seperti Julio Cesar. Satu ruang kecil saja bisa dimanfaatkan, dan itu yang terjadi," ujar Reina dalam sesi konferensi pers.

Pelatih berkebangsaan Spanyol itu menegaskan bahwa timnya tidak sedang bermain buruk secara keseluruhan. Persik, kata dia, mampu menekan dan sempat menguasai jalannya pertandingan pada sejumlah periode. Akan tetapi, efisiensi di kedua kotak penalti menjadi pembeda. Persik gagal memaksimalkan peluang, sementara Persib mampu mengonversi satu momen menjadi gol.

Transisi dan Antisipasi Bola Kedua

Selain persoalan posisi, Reina menyoroti aspek transisi bertahan. Ia menilai para pemainnya terlambat merespons situasi setelah kehilangan bola, sehingga Persib dapat melancarkan serangan balik dengan cepat. Hal itu diperparah oleh kurang sigapnya antisipasi terhadap bola kedua di sekitar kotak penalti.

Menurut Reina, tim pelatih telah menginstruksikan agar para pemain bertahan lebih berani melakukan pressing dan menutup jalur umpan. Namun, tekanan dari suporter tuan rumah serta tempo pertandingan yang tinggi membuat para pemain kerap mengambil keputusan terlambat. Ia menilai hal itu merupakan bagian dari proses pembelajaran, terutama bagi para pemain muda yang mendapat menit bermain.

Komunikasi Antarpemain Belakang

Reina juga menyoroti pentingnya komunikasi di lini belakang. Menurut dia, koordinasi antara bek tengah, bek sayap, dan gelandang bertahan harus terus diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga Julio Cesar tidak bisa dibebankan kepada satu pemain saja, melainkan merupakan kerja kolektif seluruh unit pertahanan.

"Kami harus lebih rapat, lebih cepat membaca situasi, dan lebih disiplin dalam menjaga posisi. Ini bukan soal satu pemain, tetapi soal bagaimana tim bertahan sebagai satu kesatuan," jelas Reina.

Evaluasi dan Persiapan Laga Berikutnya

Meski kecewa dengan hasil yang diperoleh, Reina memilih untuk tidak berlama-lama meratapi kekalahan. Ia menegaskan bahwa tim pelatih akan segera melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya pada aspek pertahanan dan penyelesaian akhir. Evaluasi akan dilakukan melalui analisis rekaman pertandingan bersama seluruh pemain.

Reina menyebut beberapa hal yang akan menjadi fokus perbaikan, antara lain kedisiplinan posisi saat lawan menguasai bola, kecepatan reaksi dalam transisi, serta ketenangan dalam mengambil keputusan di area penalti. Ia juga menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas serangan, mengingat Persik menciptakan sejumlah peluang namun belum mampu mengubahnya menjadi gol.

Soal komposisi pemain, Reina mengisyaratkan kemungkinan melakukan rotasi pada laga berikutnya. Ia menilai padatnya jadwal kompetisi menuntut pengelolaan kebugaran yang cermat. Beberapa pemain yang tampil intens di laga melawan Persib disebutnya membutuhkan waktu pemulihan, sementara pemain lain yang belum mendapat kesempatan akan dipertimbangkan.

Respons terhadap Tekanan di Markas Lawan

Reina mengakui bermain di markas Persib menghadirkan tantangan tersendiri, terutama karena dukungan suporter yang masif. Namun, ia menegaskan bahwa timnya tidak boleh menjadikan faktor tersebut sebagai alasan. Menurut dia, para pemain dituntut mampu mengendalikan emosi dan tetap fokus pada instruksi taktik.

Ia berharap pengalaman bertanding di hadapan tekanan besar bisa menjadi modal berharga bagi Persik, terutama dalam menghadapi laga-laga penting berikutnya. Reina menegaskan bahwa timnya akan terus bekerja untuk memperbaiki diri, baik dalam hal taktik maupun mentalitas.

"Kami akan menganalisis semua kesalahan, termasuk gol yang kami kebobolan. Setelah itu, kami harus segera bangkit karena pertandingan berikutnya tidak memberi waktu untuk bersantai," kata Reina.

Dengan evaluasi yang menyeluruh, Marcos Reina optimistis Persik Kediri dapat tampil lebih solid dan disiplin pada laga-laga selanjutnya, sekaligus memastikan gol seperti yang dicetak Julio Cesar tidak kembali terulang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Santoso

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter