17, 2026
Nasional

Mardiono Bicara Pentingnya Swasembada Pangan di Muktamar Al Khairiyah

Mardiono sampaikan pesan Prabowo tentang swasembada pangan di Muktamar Al Khairiyah. Ia tekankan pentingnya ketahanan pangan untuk kedaulatan Indonesia.]]>

Sandi Setiawan
Sandi Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Mardiono Bicara Pentingnya Swasembada Pangan di Muktamar Al Khairiyah

Mardiono Tekankan Pentingnya Swasembada Pangan dalam Muktamar Al Khairiyah

Mardiono, seorang tokoh nasional yang dikenal dekat dengan kalangan petani, menegaskan pentingnya swasembada pangan dalam pidatonya pada Muktamar Al Khairiyah yang digelar beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan tersebut, Mardiono menyampaikan bahwa swasembada pangan bukan sekalian tujuan semata, melainkan fondasi bagi keberlanjutan bangsa dan stabilitas nasional.

Dalam pidatonya yang penuh semangat, Mardiono mengungkapkan bahwa Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi besar untuk mencapai swasembada pangan. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, masih banyak tantangan yang dihadapi dalam sektor pertanian, mulai dari keterbatasan akses petani terhadap teknologi modern, sulitnya akses modal, hingga rendahnya tingkat literasi digital di kalangan petani.

Isu Kritis Pangan Nasional

Mardiono menyoroti beberapa isu kritis yang menghambap pencapaian swasembada pangan. Pertama, ketergantungan impor komoditas pangan tertentu seperti bawang merah, bawang putih, dan daging sapi yang masih tinggi. Ketergantungan ini membuat rentan terhadap fluktuasi harga dan ketersediaan pasca pandemi.

Kedua, menurutnya, transformasi digital di sektor pertanian masih terlambat. Banyak petani yang masih menggunakan metode konvensional sehingga produktivitasnya belum maksimal. "Kita perlu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian," ujarnya.

Ketiga, masalah infrastruktur pertanian yang masih menjadi penghambat. Akses jalan menuju area pertanian yang sulit, serta fasilitas penyimpanan dan pengolahan hasil pertanian yang memadai masih menjadi masalah besar di berbagai daerah.

Strategi Akselerasi Swasembada Pangan

Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, Mardiono mengusulkan beberapa strategi akselerasi swasembada pangan. Pertama, percepatan transformasi digital pertanian melalui program pelatihan dan penyediaan infrastruktur digital bagi petani.

Kedua, peningkatan akses modal bagi petani melalui program pembiayaan khusus dengan suku bunga yang terjangkau. "Petani butuh modal untuk membeli benar unggul, pupuk, dan mesin pertanian modern," jelasnya.

Ketiga, pembangunan infrastruktur pertanian yang komprehensif, mulai dari jalan akses, fasilitas penyimpanan hingga pengolahan hasil pertanian. "Infrastruktur yang memadai akan meminimalisir kerugian pasca panen dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian," tambahnya.

Peran Masyarakat dan Lembaga Swasta

Menurut Mardiono, swasembada pangan tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah saja. Peran aktif dari seluruh elemen masyarakat dan lembaga swasta sangat diperlukan. "Kita perlu membangun ekosistem yang inklusif di mana semua pihak dapat berkontribusi dalam upaya mencapai swasembada pangan," tegasnya.

Ia mencontohkan beberapa program yang telah dilaksanakan oleh komunitas petani dan lembaga swasta yang berhasil meningkatkan produktivitas pertanian di daerahnya. "Dengan kolaborasi yang baik, kita bisa menciptakan inovasi-inovasi baru yang dapat diadopsi secara luas oleh petani di seluruh Indonesia," ujarnya.

Visi 2045: Indonesia Maju Berkeadilan

Mardiono menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan bagian integral dari visi Indonesia 2045 untuk menjadi negara maju berkeadilan. "Tanpa keamanan pangan, visi Indonesia maju tidak akan terwujud. Karena itu, kita harus memprioritaskan sektor pertanian sebagai fondasi pembangunan jangka panjang," pungkasnya.

Pidato Mardiono dalam Muktamar Al Khairiyah ini mendapat respons positif dari para peserta yang hadir. Banyak yang menyatakan setuju dengan gagasan-gagasannya dan berkomitmen untuk turut serta dalam mewujudkan swasembada pangan di Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Sandi Setiawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter